29.4 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Sehari Hanya Dua Jam Tatap Muka

Siswa Tidak Ada Jam Istirahat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak 20 Mei kemarin, pelajar SD maupun SMP di Bondowoso mulai aktif kembali belajar di kelas. Itu setelah hampir 15 bulan mereka belajar daring dari rumah masing-masing karena pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yuliati menerangkan, dalam pelaksanaannya, semua wajib menerapkan protokol kesehatan. Selain sarana prasarana protokol kesehatan, kapasitas pelajar yang masuk pun wajib disesuaikan dengan standard operating procedure (SOP). Sesuai yang telah disusun oleh Disdikbud dan diasesmen oleh tim satgas Covid-19 kabupaten. “Alhamdulillah, lembaga sudah menjalankan sesuai SOP yang dibuat,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Dijelaskannya, dalam sehari, pelajar hanya diperbolehkan mengikuti dua mata pelajaran selama dua jam. Tidak ada jam istirahat. Kemudian, untuk jumlah siswa yang masuk tak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas kelas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun untuk pola masuk setiap sekolah berbeda-beda. Ada yang menggunakan model ganjil-genap, ada juga yang dibagi per sesi. Kemudian, ada yang menggunakan pola Senin-Rabu kelas I-III masuk, dan Kamis-Sabtu untuk kelas IV-VI. “Masing-masing lembaga beda-beda. Tapi itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang kami buat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Haeriyah menegaskan pembelajaran tatap muka ini dilakukan untuk uji coba kesiapan sekolah. Sebab, pelaksanaan secara resmi dari Kemendikbud masih akan dilakukan pada tahun ajaran baru, atau Juli 2021. “Karena paling tidak, sebelum itu diterapkan, kami sudah memiliki hasil evaluasi,” ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka.  Dikonfirmasi terpisah, Sugiyono Eksantoso, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bondowoso-Situbondo, menerangkan,  untuk pelajar SMA/SMK sudah melaksanakan sejak beberapa waktu lalu.

Namun, memang saat ini hanya kelas X dan XI. Tentu dengan pelaksanaan yang mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari sarana prasarana, kemudian juga kapasitas pelajar yang masuk. “Kebijakan provinsi kita ikuti seperti itu. Baru nanti tahun ajaran baru ini sudah masuk keseluruhan. Tapi, ini mengikuti prokes yang ketat,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: mg3
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak 20 Mei kemarin, pelajar SD maupun SMP di Bondowoso mulai aktif kembali belajar di kelas. Itu setelah hampir 15 bulan mereka belajar daring dari rumah masing-masing karena pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yuliati menerangkan, dalam pelaksanaannya, semua wajib menerapkan protokol kesehatan. Selain sarana prasarana protokol kesehatan, kapasitas pelajar yang masuk pun wajib disesuaikan dengan standard operating procedure (SOP). Sesuai yang telah disusun oleh Disdikbud dan diasesmen oleh tim satgas Covid-19 kabupaten. “Alhamdulillah, lembaga sudah menjalankan sesuai SOP yang dibuat,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Dijelaskannya, dalam sehari, pelajar hanya diperbolehkan mengikuti dua mata pelajaran selama dua jam. Tidak ada jam istirahat. Kemudian, untuk jumlah siswa yang masuk tak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas kelas.

Adapun untuk pola masuk setiap sekolah berbeda-beda. Ada yang menggunakan model ganjil-genap, ada juga yang dibagi per sesi. Kemudian, ada yang menggunakan pola Senin-Rabu kelas I-III masuk, dan Kamis-Sabtu untuk kelas IV-VI. “Masing-masing lembaga beda-beda. Tapi itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang kami buat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Haeriyah menegaskan pembelajaran tatap muka ini dilakukan untuk uji coba kesiapan sekolah. Sebab, pelaksanaan secara resmi dari Kemendikbud masih akan dilakukan pada tahun ajaran baru, atau Juli 2021. “Karena paling tidak, sebelum itu diterapkan, kami sudah memiliki hasil evaluasi,” ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka.  Dikonfirmasi terpisah, Sugiyono Eksantoso, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bondowoso-Situbondo, menerangkan,  untuk pelajar SMA/SMK sudah melaksanakan sejak beberapa waktu lalu.

Namun, memang saat ini hanya kelas X dan XI. Tentu dengan pelaksanaan yang mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari sarana prasarana, kemudian juga kapasitas pelajar yang masuk. “Kebijakan provinsi kita ikuti seperti itu. Baru nanti tahun ajaran baru ini sudah masuk keseluruhan. Tapi, ini mengikuti prokes yang ketat,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: mg3
Editor: Solikhul Huda

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak 20 Mei kemarin, pelajar SD maupun SMP di Bondowoso mulai aktif kembali belajar di kelas. Itu setelah hampir 15 bulan mereka belajar daring dari rumah masing-masing karena pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yuliati menerangkan, dalam pelaksanaannya, semua wajib menerapkan protokol kesehatan. Selain sarana prasarana protokol kesehatan, kapasitas pelajar yang masuk pun wajib disesuaikan dengan standard operating procedure (SOP). Sesuai yang telah disusun oleh Disdikbud dan diasesmen oleh tim satgas Covid-19 kabupaten. “Alhamdulillah, lembaga sudah menjalankan sesuai SOP yang dibuat,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Dijelaskannya, dalam sehari, pelajar hanya diperbolehkan mengikuti dua mata pelajaran selama dua jam. Tidak ada jam istirahat. Kemudian, untuk jumlah siswa yang masuk tak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas kelas.

Adapun untuk pola masuk setiap sekolah berbeda-beda. Ada yang menggunakan model ganjil-genap, ada juga yang dibagi per sesi. Kemudian, ada yang menggunakan pola Senin-Rabu kelas I-III masuk, dan Kamis-Sabtu untuk kelas IV-VI. “Masing-masing lembaga beda-beda. Tapi itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang kami buat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Haeriyah menegaskan pembelajaran tatap muka ini dilakukan untuk uji coba kesiapan sekolah. Sebab, pelaksanaan secara resmi dari Kemendikbud masih akan dilakukan pada tahun ajaran baru, atau Juli 2021. “Karena paling tidak, sebelum itu diterapkan, kami sudah memiliki hasil evaluasi,” ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka.  Dikonfirmasi terpisah, Sugiyono Eksantoso, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bondowoso-Situbondo, menerangkan,  untuk pelajar SMA/SMK sudah melaksanakan sejak beberapa waktu lalu.

Namun, memang saat ini hanya kelas X dan XI. Tentu dengan pelaksanaan yang mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari sarana prasarana, kemudian juga kapasitas pelajar yang masuk. “Kebijakan provinsi kita ikuti seperti itu. Baru nanti tahun ajaran baru ini sudah masuk keseluruhan. Tapi, ini mengikuti prokes yang ketat,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: mg3
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca