alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Refocusing, TPP ASN Jadi Taruhan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso mengusulkan penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun 2021. Nilainya pun tak tanggung-tanggung. Sekitar Rp 21,15 miliar.

Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menerangkan, pihaknya menerima surat dari pemkab terkait penundaan TPP. Disebut bahwa ini dilakukan untuk menutupi defisit.  Melihat usulan ini, pihaknya meminta untuk dipilah-pilah lagi dengan memperhatikan psikis ASN Bondowoso. Karena itu, pembahasannya masih akan dilanjutkan hari ini (25/5). “Makanya tadi (kemarin, Red) saya sampaikan, jaga psikis pelayan rakyat. Saya khawatir, TPP ini sudah habis diambil bank. Pasti akan mengganggu kinerja,” ujarnya. Ia pun menilai, lebih baik menunda pekerjaan lain daripada menunda TPP.

Sementara itu, Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, dari penundaan itu, eksekutif mengusulkan akan dibayarkan pada tahun berikutnya, atau tahun 2022. Sementara, di tahun berikutnya, pemkab masih harus mengalokasikan saving APBD untuk pilkada.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso mengusulkan penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun 2021. Nilainya pun tak tanggung-tanggung. Sekitar Rp 21,15 miliar.

Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menerangkan, pihaknya menerima surat dari pemkab terkait penundaan TPP. Disebut bahwa ini dilakukan untuk menutupi defisit.  Melihat usulan ini, pihaknya meminta untuk dipilah-pilah lagi dengan memperhatikan psikis ASN Bondowoso. Karena itu, pembahasannya masih akan dilanjutkan hari ini (25/5). “Makanya tadi (kemarin, Red) saya sampaikan, jaga psikis pelayan rakyat. Saya khawatir, TPP ini sudah habis diambil bank. Pasti akan mengganggu kinerja,” ujarnya. Ia pun menilai, lebih baik menunda pekerjaan lain daripada menunda TPP.

Sementara itu, Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, dari penundaan itu, eksekutif mengusulkan akan dibayarkan pada tahun berikutnya, atau tahun 2022. Sementara, di tahun berikutnya, pemkab masih harus mengalokasikan saving APBD untuk pilkada.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso mengusulkan penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun 2021. Nilainya pun tak tanggung-tanggung. Sekitar Rp 21,15 miliar.

Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menerangkan, pihaknya menerima surat dari pemkab terkait penundaan TPP. Disebut bahwa ini dilakukan untuk menutupi defisit.  Melihat usulan ini, pihaknya meminta untuk dipilah-pilah lagi dengan memperhatikan psikis ASN Bondowoso. Karena itu, pembahasannya masih akan dilanjutkan hari ini (25/5). “Makanya tadi (kemarin, Red) saya sampaikan, jaga psikis pelayan rakyat. Saya khawatir, TPP ini sudah habis diambil bank. Pasti akan mengganggu kinerja,” ujarnya. Ia pun menilai, lebih baik menunda pekerjaan lain daripada menunda TPP.

Sementara itu, Tohari, Ketua Komisi I, mengatakan, dari penundaan itu, eksekutif mengusulkan akan dibayarkan pada tahun berikutnya, atau tahun 2022. Sementara, di tahun berikutnya, pemkab masih harus mengalokasikan saving APBD untuk pilkada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/