alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Perangkat dan Guru Honorer Bondowoso Belum Gajian

Terancam Molor sampai Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perangkat desa dan guru honorer K2 se-Kabupaten Bondowoso kembali harus berpuasa di awal tahun. Sebab, honor dan insentif mereka belum cair. Hingga lembaran bulan Maret hampir habis, ternyata masih belum ada kejelasan.

Baca Juga : Quo Vadis Program Beasiswa Pemkab Jember

Ady Kriesna, Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, mengaku heran pada pemerintah daerah. Honor yang masuk rutinitas pengeluaran hampir selalu terlambat. Mestinya pemda belajar dari keterlambatan-keterlambatan sebelumnya. “Ya, harusnya dipelajari, apa sebenarnya problemnya itu. Supaya tak terjadi berulang-ulang setiap awal tahun. Apa problemnya itu, diotopsi, dipelajari, dicarikan solusinya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu yang tahu OPD, terutama pengelola keuangan, apa penyebabnya. Susahnya mereka juga tak tahu penyebabnya apa kok terjadi setiap tahun,” imbuhnya.

Menurutnya, pada Raker APBD tahun 2022, beberapa bulan lalu, pihaknya sudah mengingatkan agar hendaknya premi BPJS Kesehatan dan honor perangkat desa jangan sampai terjadi seperti sebelumnya. Tapi, hingga akhir Maret ini tetap belum cair.

Begitu pun, untuk insentif guru K2 dan bantuan operasional sekolah (BOS) yang terkait dengan honor para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT). Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dispendik. Namun, ternyata masih belum cair.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perangkat desa dan guru honorer K2 se-Kabupaten Bondowoso kembali harus berpuasa di awal tahun. Sebab, honor dan insentif mereka belum cair. Hingga lembaran bulan Maret hampir habis, ternyata masih belum ada kejelasan.

Baca Juga : Quo Vadis Program Beasiswa Pemkab Jember

Ady Kriesna, Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, mengaku heran pada pemerintah daerah. Honor yang masuk rutinitas pengeluaran hampir selalu terlambat. Mestinya pemda belajar dari keterlambatan-keterlambatan sebelumnya. “Ya, harusnya dipelajari, apa sebenarnya problemnya itu. Supaya tak terjadi berulang-ulang setiap awal tahun. Apa problemnya itu, diotopsi, dipelajari, dicarikan solusinya,” katanya.

“Itu yang tahu OPD, terutama pengelola keuangan, apa penyebabnya. Susahnya mereka juga tak tahu penyebabnya apa kok terjadi setiap tahun,” imbuhnya.

Menurutnya, pada Raker APBD tahun 2022, beberapa bulan lalu, pihaknya sudah mengingatkan agar hendaknya premi BPJS Kesehatan dan honor perangkat desa jangan sampai terjadi seperti sebelumnya. Tapi, hingga akhir Maret ini tetap belum cair.

Begitu pun, untuk insentif guru K2 dan bantuan operasional sekolah (BOS) yang terkait dengan honor para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT). Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dispendik. Namun, ternyata masih belum cair.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perangkat desa dan guru honorer K2 se-Kabupaten Bondowoso kembali harus berpuasa di awal tahun. Sebab, honor dan insentif mereka belum cair. Hingga lembaran bulan Maret hampir habis, ternyata masih belum ada kejelasan.

Baca Juga : Quo Vadis Program Beasiswa Pemkab Jember

Ady Kriesna, Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, mengaku heran pada pemerintah daerah. Honor yang masuk rutinitas pengeluaran hampir selalu terlambat. Mestinya pemda belajar dari keterlambatan-keterlambatan sebelumnya. “Ya, harusnya dipelajari, apa sebenarnya problemnya itu. Supaya tak terjadi berulang-ulang setiap awal tahun. Apa problemnya itu, diotopsi, dipelajari, dicarikan solusinya,” katanya.

“Itu yang tahu OPD, terutama pengelola keuangan, apa penyebabnya. Susahnya mereka juga tak tahu penyebabnya apa kok terjadi setiap tahun,” imbuhnya.

Menurutnya, pada Raker APBD tahun 2022, beberapa bulan lalu, pihaknya sudah mengingatkan agar hendaknya premi BPJS Kesehatan dan honor perangkat desa jangan sampai terjadi seperti sebelumnya. Tapi, hingga akhir Maret ini tetap belum cair.

Begitu pun, untuk insentif guru K2 dan bantuan operasional sekolah (BOS) yang terkait dengan honor para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT). Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dispendik. Namun, ternyata masih belum cair.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/