alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Akan Sampaikan Klub Baru di Kongres

Siap Bentuk Badan Hukum sebagai Persyaratan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Asskab PSSI Bondowoso punya misi ganda dalam kongres Asprov PSSI Jawa Timur, akhir bulan ini. Selain sebagai voter dalam pemilihan calon Ketua Umum PSSI Jatim serta anggota Exco, Askab PSSI Bondowoso bakal menyampaikan usulan lainnya.
Yakni, rencana pembuatan klub baru di Bondowoso yang bakal mengikuti kompetisi amatir Liga 3 zona Jawa Timur. Sebelumnya, Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso, sudah menyampaikan bahwa pihaknya memiliki rencana membuat klub amatir baru di Bondowoso. Selain Persebo Muda Bondowoso.
Ditanya apakah dalam Kongres Asprov PSSI Jatim itu dirinya akan membahas usulan klub baru itu, pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini tak menampik hal itu. “Insyaallah akan saya sampaikan rencana pembuatan klub baru itu,” ungkap Subangkit.
Pria yang juga memiliki hobi sepak bola ini menambahkan bahwa persyaratan pendirian sebuah klub amatir sekarang ini adalah soal legalitas. Itu artinya ada legalitas yang jelas. Meskipun klub amatir, tetapi salah satu persyaratan pendirian klub sekarang ini harus memiliki badan hukum. “Benar. Walau klub baru juga akan membentuk badan hukum,” lanjutnya.
Disinggung apakah nantinya badan hukum klub itu berupa perseroan terbatas (PT), yayasan, atau perkumpulan, Subangkit pun menjelaskan kembali. “Bisa yayasan atau perkumpulan. Karena nantinya apabila PT tidak bisa menerima dana hibah dari APBD,” jelas Subangkit.
Subangkit pun mengacu pada regulasi yang ada. “Ada aturan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 123 Tahun 2018 yang ditetapkan tanggal 27 Desember 2018 dan berlaku Januari 2019,” ucapnya.
Permendagri itu mengatur terkait pemberian dana hibah kepada badan atau lembaga yang nirlaba atau tidak mencari keuntungan. “Termasuk PT, CV, dan UD tidak dapat menerima,” bebernya.
Sebelumnya, menurut Subangkit, pihaknya tak mempermasalahkan berapa pun klub asal Bondowoso yang ikut serta dalam kompetisi selevel Liga 3. Sebab, menurutnya, adanya klub baru yang berpartisipasi dalam sebuah kompetisi bakal menjadi sebuah muara pembinaan pemain muda asli Bondowoso.
“Saya malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang ikut Liga 3. Tapi sekarang Askab PSSI Bondowoso memang belum punya klub yang dikelola bersama. Kami hanya punya klub yang ada di kompetisi internal,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Asskab PSSI Bondowoso punya misi ganda dalam kongres Asprov PSSI Jawa Timur, akhir bulan ini. Selain sebagai voter dalam pemilihan calon Ketua Umum PSSI Jatim serta anggota Exco, Askab PSSI Bondowoso bakal menyampaikan usulan lainnya.
Yakni, rencana pembuatan klub baru di Bondowoso yang bakal mengikuti kompetisi amatir Liga 3 zona Jawa Timur. Sebelumnya, Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso, sudah menyampaikan bahwa pihaknya memiliki rencana membuat klub amatir baru di Bondowoso. Selain Persebo Muda Bondowoso.
Ditanya apakah dalam Kongres Asprov PSSI Jatim itu dirinya akan membahas usulan klub baru itu, pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini tak menampik hal itu. “Insyaallah akan saya sampaikan rencana pembuatan klub baru itu,” ungkap Subangkit.
Pria yang juga memiliki hobi sepak bola ini menambahkan bahwa persyaratan pendirian sebuah klub amatir sekarang ini adalah soal legalitas. Itu artinya ada legalitas yang jelas. Meskipun klub amatir, tetapi salah satu persyaratan pendirian klub sekarang ini harus memiliki badan hukum. “Benar. Walau klub baru juga akan membentuk badan hukum,” lanjutnya.
Disinggung apakah nantinya badan hukum klub itu berupa perseroan terbatas (PT), yayasan, atau perkumpulan, Subangkit pun menjelaskan kembali. “Bisa yayasan atau perkumpulan. Karena nantinya apabila PT tidak bisa menerima dana hibah dari APBD,” jelas Subangkit.
Subangkit pun mengacu pada regulasi yang ada. “Ada aturan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 123 Tahun 2018 yang ditetapkan tanggal 27 Desember 2018 dan berlaku Januari 2019,” ucapnya.
Permendagri itu mengatur terkait pemberian dana hibah kepada badan atau lembaga yang nirlaba atau tidak mencari keuntungan. “Termasuk PT, CV, dan UD tidak dapat menerima,” bebernya.
Sebelumnya, menurut Subangkit, pihaknya tak mempermasalahkan berapa pun klub asal Bondowoso yang ikut serta dalam kompetisi selevel Liga 3. Sebab, menurutnya, adanya klub baru yang berpartisipasi dalam sebuah kompetisi bakal menjadi sebuah muara pembinaan pemain muda asli Bondowoso.
“Saya malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang ikut Liga 3. Tapi sekarang Askab PSSI Bondowoso memang belum punya klub yang dikelola bersama. Kami hanya punya klub yang ada di kompetisi internal,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Asskab PSSI Bondowoso punya misi ganda dalam kongres Asprov PSSI Jawa Timur, akhir bulan ini. Selain sebagai voter dalam pemilihan calon Ketua Umum PSSI Jatim serta anggota Exco, Askab PSSI Bondowoso bakal menyampaikan usulan lainnya.
Yakni, rencana pembuatan klub baru di Bondowoso yang bakal mengikuti kompetisi amatir Liga 3 zona Jawa Timur. Sebelumnya, Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso, sudah menyampaikan bahwa pihaknya memiliki rencana membuat klub amatir baru di Bondowoso. Selain Persebo Muda Bondowoso.
Ditanya apakah dalam Kongres Asprov PSSI Jatim itu dirinya akan membahas usulan klub baru itu, pria yang juga menjadi anggota DPRD Bondowoso ini tak menampik hal itu. “Insyaallah akan saya sampaikan rencana pembuatan klub baru itu,” ungkap Subangkit.
Pria yang juga memiliki hobi sepak bola ini menambahkan bahwa persyaratan pendirian sebuah klub amatir sekarang ini adalah soal legalitas. Itu artinya ada legalitas yang jelas. Meskipun klub amatir, tetapi salah satu persyaratan pendirian klub sekarang ini harus memiliki badan hukum. “Benar. Walau klub baru juga akan membentuk badan hukum,” lanjutnya.
Disinggung apakah nantinya badan hukum klub itu berupa perseroan terbatas (PT), yayasan, atau perkumpulan, Subangkit pun menjelaskan kembali. “Bisa yayasan atau perkumpulan. Karena nantinya apabila PT tidak bisa menerima dana hibah dari APBD,” jelas Subangkit.
Subangkit pun mengacu pada regulasi yang ada. “Ada aturan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 123 Tahun 2018 yang ditetapkan tanggal 27 Desember 2018 dan berlaku Januari 2019,” ucapnya.
Permendagri itu mengatur terkait pemberian dana hibah kepada badan atau lembaga yang nirlaba atau tidak mencari keuntungan. “Termasuk PT, CV, dan UD tidak dapat menerima,” bebernya.
Sebelumnya, menurut Subangkit, pihaknya tak mempermasalahkan berapa pun klub asal Bondowoso yang ikut serta dalam kompetisi selevel Liga 3. Sebab, menurutnya, adanya klub baru yang berpartisipasi dalam sebuah kompetisi bakal menjadi sebuah muara pembinaan pemain muda asli Bondowoso.
“Saya malah senang bilamana di Bondowoso banyak klub yang ikut Liga 3. Tapi sekarang Askab PSSI Bondowoso memang belum punya klub yang dikelola bersama. Kami hanya punya klub yang ada di kompetisi internal,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/