alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Tuntaskan BPNT yang Belum Tersalurkan Tahun Lalu

Mobile_AP_Rectangle 1

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, penyaluran penuntasan BPNT juga ditinjau langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI. Pemantauan dilakukan di empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Tamanan, Kecamatan Maesan, Tenggarang, dan Kecamatan Wonosari.

Legislator Dapil III Jatim (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan bansos sebesar Rp 200 ribu per bulan ini berjalan sesuai mekanisme dan tak berbelit-belit. Pihaknya juga memastikan penyaluran BPNT tersebut menerapkan protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 kembali meningkat. “Saya ingin memantau acara ini terlaksana dengan baik, sesuai dengan prokes,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Fadil ini menuturkan, ada penerima yang masih masuk kategori usia muda atau produktif dan masih sehat. Oleh sebab itu, ia menilai pemberian bantuan untuk mereka kurang tepat. Sehingga mungkin nanti lebih baik ditukar dengan bantuan yang lebih produktif. “Seperti bantuan modal. Kalau tunai ke anak muda kan kayaknya kurang tepat sasaran,” jelas dia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan hasil peninjauan itu, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut dalam rapat kerja dengan Kementerian Sosial. Selain itu, dirinya mengingatkan agar bantuan ini benar-benar dibelanjakan untuk sembako. “Karena beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo sempat menemukan bantuan tersebut dibelikan rokok,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

- Advertisement -

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, penyaluran penuntasan BPNT juga ditinjau langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI. Pemantauan dilakukan di empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Tamanan, Kecamatan Maesan, Tenggarang, dan Kecamatan Wonosari.

Legislator Dapil III Jatim (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan bansos sebesar Rp 200 ribu per bulan ini berjalan sesuai mekanisme dan tak berbelit-belit. Pihaknya juga memastikan penyaluran BPNT tersebut menerapkan protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 kembali meningkat. “Saya ingin memantau acara ini terlaksana dengan baik, sesuai dengan prokes,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Fadil ini menuturkan, ada penerima yang masih masuk kategori usia muda atau produktif dan masih sehat. Oleh sebab itu, ia menilai pemberian bantuan untuk mereka kurang tepat. Sehingga mungkin nanti lebih baik ditukar dengan bantuan yang lebih produktif. “Seperti bantuan modal. Kalau tunai ke anak muda kan kayaknya kurang tepat sasaran,” jelas dia.

Dengan hasil peninjauan itu, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut dalam rapat kerja dengan Kementerian Sosial. Selain itu, dirinya mengingatkan agar bantuan ini benar-benar dibelanjakan untuk sembako. “Karena beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo sempat menemukan bantuan tersebut dibelikan rokok,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, penyaluran penuntasan BPNT juga ditinjau langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI. Pemantauan dilakukan di empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Tamanan, Kecamatan Maesan, Tenggarang, dan Kecamatan Wonosari.

Legislator Dapil III Jatim (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan bansos sebesar Rp 200 ribu per bulan ini berjalan sesuai mekanisme dan tak berbelit-belit. Pihaknya juga memastikan penyaluran BPNT tersebut menerapkan protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 kembali meningkat. “Saya ingin memantau acara ini terlaksana dengan baik, sesuai dengan prokes,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Fadil ini menuturkan, ada penerima yang masih masuk kategori usia muda atau produktif dan masih sehat. Oleh sebab itu, ia menilai pemberian bantuan untuk mereka kurang tepat. Sehingga mungkin nanti lebih baik ditukar dengan bantuan yang lebih produktif. “Seperti bantuan modal. Kalau tunai ke anak muda kan kayaknya kurang tepat sasaran,” jelas dia.

Dengan hasil peninjauan itu, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut dalam rapat kerja dengan Kementerian Sosial. Selain itu, dirinya mengingatkan agar bantuan ini benar-benar dibelanjakan untuk sembako. “Karena beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo sempat menemukan bantuan tersebut dibelikan rokok,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/