alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Optimalkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Jurus Ampuh Pengendalian DBD

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan kasus kematian akibat penyakit tersebut sudah terjadi. Ternyata salah satu upaya ampuh untuk mengendalikan penyakit tersebut dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sejak dini, sebelum nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.

PSN dilakukan sebelum telur nyamuk menjadi pupa atau nyamuk dewasa. Sehingga, ketika telur nyamuk sudah diberantas, maka tidak akan ada lagi nyamuk Aedes aegypti. Terlebih, daur hidup nyamuk dewasa hanya 14 hari. Jika nyamuk sudah berkembang menjadi nyamuk dewasa, maka penanganannya adalah dengan cara fogging. “Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ungkap Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bondowoso Goek Fitri Purwandari.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Goek ini juga menuturkan, biasanya nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat penampungan air yang tergenang dan tidak mengalir, serta tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Seperti vas bunga hidup, ban bekas, dan lain-lain. “Jika dalam waktu satu minggu lebih tidak dibuang atau diganti airnya, maka akan tumbuh jentik nyamuk,” terangnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan kasus kematian akibat penyakit tersebut sudah terjadi. Ternyata salah satu upaya ampuh untuk mengendalikan penyakit tersebut dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sejak dini, sebelum nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.

PSN dilakukan sebelum telur nyamuk menjadi pupa atau nyamuk dewasa. Sehingga, ketika telur nyamuk sudah diberantas, maka tidak akan ada lagi nyamuk Aedes aegypti. Terlebih, daur hidup nyamuk dewasa hanya 14 hari. Jika nyamuk sudah berkembang menjadi nyamuk dewasa, maka penanganannya adalah dengan cara fogging. “Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ungkap Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bondowoso Goek Fitri Purwandari.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Goek ini juga menuturkan, biasanya nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat penampungan air yang tergenang dan tidak mengalir, serta tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Seperti vas bunga hidup, ban bekas, dan lain-lain. “Jika dalam waktu satu minggu lebih tidak dibuang atau diganti airnya, maka akan tumbuh jentik nyamuk,” terangnya.

DABASAH, Radar Ijen – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan kasus kematian akibat penyakit tersebut sudah terjadi. Ternyata salah satu upaya ampuh untuk mengendalikan penyakit tersebut dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sejak dini, sebelum nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.

PSN dilakukan sebelum telur nyamuk menjadi pupa atau nyamuk dewasa. Sehingga, ketika telur nyamuk sudah diberantas, maka tidak akan ada lagi nyamuk Aedes aegypti. Terlebih, daur hidup nyamuk dewasa hanya 14 hari. Jika nyamuk sudah berkembang menjadi nyamuk dewasa, maka penanganannya adalah dengan cara fogging. “Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ungkap Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bondowoso Goek Fitri Purwandari.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Goek ini juga menuturkan, biasanya nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat penampungan air yang tergenang dan tidak mengalir, serta tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Seperti vas bunga hidup, ban bekas, dan lain-lain. “Jika dalam waktu satu minggu lebih tidak dibuang atau diganti airnya, maka akan tumbuh jentik nyamuk,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/