alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Lagi, Ada Struktur Batu Bata Kuno

Di Area Sawah Seluas Dua Hektare Lebih

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun lalu, ditemukan struktur batu bata di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer. Kini ditemukan lagi struktur batu zaman prasejarah di Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari. Struktur batu bata ini hampir mirip dengan yang ada di Alas Sumur.

Batu bata itu ditemukan oleh salah seorang warga, tiga hari lalu. Adalah Ahmad Ja’far, Kepala Dusun (Kasun) Bataan, yang menemukan struktur batu bata itu saat bermain burung di tengah area persawahan.

Berikutnya, Ja’far melaporkan temuan tersebut ke pihak-pihak terkait. Sampai akhirnya diterima Seksi Sejarah dan Purbakala dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso. Tim Dispendikbud akhirnya turun ke titik penemuan, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Ja’far mengungkapkan, jika datang musim kemarau, terlihat banyak batu bata di lahan persawahan itu. Namun, selama ini tidak terlihat batu yang terstruktur. “Pertama kali saya lihat, saya menyangka sekadar batu bata. Tidak tahunya, batu bata kuno. Ada motif dan goresannya,” beber Ja’far.

Sebagai laporan, Ja’far mengambil sebuah batu bata sebagai contoh laporan kepada pihak terkait.

Sementara itu, Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala, menjelaskan, timnya turun untuk survei awal. Hasil survei perdana itu, memang banyak ditemukan batu bata di jalan setapak lahan sawah. “Ada pula batu bata yang masih terstruktur. Diduga memang masih asli,” ungkap Hery.

Dilihat dari bentuk strukturnya, temuan itu hampir sama seperti temuan batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, maupun di Desa Jurang Sapi, Tapen. Satu bata kuno itu berukuran lebar 15 cm, panjang 30 cm, dan tinggi 5 cm.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun lalu, ditemukan struktur batu bata di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer. Kini ditemukan lagi struktur batu zaman prasejarah di Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari. Struktur batu bata ini hampir mirip dengan yang ada di Alas Sumur.

Batu bata itu ditemukan oleh salah seorang warga, tiga hari lalu. Adalah Ahmad Ja’far, Kepala Dusun (Kasun) Bataan, yang menemukan struktur batu bata itu saat bermain burung di tengah area persawahan.

Berikutnya, Ja’far melaporkan temuan tersebut ke pihak-pihak terkait. Sampai akhirnya diterima Seksi Sejarah dan Purbakala dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso. Tim Dispendikbud akhirnya turun ke titik penemuan, kemarin.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Ja’far mengungkapkan, jika datang musim kemarau, terlihat banyak batu bata di lahan persawahan itu. Namun, selama ini tidak terlihat batu yang terstruktur. “Pertama kali saya lihat, saya menyangka sekadar batu bata. Tidak tahunya, batu bata kuno. Ada motif dan goresannya,” beber Ja’far.

Sebagai laporan, Ja’far mengambil sebuah batu bata sebagai contoh laporan kepada pihak terkait.

Sementara itu, Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala, menjelaskan, timnya turun untuk survei awal. Hasil survei perdana itu, memang banyak ditemukan batu bata di jalan setapak lahan sawah. “Ada pula batu bata yang masih terstruktur. Diduga memang masih asli,” ungkap Hery.

Dilihat dari bentuk strukturnya, temuan itu hampir sama seperti temuan batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, maupun di Desa Jurang Sapi, Tapen. Satu bata kuno itu berukuran lebar 15 cm, panjang 30 cm, dan tinggi 5 cm.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun lalu, ditemukan struktur batu bata di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer. Kini ditemukan lagi struktur batu zaman prasejarah di Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari. Struktur batu bata ini hampir mirip dengan yang ada di Alas Sumur.

Batu bata itu ditemukan oleh salah seorang warga, tiga hari lalu. Adalah Ahmad Ja’far, Kepala Dusun (Kasun) Bataan, yang menemukan struktur batu bata itu saat bermain burung di tengah area persawahan.

Berikutnya, Ja’far melaporkan temuan tersebut ke pihak-pihak terkait. Sampai akhirnya diterima Seksi Sejarah dan Purbakala dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso. Tim Dispendikbud akhirnya turun ke titik penemuan, kemarin.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Ja’far mengungkapkan, jika datang musim kemarau, terlihat banyak batu bata di lahan persawahan itu. Namun, selama ini tidak terlihat batu yang terstruktur. “Pertama kali saya lihat, saya menyangka sekadar batu bata. Tidak tahunya, batu bata kuno. Ada motif dan goresannya,” beber Ja’far.

Sebagai laporan, Ja’far mengambil sebuah batu bata sebagai contoh laporan kepada pihak terkait.

Sementara itu, Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala, menjelaskan, timnya turun untuk survei awal. Hasil survei perdana itu, memang banyak ditemukan batu bata di jalan setapak lahan sawah. “Ada pula batu bata yang masih terstruktur. Diduga memang masih asli,” ungkap Hery.

Dilihat dari bentuk strukturnya, temuan itu hampir sama seperti temuan batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, maupun di Desa Jurang Sapi, Tapen. Satu bata kuno itu berukuran lebar 15 cm, panjang 30 cm, dan tinggi 5 cm.

Previous article
Next articleSisihkan Uang untuk Beli Buku Anak-Anak

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/