22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Perempuan di Bondowoso Culik Anak Majikannya untuk Mengemis di Tangerang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kasus penculikan anak terjadi di Bondowoso, Jawa Timur. Seorang asisten rumah tangga (ART), nekat menculik anak majikannya untuk dijadikan alat mengemis di luar daerah. Pelaku diketahui bernama Nurul, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pelaku kurang lebih enam bekerja sebagai ART di rumah korban. Namun pada 15 Januari lalu, dia menculik anak majikannya sendiri yang masih berusia delapan bulan. Tepatnya, saat korban berada di rumah kakeknya, di Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami.

BACA JUGA: Muncul Kabar Penculikan Anak

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko mengatakan, setelah beberapa bulan bekerja di rumah korban, muncul niat jahat pelaku untuk menculik anak majikannya itu. Berdasarkan pengakuan pelaku, ada dua motif yang melatarbelakangi aksinya tersebut. Salah satunya untuk menakut-nakuti pacar pelaku, bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan sang kekasih. 

Sementara motif lainnya, lanjut AKBP Wimboko, pelaku berniat mengeksploitasi anak tersebut untuk mendapatkan uang. Sebab, bayi tersebut sempat dibawa ke Surabaya. Namun, pelaku kembali membawa anak majikannya itu ke Bondowoso. “Korban sempat dibawa mengemis di jalanan wilayah Tangerang (Provinsi Banten, Red),” katanya.

Orang tua korban yang mengetahui anaknya diculik, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sehari setelahnya, Polres Bondowoso meringkus pelaku di sebuah rumah Dusun Taman, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman paling ringan 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. 

Selain itu, AKBP Wimboko juga menuturkan modus penculikan dan eksploitasi anak ini terus berkembang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap waspada, serta melakukan pengawasan terhadap anaknya masing-masing. “Perhatikan, kemana anaknya, bersama siapa, dan apa yang dilakukan,” kata dia. (*)

Reporter: Ilham Wahyudi

Foto      : Ilham Wahyudi

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kasus penculikan anak terjadi di Bondowoso, Jawa Timur. Seorang asisten rumah tangga (ART), nekat menculik anak majikannya untuk dijadikan alat mengemis di luar daerah. Pelaku diketahui bernama Nurul, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pelaku kurang lebih enam bekerja sebagai ART di rumah korban. Namun pada 15 Januari lalu, dia menculik anak majikannya sendiri yang masih berusia delapan bulan. Tepatnya, saat korban berada di rumah kakeknya, di Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami.

BACA JUGA: Muncul Kabar Penculikan Anak

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko mengatakan, setelah beberapa bulan bekerja di rumah korban, muncul niat jahat pelaku untuk menculik anak majikannya itu. Berdasarkan pengakuan pelaku, ada dua motif yang melatarbelakangi aksinya tersebut. Salah satunya untuk menakut-nakuti pacar pelaku, bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan sang kekasih. 

Sementara motif lainnya, lanjut AKBP Wimboko, pelaku berniat mengeksploitasi anak tersebut untuk mendapatkan uang. Sebab, bayi tersebut sempat dibawa ke Surabaya. Namun, pelaku kembali membawa anak majikannya itu ke Bondowoso. “Korban sempat dibawa mengemis di jalanan wilayah Tangerang (Provinsi Banten, Red),” katanya.

Orang tua korban yang mengetahui anaknya diculik, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sehari setelahnya, Polres Bondowoso meringkus pelaku di sebuah rumah Dusun Taman, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman paling ringan 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. 

Selain itu, AKBP Wimboko juga menuturkan modus penculikan dan eksploitasi anak ini terus berkembang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap waspada, serta melakukan pengawasan terhadap anaknya masing-masing. “Perhatikan, kemana anaknya, bersama siapa, dan apa yang dilakukan,” kata dia. (*)

Reporter: Ilham Wahyudi

Foto      : Ilham Wahyudi

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kasus penculikan anak terjadi di Bondowoso, Jawa Timur. Seorang asisten rumah tangga (ART), nekat menculik anak majikannya untuk dijadikan alat mengemis di luar daerah. Pelaku diketahui bernama Nurul, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pelaku kurang lebih enam bekerja sebagai ART di rumah korban. Namun pada 15 Januari lalu, dia menculik anak majikannya sendiri yang masih berusia delapan bulan. Tepatnya, saat korban berada di rumah kakeknya, di Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami.

BACA JUGA: Muncul Kabar Penculikan Anak

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko mengatakan, setelah beberapa bulan bekerja di rumah korban, muncul niat jahat pelaku untuk menculik anak majikannya itu. Berdasarkan pengakuan pelaku, ada dua motif yang melatarbelakangi aksinya tersebut. Salah satunya untuk menakut-nakuti pacar pelaku, bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan sang kekasih. 

Sementara motif lainnya, lanjut AKBP Wimboko, pelaku berniat mengeksploitasi anak tersebut untuk mendapatkan uang. Sebab, bayi tersebut sempat dibawa ke Surabaya. Namun, pelaku kembali membawa anak majikannya itu ke Bondowoso. “Korban sempat dibawa mengemis di jalanan wilayah Tangerang (Provinsi Banten, Red),” katanya.

Orang tua korban yang mengetahui anaknya diculik, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sehari setelahnya, Polres Bondowoso meringkus pelaku di sebuah rumah Dusun Taman, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman paling ringan 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. 

Selain itu, AKBP Wimboko juga menuturkan modus penculikan dan eksploitasi anak ini terus berkembang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap waspada, serta melakukan pengawasan terhadap anaknya masing-masing. “Perhatikan, kemana anaknya, bersama siapa, dan apa yang dilakukan,” kata dia. (*)

Reporter: Ilham Wahyudi

Foto      : Ilham Wahyudi

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca