alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dua Fokus, DTKS dan Non-DTKS

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari sisi Dinas Sosial, pengentasan kemiskinan ke depan terdapat dua macam fokus. Pertama, mengupayakan optimalisasi penerimaan bantuan bagi warga miskin yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan tersebut berasal dari pusat, provinsi, maupun kabupaten. Kedua, bagi warga miskin yang belum terdata dalam DTKS, akan dimasukkan dalam program Tanggap Peduli Masyarakat Miskin (Tape Manis) milik Kabupaten Bondowoso. “Tape Manis adalah aset kabupaten untuk penanggulangan kemiskinan,” ujar Saefuddin Zuhri, Plt Kepala Dinsos.

Lebih lanjut, dirinya optimistis problematika kemiskinan ke depannya akan mampu diatasi dengan program kolaborasi. Keyakinan tersebut, menurut dia, berdasarkan program yang akan dijalankan ke depannya, yang berusaha mengaver seluruh masyarakat miskin Kabupaten Bondowoso. Baik yang terdata dalam DTKS maupun warga miskin yang belum terdata. “Dengan dua program tersebut, semua masyarakat akan tertangani. Saya yakin angka kemiskinan akan menurun,” terangnya.

Syaefuddin juga mengungkapkan, jika tidak ada pandemi, maka angka kemiskinan dimungkinkan akan turun. Sebab, saat pandemi ada banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan tidak bisa beraktivitas normal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ke depan, akan banyak program digelontorkan. Di antaranya program dari pusat untuk mengentaskan kemiskinan. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut selama tahun 2020 telah diterima oleh 62 ribu keluarga miskin di Bondowoso. Program lainnya yang berasal dari pusat adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan jumlah penerima 95 ribu keluarga miskin. “Kemudian ada juga bantuan sosial tunai (BST), itu mereka dapat uang, tapi tidak lewat kami. Tapi lewat pos. Kami di Dinsos hanya monitoring saja,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari sisi Dinas Sosial, pengentasan kemiskinan ke depan terdapat dua macam fokus. Pertama, mengupayakan optimalisasi penerimaan bantuan bagi warga miskin yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan tersebut berasal dari pusat, provinsi, maupun kabupaten. Kedua, bagi warga miskin yang belum terdata dalam DTKS, akan dimasukkan dalam program Tanggap Peduli Masyarakat Miskin (Tape Manis) milik Kabupaten Bondowoso. “Tape Manis adalah aset kabupaten untuk penanggulangan kemiskinan,” ujar Saefuddin Zuhri, Plt Kepala Dinsos.

Lebih lanjut, dirinya optimistis problematika kemiskinan ke depannya akan mampu diatasi dengan program kolaborasi. Keyakinan tersebut, menurut dia, berdasarkan program yang akan dijalankan ke depannya, yang berusaha mengaver seluruh masyarakat miskin Kabupaten Bondowoso. Baik yang terdata dalam DTKS maupun warga miskin yang belum terdata. “Dengan dua program tersebut, semua masyarakat akan tertangani. Saya yakin angka kemiskinan akan menurun,” terangnya.

Syaefuddin juga mengungkapkan, jika tidak ada pandemi, maka angka kemiskinan dimungkinkan akan turun. Sebab, saat pandemi ada banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan tidak bisa beraktivitas normal.

Ke depan, akan banyak program digelontorkan. Di antaranya program dari pusat untuk mengentaskan kemiskinan. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut selama tahun 2020 telah diterima oleh 62 ribu keluarga miskin di Bondowoso. Program lainnya yang berasal dari pusat adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan jumlah penerima 95 ribu keluarga miskin. “Kemudian ada juga bantuan sosial tunai (BST), itu mereka dapat uang, tapi tidak lewat kami. Tapi lewat pos. Kami di Dinsos hanya monitoring saja,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dari sisi Dinas Sosial, pengentasan kemiskinan ke depan terdapat dua macam fokus. Pertama, mengupayakan optimalisasi penerimaan bantuan bagi warga miskin yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan tersebut berasal dari pusat, provinsi, maupun kabupaten. Kedua, bagi warga miskin yang belum terdata dalam DTKS, akan dimasukkan dalam program Tanggap Peduli Masyarakat Miskin (Tape Manis) milik Kabupaten Bondowoso. “Tape Manis adalah aset kabupaten untuk penanggulangan kemiskinan,” ujar Saefuddin Zuhri, Plt Kepala Dinsos.

Lebih lanjut, dirinya optimistis problematika kemiskinan ke depannya akan mampu diatasi dengan program kolaborasi. Keyakinan tersebut, menurut dia, berdasarkan program yang akan dijalankan ke depannya, yang berusaha mengaver seluruh masyarakat miskin Kabupaten Bondowoso. Baik yang terdata dalam DTKS maupun warga miskin yang belum terdata. “Dengan dua program tersebut, semua masyarakat akan tertangani. Saya yakin angka kemiskinan akan menurun,” terangnya.

Syaefuddin juga mengungkapkan, jika tidak ada pandemi, maka angka kemiskinan dimungkinkan akan turun. Sebab, saat pandemi ada banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan tidak bisa beraktivitas normal.

Ke depan, akan banyak program digelontorkan. Di antaranya program dari pusat untuk mengentaskan kemiskinan. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut selama tahun 2020 telah diterima oleh 62 ribu keluarga miskin di Bondowoso. Program lainnya yang berasal dari pusat adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan jumlah penerima 95 ribu keluarga miskin. “Kemudian ada juga bantuan sosial tunai (BST), itu mereka dapat uang, tapi tidak lewat kami. Tapi lewat pos. Kami di Dinsos hanya monitoring saja,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/