30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Peringatan Tragedi Gerbong Maut Bondowoso

Kemarin, 23 November merupakan hari yang bersejarah bagi perjuangan masyarakat Bondowoso. Bagaimana tidak, pada tanggal yang sama di tahun 1947 silam, tragedi berdarah terjadi pada para pejuang di Kota Tape. Mereka harus meninggal di dalam gerbong kereta, ketika akan dipindahkan dari Lapas Bondowoso ke Surabaya. Tragedi itu kemudian dikenal dengan Gerbong Maut. 

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suara mercon menggema di sepanjang jalan, dari Lapas Kelas II B Bondowoso menuju Stasiun Kereta Api Bondowoso yang kini menjadi museum. Isak tangis sejumlah anak pun terdengar jelas. Di samping itu, sejumlah siswa memeragakan tentara Belanda yang memegang senjata. Ya, mereka sedang melakukan napak tilas dan memeragakan tragedi Gerbong Maut, sebagai cara memperingati hari bersejarah tersebut.

BACA JUGA : Dugaan Suap Mantan Kepala Bappeda Jatim, KPK Telusuri Aliran BKK Rp 4 M

Para pengguna jalan dan masyarakat umum yang mengetahui teatrikal tersebut sontak berbondong-bondong untuk menyaksikan. Suasana hening pun tercipta, kala melihat pertunjukan kekejaman para penjajah pada zaman dahulu. Di sepanjang jalan, mereka juga menaburkan bunga untuk menghormati jasa pahlawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pertunjukan tersebut ternyata sengaja digelar oleh PT KAI Daop 9 Jember, dengan melibatkan puluhan siswa dari berbagai sekolah di Jember. Mereka terlihat menghayati setiap peran yang dimainkan. Jatuh, bangun, berguling, ditendang, dan lainnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suara mercon menggema di sepanjang jalan, dari Lapas Kelas II B Bondowoso menuju Stasiun Kereta Api Bondowoso yang kini menjadi museum. Isak tangis sejumlah anak pun terdengar jelas. Di samping itu, sejumlah siswa memeragakan tentara Belanda yang memegang senjata. Ya, mereka sedang melakukan napak tilas dan memeragakan tragedi Gerbong Maut, sebagai cara memperingati hari bersejarah tersebut.

BACA JUGA : Dugaan Suap Mantan Kepala Bappeda Jatim, KPK Telusuri Aliran BKK Rp 4 M

Para pengguna jalan dan masyarakat umum yang mengetahui teatrikal tersebut sontak berbondong-bondong untuk menyaksikan. Suasana hening pun tercipta, kala melihat pertunjukan kekejaman para penjajah pada zaman dahulu. Di sepanjang jalan, mereka juga menaburkan bunga untuk menghormati jasa pahlawan.

Pertunjukan tersebut ternyata sengaja digelar oleh PT KAI Daop 9 Jember, dengan melibatkan puluhan siswa dari berbagai sekolah di Jember. Mereka terlihat menghayati setiap peran yang dimainkan. Jatuh, bangun, berguling, ditendang, dan lainnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suara mercon menggema di sepanjang jalan, dari Lapas Kelas II B Bondowoso menuju Stasiun Kereta Api Bondowoso yang kini menjadi museum. Isak tangis sejumlah anak pun terdengar jelas. Di samping itu, sejumlah siswa memeragakan tentara Belanda yang memegang senjata. Ya, mereka sedang melakukan napak tilas dan memeragakan tragedi Gerbong Maut, sebagai cara memperingati hari bersejarah tersebut.

BACA JUGA : Dugaan Suap Mantan Kepala Bappeda Jatim, KPK Telusuri Aliran BKK Rp 4 M

Para pengguna jalan dan masyarakat umum yang mengetahui teatrikal tersebut sontak berbondong-bondong untuk menyaksikan. Suasana hening pun tercipta, kala melihat pertunjukan kekejaman para penjajah pada zaman dahulu. Di sepanjang jalan, mereka juga menaburkan bunga untuk menghormati jasa pahlawan.

Pertunjukan tersebut ternyata sengaja digelar oleh PT KAI Daop 9 Jember, dengan melibatkan puluhan siswa dari berbagai sekolah di Jember. Mereka terlihat menghayati setiap peran yang dimainkan. Jatuh, bangun, berguling, ditendang, dan lainnya.

BERITA TERKINI

Atlet Bridge Jember Gacor di Kejurnas

Eksepsi Kades Klatakan Ditolak

Ancaman Resesi Jelang Akhir Tahun

Wajib Dibaca

/