alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Simulasi Padamkan Api di Balik Jeruji Besi, Ini Caranya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) berusaha menjinakkan api di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bondowoso. Bukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, namun petugas memadamkan api dengan alat seadanya seperti karung goni dan alat pemadam api ringan (APAR).

Aksi tersebut merupakan simulasi dan sosialisasi kepada para petugas lapas bagaimana cara menghadapi kebakaran sebelum api membesar, yang digelar di lapangan lapas setempat, Rabu (22/9) kemarin. Simulasi dan sosialisasi diberikan terhadap 40 petugas lapas, guna mengantisipasi musibah kebakaran seperti yang telah terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, beberapa waktu lalu.

Kalapas Bondowoso Sarwito menerangkan, lapas memang memiliki sejumlah APAR. Namun, diakuinya untuk menggunakan alat tersebut perlu pemahaman lebih baik. Sehingga sosialisasi dan simulasi diberikan kepada para petugas sebagai upaya pencegahan secara dini. “Dengan sosialisasi tersebut, kami baru tahu, kalau kita awam selama ini LPG meledak, nggak tahunya tidak meledak,” ucapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain simulasi, pihaknya menggandeng PLN setempat untuk mengecek instalasi kabel listrik di seluruh ruang lapas. Hasilnya, tidak ditemukan pemasangan kabel ilegal yang berpotensi terjadi korsleting listrik dan masih sesuai dengan standardisasi. “Alhamdulillah, dari keterangan dari PLN masih standar, tidak ada yang overload,” terangnya. Pihaknya pun mengimbau kepada para petugas dan warga binaan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok dan tidak menyambung listrik di luar ketentuan.

Sementara itu, Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko mengungkapkan, pihaknya memberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi api dengan tidak panik. Selain itu, penting diketahui tentang kondisi APAR dan cara menggunakannya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) berusaha menjinakkan api di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bondowoso. Bukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, namun petugas memadamkan api dengan alat seadanya seperti karung goni dan alat pemadam api ringan (APAR).

Aksi tersebut merupakan simulasi dan sosialisasi kepada para petugas lapas bagaimana cara menghadapi kebakaran sebelum api membesar, yang digelar di lapangan lapas setempat, Rabu (22/9) kemarin. Simulasi dan sosialisasi diberikan terhadap 40 petugas lapas, guna mengantisipasi musibah kebakaran seperti yang telah terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, beberapa waktu lalu.

Kalapas Bondowoso Sarwito menerangkan, lapas memang memiliki sejumlah APAR. Namun, diakuinya untuk menggunakan alat tersebut perlu pemahaman lebih baik. Sehingga sosialisasi dan simulasi diberikan kepada para petugas sebagai upaya pencegahan secara dini. “Dengan sosialisasi tersebut, kami baru tahu, kalau kita awam selama ini LPG meledak, nggak tahunya tidak meledak,” ucapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Selain simulasi, pihaknya menggandeng PLN setempat untuk mengecek instalasi kabel listrik di seluruh ruang lapas. Hasilnya, tidak ditemukan pemasangan kabel ilegal yang berpotensi terjadi korsleting listrik dan masih sesuai dengan standardisasi. “Alhamdulillah, dari keterangan dari PLN masih standar, tidak ada yang overload,” terangnya. Pihaknya pun mengimbau kepada para petugas dan warga binaan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok dan tidak menyambung listrik di luar ketentuan.

Sementara itu, Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko mengungkapkan, pihaknya memberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi api dengan tidak panik. Selain itu, penting diketahui tentang kondisi APAR dan cara menggunakannya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) berusaha menjinakkan api di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bondowoso. Bukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, namun petugas memadamkan api dengan alat seadanya seperti karung goni dan alat pemadam api ringan (APAR).

Aksi tersebut merupakan simulasi dan sosialisasi kepada para petugas lapas bagaimana cara menghadapi kebakaran sebelum api membesar, yang digelar di lapangan lapas setempat, Rabu (22/9) kemarin. Simulasi dan sosialisasi diberikan terhadap 40 petugas lapas, guna mengantisipasi musibah kebakaran seperti yang telah terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, beberapa waktu lalu.

Kalapas Bondowoso Sarwito menerangkan, lapas memang memiliki sejumlah APAR. Namun, diakuinya untuk menggunakan alat tersebut perlu pemahaman lebih baik. Sehingga sosialisasi dan simulasi diberikan kepada para petugas sebagai upaya pencegahan secara dini. “Dengan sosialisasi tersebut, kami baru tahu, kalau kita awam selama ini LPG meledak, nggak tahunya tidak meledak,” ucapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Selain simulasi, pihaknya menggandeng PLN setempat untuk mengecek instalasi kabel listrik di seluruh ruang lapas. Hasilnya, tidak ditemukan pemasangan kabel ilegal yang berpotensi terjadi korsleting listrik dan masih sesuai dengan standardisasi. “Alhamdulillah, dari keterangan dari PLN masih standar, tidak ada yang overload,” terangnya. Pihaknya pun mengimbau kepada para petugas dan warga binaan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok dan tidak menyambung listrik di luar ketentuan.

Sementara itu, Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko mengungkapkan, pihaknya memberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi api dengan tidak panik. Selain itu, penting diketahui tentang kondisi APAR dan cara menggunakannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/