alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Rumah di Botolinggo Terbakar Akibat Korsleting, Kerugian Capai 52 Juta

Pemkab Pastikan Bakal Bangunkan Rumah Kembali.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ahmad Kacong, warga Desa Lumutan 2, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, harus pasrah dan merelakan benda-benda yang dia miliki. Kemarin, rumahnya habis dilalap si jago merah. Total kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp 52 juta.

Ahmad Kacong menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada sore hari. Saat kejadian, dia bersama istrinya sedang melayat ke rumah warga desa tetangga. Diperkirakan terjadi pada pukul 16.30 waktu setempat.

Kebakaran diperkirakan terjadi karena korsleting listrik. Sebab, menurut dia, saat kejadian tidak ada yang membakar sampah atau memasak apa pun. “Karena korsleting listrik. Kabel yang kebakar pertama, karena apinya dari tengah langsung,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Api kemudian menjalar dengan cepat. Hal itu membuat rumahnya rata dengan tanah. Terlebih, sebelumnya dinding rumah yang terbakar terbuat dari bambu. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi langsung dengan sigap bahu-membahu  memadamkan api, setelah mengetahui terjadi kebakaran. Sehingga, tidak sampai menjalar ke rumah-rumah lainnya. “Kalau kerugian, ya, perkiraannya sekitar Rp 52 juta,” pungkasnya.

Setelah mengetahui hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso langsung turun tangan memberikan sejumlah bantuan. Bahkan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin langsung memberikan bantuan itu kepada warga yang rumahnya terbakar, kemarin (23/9) siang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, bantuan yang diberikan tersebut berupa sembako, beberapa perabotan rumah tangga, pakaian, dan beberapa bantuan lainnya. Bantuan yang diberikan berasal dari BPBD Bondowoso, Dinas Sosial, Bank Jatim, Bagian Kesra Pemkab, serta Dinas Perkim.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan beban keluarga korban. Selain itu, pihaknya mengingatkan agar bencana itu menjadi pelajaran bersama. Yakni, dengan meningkatkan kewaspadaan. “Kita harus hati-hati, terutama bagi masyarakat yang bakar-bakar sampah dan lainnya,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ahmad Kacong, warga Desa Lumutan 2, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, harus pasrah dan merelakan benda-benda yang dia miliki. Kemarin, rumahnya habis dilalap si jago merah. Total kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp 52 juta.

Ahmad Kacong menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada sore hari. Saat kejadian, dia bersama istrinya sedang melayat ke rumah warga desa tetangga. Diperkirakan terjadi pada pukul 16.30 waktu setempat.

Kebakaran diperkirakan terjadi karena korsleting listrik. Sebab, menurut dia, saat kejadian tidak ada yang membakar sampah atau memasak apa pun. “Karena korsleting listrik. Kabel yang kebakar pertama, karena apinya dari tengah langsung,” ungkapnya.

Api kemudian menjalar dengan cepat. Hal itu membuat rumahnya rata dengan tanah. Terlebih, sebelumnya dinding rumah yang terbakar terbuat dari bambu. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi langsung dengan sigap bahu-membahu  memadamkan api, setelah mengetahui terjadi kebakaran. Sehingga, tidak sampai menjalar ke rumah-rumah lainnya. “Kalau kerugian, ya, perkiraannya sekitar Rp 52 juta,” pungkasnya.

Setelah mengetahui hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso langsung turun tangan memberikan sejumlah bantuan. Bahkan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin langsung memberikan bantuan itu kepada warga yang rumahnya terbakar, kemarin (23/9) siang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, bantuan yang diberikan tersebut berupa sembako, beberapa perabotan rumah tangga, pakaian, dan beberapa bantuan lainnya. Bantuan yang diberikan berasal dari BPBD Bondowoso, Dinas Sosial, Bank Jatim, Bagian Kesra Pemkab, serta Dinas Perkim.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan beban keluarga korban. Selain itu, pihaknya mengingatkan agar bencana itu menjadi pelajaran bersama. Yakni, dengan meningkatkan kewaspadaan. “Kita harus hati-hati, terutama bagi masyarakat yang bakar-bakar sampah dan lainnya,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ahmad Kacong, warga Desa Lumutan 2, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso, harus pasrah dan merelakan benda-benda yang dia miliki. Kemarin, rumahnya habis dilalap si jago merah. Total kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp 52 juta.

Ahmad Kacong menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada sore hari. Saat kejadian, dia bersama istrinya sedang melayat ke rumah warga desa tetangga. Diperkirakan terjadi pada pukul 16.30 waktu setempat.

Kebakaran diperkirakan terjadi karena korsleting listrik. Sebab, menurut dia, saat kejadian tidak ada yang membakar sampah atau memasak apa pun. “Karena korsleting listrik. Kabel yang kebakar pertama, karena apinya dari tengah langsung,” ungkapnya.

Api kemudian menjalar dengan cepat. Hal itu membuat rumahnya rata dengan tanah. Terlebih, sebelumnya dinding rumah yang terbakar terbuat dari bambu. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi langsung dengan sigap bahu-membahu  memadamkan api, setelah mengetahui terjadi kebakaran. Sehingga, tidak sampai menjalar ke rumah-rumah lainnya. “Kalau kerugian, ya, perkiraannya sekitar Rp 52 juta,” pungkasnya.

Setelah mengetahui hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso langsung turun tangan memberikan sejumlah bantuan. Bahkan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin langsung memberikan bantuan itu kepada warga yang rumahnya terbakar, kemarin (23/9) siang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, bantuan yang diberikan tersebut berupa sembako, beberapa perabotan rumah tangga, pakaian, dan beberapa bantuan lainnya. Bantuan yang diberikan berasal dari BPBD Bondowoso, Dinas Sosial, Bank Jatim, Bagian Kesra Pemkab, serta Dinas Perkim.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan beban keluarga korban. Selain itu, pihaknya mengingatkan agar bencana itu menjadi pelajaran bersama. Yakni, dengan meningkatkan kewaspadaan. “Kita harus hati-hati, terutama bagi masyarakat yang bakar-bakar sampah dan lainnya,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/