alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Dipanggang Dulu Sebelum Masukan ke Kuali Santan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha kuliner dengan tampilan sederhana namun mampu lahirkan cita rasa sempurna. Sajian ceker berbuah dilengkapi leher dan kepala ayam selalu membuat rindu orang yang pernah mencicipinya. Pengunjung yang pernah singgah tak hanya dari dalam kabupaten saja, melainkan hingga kota sebelah bahkan dari luar pulau juga sering memanjakan lidahnya.

Yuk Cobain Ceker Ayam Bu Ning! Kuah Santannya Nikmat Diseruput

Warung sederhana bernama Warung Ceker Ayam Bu Ning, sudah ada sejak tahun 1986. Umur yang tidak muda bagi usaha, dengan cita rasa yang tidak berubah. Pengolahan yang dilakukan cukup praktis, namun perlu kehati-hatian. Manager Warung Ceker Ayam Bu Ning, Bintang Nur Amin mengungkapkan resep yang dipakai mulai berdiri tak pernah berubah. “Resepnya sejak dari nenek,” terang pria kelahiran 1997 itu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Bintang, bahan yang diperlukan tidak jauh berbeda dengan beberapa masakan lain yang berkuah santan. Paling membedakan menurutnya adalah takaran bahan serta proses memasak yang dilakukan secara bertahap. “Bahannya ada gula merah, santan garam, sama penyedap,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha kuliner dengan tampilan sederhana namun mampu lahirkan cita rasa sempurna. Sajian ceker berbuah dilengkapi leher dan kepala ayam selalu membuat rindu orang yang pernah mencicipinya. Pengunjung yang pernah singgah tak hanya dari dalam kabupaten saja, melainkan hingga kota sebelah bahkan dari luar pulau juga sering memanjakan lidahnya.

Yuk Cobain Ceker Ayam Bu Ning! Kuah Santannya Nikmat Diseruput

Warung sederhana bernama Warung Ceker Ayam Bu Ning, sudah ada sejak tahun 1986. Umur yang tidak muda bagi usaha, dengan cita rasa yang tidak berubah. Pengolahan yang dilakukan cukup praktis, namun perlu kehati-hatian. Manager Warung Ceker Ayam Bu Ning, Bintang Nur Amin mengungkapkan resep yang dipakai mulai berdiri tak pernah berubah. “Resepnya sejak dari nenek,” terang pria kelahiran 1997 itu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut Bintang, bahan yang diperlukan tidak jauh berbeda dengan beberapa masakan lain yang berkuah santan. Paling membedakan menurutnya adalah takaran bahan serta proses memasak yang dilakukan secara bertahap. “Bahannya ada gula merah, santan garam, sama penyedap,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha kuliner dengan tampilan sederhana namun mampu lahirkan cita rasa sempurna. Sajian ceker berbuah dilengkapi leher dan kepala ayam selalu membuat rindu orang yang pernah mencicipinya. Pengunjung yang pernah singgah tak hanya dari dalam kabupaten saja, melainkan hingga kota sebelah bahkan dari luar pulau juga sering memanjakan lidahnya.

Yuk Cobain Ceker Ayam Bu Ning! Kuah Santannya Nikmat Diseruput

Warung sederhana bernama Warung Ceker Ayam Bu Ning, sudah ada sejak tahun 1986. Umur yang tidak muda bagi usaha, dengan cita rasa yang tidak berubah. Pengolahan yang dilakukan cukup praktis, namun perlu kehati-hatian. Manager Warung Ceker Ayam Bu Ning, Bintang Nur Amin mengungkapkan resep yang dipakai mulai berdiri tak pernah berubah. “Resepnya sejak dari nenek,” terang pria kelahiran 1997 itu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut Bintang, bahan yang diperlukan tidak jauh berbeda dengan beberapa masakan lain yang berkuah santan. Paling membedakan menurutnya adalah takaran bahan serta proses memasak yang dilakukan secara bertahap. “Bahannya ada gula merah, santan garam, sama penyedap,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/