alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sampai Kapan Penantian Bantuan untuk PKL?

Dinsos: Masih Validasi Data

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM darurat memang belum berakhir. Karena itu, sejumlah warga terdampak pandemi, termasuk PKL, dijanjikan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Namun, bantuan dari APBD Bondowoso yang disebut dari biaya tidak terduga (BTT) untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair.

Seperti diakui oleh Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Bondowoso Mujiati. Dirinya mengaku bahwa beberapa hari lalu anggotanya didata oleh petugas pemerintah. Namun, hingga saat ini bantuan yang disebut untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair. “Pas saya tanya kepada petugas kapan cair, katanya masih pengajuan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Dirinya berharap bantuan tersebut bisa segara dibagikan. Sebab, sudah banyak PKL yang menjerit karena kebutuhan. Seperti ada anggota keluarga yang sakit dan kebutuhan lainnya. “Apa harus dengan cara dipaksa baru dikeluarkan? Mereka ini butuh makan juga,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di lain sisi, pihaknya berharap pemerintah tak hanya memberikan ikan. Melainkan juga memberi kail, agar mereka bisa tetap berusaha setiap hari. “Artinya, alun-alun dibuka tapi dengan syarat, dengan catatan. Mau protokol kesehatan, oke. Tak harus ditutup semua. Ini kan bukan pembatasan, tapi penutupan,” harap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Syaefudin Suhri mengaku, pihaknya masih melakukan validasi data. Sebab, akhir-akhir ini ada banyak bantuan dari pemerintah pusat.  Sehingga, selalu saja ada perubahan data agar tak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Itu sudah selesai kemarin, terus ada bantuan lagi ini. Kan biar tak tempuk, diubah lagi datanya. Senin (26/7) ini ada bantuan lagi,. Setelah itu, ada bantuan lagi, sehingga validasi lagi, agar tak tumpang tindih,” ungkapnya.

- Advertisement -

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM darurat memang belum berakhir. Karena itu, sejumlah warga terdampak pandemi, termasuk PKL, dijanjikan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Namun, bantuan dari APBD Bondowoso yang disebut dari biaya tidak terduga (BTT) untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair.

Seperti diakui oleh Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Bondowoso Mujiati. Dirinya mengaku bahwa beberapa hari lalu anggotanya didata oleh petugas pemerintah. Namun, hingga saat ini bantuan yang disebut untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair. “Pas saya tanya kepada petugas kapan cair, katanya masih pengajuan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Dirinya berharap bantuan tersebut bisa segara dibagikan. Sebab, sudah banyak PKL yang menjerit karena kebutuhan. Seperti ada anggota keluarga yang sakit dan kebutuhan lainnya. “Apa harus dengan cara dipaksa baru dikeluarkan? Mereka ini butuh makan juga,” tegasnya.

Di lain sisi, pihaknya berharap pemerintah tak hanya memberikan ikan. Melainkan juga memberi kail, agar mereka bisa tetap berusaha setiap hari. “Artinya, alun-alun dibuka tapi dengan syarat, dengan catatan. Mau protokol kesehatan, oke. Tak harus ditutup semua. Ini kan bukan pembatasan, tapi penutupan,” harap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Syaefudin Suhri mengaku, pihaknya masih melakukan validasi data. Sebab, akhir-akhir ini ada banyak bantuan dari pemerintah pusat.  Sehingga, selalu saja ada perubahan data agar tak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Itu sudah selesai kemarin, terus ada bantuan lagi ini. Kan biar tak tempuk, diubah lagi datanya. Senin (26/7) ini ada bantuan lagi,. Setelah itu, ada bantuan lagi, sehingga validasi lagi, agar tak tumpang tindih,” ungkapnya.

DABASAH, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM darurat memang belum berakhir. Karena itu, sejumlah warga terdampak pandemi, termasuk PKL, dijanjikan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Namun, bantuan dari APBD Bondowoso yang disebut dari biaya tidak terduga (BTT) untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair.

Seperti diakui oleh Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Bondowoso Mujiati. Dirinya mengaku bahwa beberapa hari lalu anggotanya didata oleh petugas pemerintah. Namun, hingga saat ini bantuan yang disebut untuk pekerja dan PKL terdampak PPKM darurat tak kunjung cair. “Pas saya tanya kepada petugas kapan cair, katanya masih pengajuan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Dirinya berharap bantuan tersebut bisa segara dibagikan. Sebab, sudah banyak PKL yang menjerit karena kebutuhan. Seperti ada anggota keluarga yang sakit dan kebutuhan lainnya. “Apa harus dengan cara dipaksa baru dikeluarkan? Mereka ini butuh makan juga,” tegasnya.

Di lain sisi, pihaknya berharap pemerintah tak hanya memberikan ikan. Melainkan juga memberi kail, agar mereka bisa tetap berusaha setiap hari. “Artinya, alun-alun dibuka tapi dengan syarat, dengan catatan. Mau protokol kesehatan, oke. Tak harus ditutup semua. Ini kan bukan pembatasan, tapi penutupan,” harap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Syaefudin Suhri mengaku, pihaknya masih melakukan validasi data. Sebab, akhir-akhir ini ada banyak bantuan dari pemerintah pusat.  Sehingga, selalu saja ada perubahan data agar tak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Itu sudah selesai kemarin, terus ada bantuan lagi ini. Kan biar tak tempuk, diubah lagi datanya. Senin (26/7) ini ada bantuan lagi,. Setelah itu, ada bantuan lagi, sehingga validasi lagi, agar tak tumpang tindih,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/