alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

73 Nakes Terkonfirmasi Positif di RSUD dr Koesnadi Bondowoso

IRD Hanya untuk Pasien Gejala Berat

Mobile_AP_Rectangle 1

KOTAKULON, RADARJEMBER.ID – Dalam beberapa hari ke depan, RSUD dr Koesnadi Bondowoso hanya melayani pasien Covid-19 gejala berat. Hal itu menyusul 73 tenaga kesehatan (nakes) dan sejumlah karyawan terkonfirmasi positif korona.

Pihak rumah sakit pun menerbitkan surat pemberitahuan tertanggal 22 Juli 2021, bahwa dalam rangka melakukan dekontaminasi dan penataan ulang alur IGD, RSUD hanya bisa menerima rujukan kasus berat dan pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (ponek).

Hal itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data rumah sakit, dari total tersebut, 67 orang menjalani isolasi mandiri dan enam orang menjalani perawatan. Terdiri atas dokter, apoteker, bidan, staf administrasi, dan beberapa tenaga yang lain. Paling banyak perawat, yakni 41 orang. Sementara, total kasus baru di RSUD dr Koesnadi Bondowoso per 23 Juli berjumlah 229 kasus, dan 154 pasien sudah sembuh. Paling banyak terpapar perawat, yakni 93 orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengakui nakes di UGD sudah banyak yang ambruk. Yakni tiga dokter dan tujuh perawat, karena paling banyak menerima pasien. “Sakit, terkonfirmasi, lalu isolasi mandiri. Per kemarin ada tiga dokter terpapar. Sehingga kami izin ke kadinkes untuk buat surat,” katanya.

Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Tetapi, juga yang melayani non Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

Menurutnya, mulai Senin (26/7) mendatang poliklinik atau rawat jalan ditutup sementara sampai waktu yang belum ditentukan. “Jadi, tenaga kesehatan di rawat jalan akan diperbantukan di rawat inap,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya. Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan rekrutmen relawan di RSUD dr Koesnadi. Total sudah ada 17 yang mendaftar. Tapi kendalanya, ketika menjalani swab, ternyata ada satu orang yang terkonfirmasi positif. “Kami beri penghasilan harian selama pandemi. Rata-rata yang dibutuhkan paling banyak perawat dan dokter umum,” paparnya.

- Advertisement -

KOTAKULON, RADARJEMBER.ID – Dalam beberapa hari ke depan, RSUD dr Koesnadi Bondowoso hanya melayani pasien Covid-19 gejala berat. Hal itu menyusul 73 tenaga kesehatan (nakes) dan sejumlah karyawan terkonfirmasi positif korona.

Pihak rumah sakit pun menerbitkan surat pemberitahuan tertanggal 22 Juli 2021, bahwa dalam rangka melakukan dekontaminasi dan penataan ulang alur IGD, RSUD hanya bisa menerima rujukan kasus berat dan pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (ponek).

Hal itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data rumah sakit, dari total tersebut, 67 orang menjalani isolasi mandiri dan enam orang menjalani perawatan. Terdiri atas dokter, apoteker, bidan, staf administrasi, dan beberapa tenaga yang lain. Paling banyak perawat, yakni 41 orang. Sementara, total kasus baru di RSUD dr Koesnadi Bondowoso per 23 Juli berjumlah 229 kasus, dan 154 pasien sudah sembuh. Paling banyak terpapar perawat, yakni 93 orang.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengakui nakes di UGD sudah banyak yang ambruk. Yakni tiga dokter dan tujuh perawat, karena paling banyak menerima pasien. “Sakit, terkonfirmasi, lalu isolasi mandiri. Per kemarin ada tiga dokter terpapar. Sehingga kami izin ke kadinkes untuk buat surat,” katanya.

Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Tetapi, juga yang melayani non Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

Menurutnya, mulai Senin (26/7) mendatang poliklinik atau rawat jalan ditutup sementara sampai waktu yang belum ditentukan. “Jadi, tenaga kesehatan di rawat jalan akan diperbantukan di rawat inap,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya. Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan rekrutmen relawan di RSUD dr Koesnadi. Total sudah ada 17 yang mendaftar. Tapi kendalanya, ketika menjalani swab, ternyata ada satu orang yang terkonfirmasi positif. “Kami beri penghasilan harian selama pandemi. Rata-rata yang dibutuhkan paling banyak perawat dan dokter umum,” paparnya.

KOTAKULON, RADARJEMBER.ID – Dalam beberapa hari ke depan, RSUD dr Koesnadi Bondowoso hanya melayani pasien Covid-19 gejala berat. Hal itu menyusul 73 tenaga kesehatan (nakes) dan sejumlah karyawan terkonfirmasi positif korona.

Pihak rumah sakit pun menerbitkan surat pemberitahuan tertanggal 22 Juli 2021, bahwa dalam rangka melakukan dekontaminasi dan penataan ulang alur IGD, RSUD hanya bisa menerima rujukan kasus berat dan pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (ponek).

Hal itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data rumah sakit, dari total tersebut, 67 orang menjalani isolasi mandiri dan enam orang menjalani perawatan. Terdiri atas dokter, apoteker, bidan, staf administrasi, dan beberapa tenaga yang lain. Paling banyak perawat, yakni 41 orang. Sementara, total kasus baru di RSUD dr Koesnadi Bondowoso per 23 Juli berjumlah 229 kasus, dan 154 pasien sudah sembuh. Paling banyak terpapar perawat, yakni 93 orang.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengakui nakes di UGD sudah banyak yang ambruk. Yakni tiga dokter dan tujuh perawat, karena paling banyak menerima pasien. “Sakit, terkonfirmasi, lalu isolasi mandiri. Per kemarin ada tiga dokter terpapar. Sehingga kami izin ke kadinkes untuk buat surat,” katanya.

Adapun yang terpapar tidak hanya nakes yang melayani pasien Covid-19. Tetapi, juga yang melayani non Covid-19 dan bagian administrasi. “Sebab, ada yang terpapar di keluarganya,” imbuhnya.

Menurutnya, mulai Senin (26/7) mendatang poliklinik atau rawat jalan ditutup sementara sampai waktu yang belum ditentukan. “Jadi, tenaga kesehatan di rawat jalan akan diperbantukan di rawat inap,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/7) kemarin.

Pihaknya menyebutkan, ada sekitar dua nakes di masing-masing poli. “Kalau ditutup 10 saja, sudah dapat 20 perawat,” katanya. Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan rekrutmen relawan di RSUD dr Koesnadi. Total sudah ada 17 yang mendaftar. Tapi kendalanya, ketika menjalani swab, ternyata ada satu orang yang terkonfirmasi positif. “Kami beri penghasilan harian selama pandemi. Rata-rata yang dibutuhkan paling banyak perawat dan dokter umum,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/