alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Renang Target Medali Perak

Tak Berlatih di Kolam Standar

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Meskipun tidak memiliki kolam standar untuk olahraga renang, ternyata tidak membuat tim renang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bondowoso pesimistis untuk meraih prestasi. Bahkan mereka berani menargetkan medali, meski hanya berupa satu medali perunggu, dari empat atlet yang diturunkan.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Ahmad Sukemi, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bondowoso, mengatakan, awalnya merencanakan untuk memberangkatkan enam atlet renang. Tapi, karena dua di antaranya mengalami kendala, yakni sedang melakukan pendidikan di luar daerah, akhirnya diputuskan hanya empat atlet yang diturunkan. “Tiga putra dan satu putri,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tiga di antaranya merupakan siswa SMP, kemudian satu lainnya adalah siswa SMA. Diharapkan, perenang yang masih SMA dapat memboyong medali perak di Porprov. Sementara, lainnya dijadikan sebagai ajang pembelajaran untuk meraih prestasi dalam ajang selanjutnya. Terlebih, mereka dianggap sebagai aset atlet renang potensial di masa mendatang. “Kalau kami genjot sekarang, bisa-bisa layu atlet renang yang masih SMP itu,” paparnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengaku sudah memberikan latihan yang sesuai kepada para atlet. Bahkan, dalam satu pekan, menurutnya, tidak ada hari libur untuk berlatih. Sebab, selain diberikan pelatihan di air, para atlet juga diberikan pelatihan di darat.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Meskipun tidak memiliki kolam standar untuk olahraga renang, ternyata tidak membuat tim renang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bondowoso pesimistis untuk meraih prestasi. Bahkan mereka berani menargetkan medali, meski hanya berupa satu medali perunggu, dari empat atlet yang diturunkan.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Ahmad Sukemi, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bondowoso, mengatakan, awalnya merencanakan untuk memberangkatkan enam atlet renang. Tapi, karena dua di antaranya mengalami kendala, yakni sedang melakukan pendidikan di luar daerah, akhirnya diputuskan hanya empat atlet yang diturunkan. “Tiga putra dan satu putri,” katanya.

Tiga di antaranya merupakan siswa SMP, kemudian satu lainnya adalah siswa SMA. Diharapkan, perenang yang masih SMA dapat memboyong medali perak di Porprov. Sementara, lainnya dijadikan sebagai ajang pembelajaran untuk meraih prestasi dalam ajang selanjutnya. Terlebih, mereka dianggap sebagai aset atlet renang potensial di masa mendatang. “Kalau kami genjot sekarang, bisa-bisa layu atlet renang yang masih SMP itu,” paparnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengaku sudah memberikan latihan yang sesuai kepada para atlet. Bahkan, dalam satu pekan, menurutnya, tidak ada hari libur untuk berlatih. Sebab, selain diberikan pelatihan di air, para atlet juga diberikan pelatihan di darat.

DABASAH, Radar Ijen – Meskipun tidak memiliki kolam standar untuk olahraga renang, ternyata tidak membuat tim renang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bondowoso pesimistis untuk meraih prestasi. Bahkan mereka berani menargetkan medali, meski hanya berupa satu medali perunggu, dari empat atlet yang diturunkan.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Ahmad Sukemi, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bondowoso, mengatakan, awalnya merencanakan untuk memberangkatkan enam atlet renang. Tapi, karena dua di antaranya mengalami kendala, yakni sedang melakukan pendidikan di luar daerah, akhirnya diputuskan hanya empat atlet yang diturunkan. “Tiga putra dan satu putri,” katanya.

Tiga di antaranya merupakan siswa SMP, kemudian satu lainnya adalah siswa SMA. Diharapkan, perenang yang masih SMA dapat memboyong medali perak di Porprov. Sementara, lainnya dijadikan sebagai ajang pembelajaran untuk meraih prestasi dalam ajang selanjutnya. Terlebih, mereka dianggap sebagai aset atlet renang potensial di masa mendatang. “Kalau kami genjot sekarang, bisa-bisa layu atlet renang yang masih SMP itu,” paparnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengaku sudah memberikan latihan yang sesuai kepada para atlet. Bahkan, dalam satu pekan, menurutnya, tidak ada hari libur untuk berlatih. Sebab, selain diberikan pelatihan di air, para atlet juga diberikan pelatihan di darat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/