alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Camat Tamanan Diminta Mundur secara Halus

Alasannya karena Kesehatan hingga Rekom KASN

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Mimpi apa kira-kira yang dialami oleh Camat Tamanan Aris Wasiyanto ini. Tidak sampai satu tahun menjadi camat, justru dirinya didesak mundur. Bukan oleh masyarakat, melainkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso, yang meminta Aris Wasiyanto untuk mengajukan mutasi jabatan. Dengan kata lainnya mundur dari Camat Tamanan.

BACA JUGA : Sapi Perlu Dijemur Mirip Orang Terkena Covid JOGJAKARTA

Keseriusan untuk mendepak Camat Tamanan secara halus untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut tersaji saat Kepala BKPSDM Asnawi Sabil bersama sekretaris daerah (sekda) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) datang ke Kecamatan Tamanan, Senin (20/6) kemarin. “Selain Kepala BKPSDM yang datang ke sini (Kantor Camat Tamanan, Red) juga ada Bakesbanglinmaspol (Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat, dan Politik) inspektorat, Pj  Direktur  RSU Koesnadi, dan sekda,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Begitu banyak pejabat penting datang ke Kecamatan Tamanan tersebut bukan menjadi kabar baik untuk Aris. Tapi, membuat dirinya terdesak. Aris menjelaskan, permintaan untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut keluar dari mulut Kepala BKPSDM Asnawi Sabil. “Alasannya, saya diminta untuk mundur atau permohonan mutasi jabatan, karena ada rekomendasi dari KASN (Komite Aparatur Sipil Negara),” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Aris, yang dilantik sebagai Camat Tamanan pada Agustus 2021 lalu, menyatakan agar dibuatkan surat pemindahan bila memang ada surat rekomendasi dari KASN. “Kalau ada rekom KASN, sebaiknya ada surat yang dilayangkan ke saya untuk pindah,” paparnya. Karena tidak ada sepucuk surat sama sekali, Aris tetap akan bersikukuh untuk tidak mengajukan mutasi jabatan.

Dirinya diminta untuk pindah pada jabatan yang selevel dengan camat. Sementara, dirinya tidak ada persoalan dengan masyarakat Tamanan. “Apalagi berhenti, pindah sekali pun tidak akan saya lakukan,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Mimpi apa kira-kira yang dialami oleh Camat Tamanan Aris Wasiyanto ini. Tidak sampai satu tahun menjadi camat, justru dirinya didesak mundur. Bukan oleh masyarakat, melainkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso, yang meminta Aris Wasiyanto untuk mengajukan mutasi jabatan. Dengan kata lainnya mundur dari Camat Tamanan.

BACA JUGA : Sapi Perlu Dijemur Mirip Orang Terkena Covid JOGJAKARTA

Keseriusan untuk mendepak Camat Tamanan secara halus untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut tersaji saat Kepala BKPSDM Asnawi Sabil bersama sekretaris daerah (sekda) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) datang ke Kecamatan Tamanan, Senin (20/6) kemarin. “Selain Kepala BKPSDM yang datang ke sini (Kantor Camat Tamanan, Red) juga ada Bakesbanglinmaspol (Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat, dan Politik) inspektorat, Pj  Direktur  RSU Koesnadi, dan sekda,” ucapnya.

Begitu banyak pejabat penting datang ke Kecamatan Tamanan tersebut bukan menjadi kabar baik untuk Aris. Tapi, membuat dirinya terdesak. Aris menjelaskan, permintaan untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut keluar dari mulut Kepala BKPSDM Asnawi Sabil. “Alasannya, saya diminta untuk mundur atau permohonan mutasi jabatan, karena ada rekomendasi dari KASN (Komite Aparatur Sipil Negara),” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Aris, yang dilantik sebagai Camat Tamanan pada Agustus 2021 lalu, menyatakan agar dibuatkan surat pemindahan bila memang ada surat rekomendasi dari KASN. “Kalau ada rekom KASN, sebaiknya ada surat yang dilayangkan ke saya untuk pindah,” paparnya. Karena tidak ada sepucuk surat sama sekali, Aris tetap akan bersikukuh untuk tidak mengajukan mutasi jabatan.

Dirinya diminta untuk pindah pada jabatan yang selevel dengan camat. Sementara, dirinya tidak ada persoalan dengan masyarakat Tamanan. “Apalagi berhenti, pindah sekali pun tidak akan saya lakukan,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

BADEAN, Radar Ijen – Mimpi apa kira-kira yang dialami oleh Camat Tamanan Aris Wasiyanto ini. Tidak sampai satu tahun menjadi camat, justru dirinya didesak mundur. Bukan oleh masyarakat, melainkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso, yang meminta Aris Wasiyanto untuk mengajukan mutasi jabatan. Dengan kata lainnya mundur dari Camat Tamanan.

BACA JUGA : Sapi Perlu Dijemur Mirip Orang Terkena Covid JOGJAKARTA

Keseriusan untuk mendepak Camat Tamanan secara halus untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut tersaji saat Kepala BKPSDM Asnawi Sabil bersama sekretaris daerah (sekda) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) datang ke Kecamatan Tamanan, Senin (20/6) kemarin. “Selain Kepala BKPSDM yang datang ke sini (Kantor Camat Tamanan, Red) juga ada Bakesbanglinmaspol (Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat, dan Politik) inspektorat, Pj  Direktur  RSU Koesnadi, dan sekda,” ucapnya.

Begitu banyak pejabat penting datang ke Kecamatan Tamanan tersebut bukan menjadi kabar baik untuk Aris. Tapi, membuat dirinya terdesak. Aris menjelaskan, permintaan untuk mengajukan mutasi jabatan tersebut keluar dari mulut Kepala BKPSDM Asnawi Sabil. “Alasannya, saya diminta untuk mundur atau permohonan mutasi jabatan, karena ada rekomendasi dari KASN (Komite Aparatur Sipil Negara),” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Aris, yang dilantik sebagai Camat Tamanan pada Agustus 2021 lalu, menyatakan agar dibuatkan surat pemindahan bila memang ada surat rekomendasi dari KASN. “Kalau ada rekom KASN, sebaiknya ada surat yang dilayangkan ke saya untuk pindah,” paparnya. Karena tidak ada sepucuk surat sama sekali, Aris tetap akan bersikukuh untuk tidak mengajukan mutasi jabatan.

Dirinya diminta untuk pindah pada jabatan yang selevel dengan camat. Sementara, dirinya tidak ada persoalan dengan masyarakat Tamanan. “Apalagi berhenti, pindah sekali pun tidak akan saya lakukan,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/