alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Hewan Kurban Tidak Boleh Sakit

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penanganan serta pengawasan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) harus lebih optimal. Mengingat, waktu tersebut menjadi momen untuk menyembelih hewan-hewan ternak. Hewan yang masih dalam keadaan sakit dilarang untuk disembelih.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Jumlah kasus PMK di Bondowoso menjelang Hari Raya Idul Adha semakin menunjukan tren kenaikan. Bahkan tidak hanya sapi, sejumlah kambing juga sudah terpapar penyakit tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Rabu kemarin (22/6), total sapi yang masih sakit PMK berjumlah 3.445 ekor. Kemudian, yang dinyatakan sembuh sebanyak 64 ekor. Jumlah sapi mati menjadi 20 ekor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, sudah ada aatgas yang dibentuk untuk menangani masalah tersebut. Mereka diperintahkan untuk bekerja secara maksimal, sehingga penularan PMK bisa segera ditangani. Khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha. “Biasanya para satgas, para dokter hewan, banyak yang mengunjungi para peternak. Yang bermasalah itu terus ditangani,” katanya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penanganan serta pengawasan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) harus lebih optimal. Mengingat, waktu tersebut menjadi momen untuk menyembelih hewan-hewan ternak. Hewan yang masih dalam keadaan sakit dilarang untuk disembelih.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Jumlah kasus PMK di Bondowoso menjelang Hari Raya Idul Adha semakin menunjukan tren kenaikan. Bahkan tidak hanya sapi, sejumlah kambing juga sudah terpapar penyakit tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Rabu kemarin (22/6), total sapi yang masih sakit PMK berjumlah 3.445 ekor. Kemudian, yang dinyatakan sembuh sebanyak 64 ekor. Jumlah sapi mati menjadi 20 ekor.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, sudah ada aatgas yang dibentuk untuk menangani masalah tersebut. Mereka diperintahkan untuk bekerja secara maksimal, sehingga penularan PMK bisa segera ditangani. Khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha. “Biasanya para satgas, para dokter hewan, banyak yang mengunjungi para peternak. Yang bermasalah itu terus ditangani,” katanya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

DABASAH, Radar Ijen – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penanganan serta pengawasan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) harus lebih optimal. Mengingat, waktu tersebut menjadi momen untuk menyembelih hewan-hewan ternak. Hewan yang masih dalam keadaan sakit dilarang untuk disembelih.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

Jumlah kasus PMK di Bondowoso menjelang Hari Raya Idul Adha semakin menunjukan tren kenaikan. Bahkan tidak hanya sapi, sejumlah kambing juga sudah terpapar penyakit tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Rabu kemarin (22/6), total sapi yang masih sakit PMK berjumlah 3.445 ekor. Kemudian, yang dinyatakan sembuh sebanyak 64 ekor. Jumlah sapi mati menjadi 20 ekor.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, sudah ada aatgas yang dibentuk untuk menangani masalah tersebut. Mereka diperintahkan untuk bekerja secara maksimal, sehingga penularan PMK bisa segera ditangani. Khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha. “Biasanya para satgas, para dokter hewan, banyak yang mengunjungi para peternak. Yang bermasalah itu terus ditangani,” katanya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (23/6).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/