Pengurus PWRI Diminta Hindari Paham Radikalisme

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di Bondowoso yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dikukuhkan oleh Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin, kemarin. Pelantikan di pendapa bupati itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PWRI Bondowoso pada Mei lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Salwa menyampaikan, para pengurus yang baru saja ia lantik diharapkan menghindari paham radikalisme. Apalagi saat ini paham radikalisme sudah menyebar ke berbagai penjuru. Menurutnya, jika paham tersebut masuk dalam suatu organisasi, maka paham itu akan terbawa ke mana-mana. “Sekarang bergentayangan orang-orang yang membawa paham radikal. Jadi, sebagai organisasi, jangan sampai kemasukan paham radikal,” tegasnya.

Dijelaskannya, para pengurus adalah alumni ASN. Mereka selama ini tetap diajak bersama-sama membangun Kabupaten Bondowoso. Perannya sesuai bidangnya masing-masing.

Pihaknya juga mengapresiasi para pengurus PWRI. Sebab, meskipun mereka sudah usia pensiun dan sudah purnatugas, tapi masih mau dan menyempatkan diri untuk berorganisasi. Mereka secara tidak langsung melawan paradigma yang berkembang di masyarakat bahwa yang sudah lanjut usia, maka akan dianggap lemah. Namun, menurut KH Salwa mereka melawan paradigma tersebut. “Sebab, ketika berorganisasi, maka akan menjadi kuat,” ungkapnya.