alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ribuan Batu Megalitikum Belum Ditetapkan Cagar Budaya

Mobile_AP_Rectangle 1

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memiliki banyak benda peninggalan peradaban prasejarah zaman megalitikum. Benda-benda tersebut ditemukan di berbagai wilayah, dari barat, timur, selatan, dan utara. Mirisnya, tidak semua benda itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Sehingga masih rawan dirusak dan sebagainya.

BACA JUGA: Potensi Megalitikum Bondowoso, Ada 1400 Batu Cagar Budaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memang dikenal dengan benda-benda peninggalan zaman dulu. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat terkait informasi itu, sudah didirikan Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan. Tempat tersebut memuat berbagai batuan megalitikum. Mulai dari batu kenong, sarkofagus, menhir, dan sebagainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pamong budaya ahli muda, Subkoordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Hery Kusdarianto, mengatakan, pada tahun ini direncanakan akan dilakukan penetapan sebanyak tiga kali. Hal itu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Dalam masing-masing penetapan, terdapat 50 benda yang akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. “Dengan ditetapkan sebagai cagar budaya, sesuai dengan undang-undang akan lebih aman,” terangnya.

- Advertisement -

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memiliki banyak benda peninggalan peradaban prasejarah zaman megalitikum. Benda-benda tersebut ditemukan di berbagai wilayah, dari barat, timur, selatan, dan utara. Mirisnya, tidak semua benda itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Sehingga masih rawan dirusak dan sebagainya.

BACA JUGA: Potensi Megalitikum Bondowoso, Ada 1400 Batu Cagar Budaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memang dikenal dengan benda-benda peninggalan zaman dulu. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat terkait informasi itu, sudah didirikan Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan. Tempat tersebut memuat berbagai batuan megalitikum. Mulai dari batu kenong, sarkofagus, menhir, dan sebagainya.

Pamong budaya ahli muda, Subkoordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Hery Kusdarianto, mengatakan, pada tahun ini direncanakan akan dilakukan penetapan sebanyak tiga kali. Hal itu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Dalam masing-masing penetapan, terdapat 50 benda yang akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. “Dengan ditetapkan sebagai cagar budaya, sesuai dengan undang-undang akan lebih aman,” terangnya.

PEKAUMAN, Radar Ijen – Bondowoso memiliki banyak benda peninggalan peradaban prasejarah zaman megalitikum. Benda-benda tersebut ditemukan di berbagai wilayah, dari barat, timur, selatan, dan utara. Mirisnya, tidak semua benda itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Sehingga masih rawan dirusak dan sebagainya.

BACA JUGA: Potensi Megalitikum Bondowoso, Ada 1400 Batu Cagar Budaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memang dikenal dengan benda-benda peninggalan zaman dulu. Bahkan, untuk memudahkan masyarakat terkait informasi itu, sudah didirikan Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan. Tempat tersebut memuat berbagai batuan megalitikum. Mulai dari batu kenong, sarkofagus, menhir, dan sebagainya.

Pamong budaya ahli muda, Subkoordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Hery Kusdarianto, mengatakan, pada tahun ini direncanakan akan dilakukan penetapan sebanyak tiga kali. Hal itu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Dalam masing-masing penetapan, terdapat 50 benda yang akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. “Dengan ditetapkan sebagai cagar budaya, sesuai dengan undang-undang akan lebih aman,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/