alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Rencanakan Kartu Kendali Gas Bersubsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso terus berupaya untuk menanggulangi kelangkaan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Setelah membentuk satgas khusus, pemerintah akan membuat kartu kendali dan rayonisasi pendistribusian.

Hal itu dikonfirmasi oleh Aris Wasiyanto, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso. Dirinya mengungkapkan, kartu kendali tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan gas melon bersubsidi supaya tepat sasaran. Kartu kendali akan diberikan kepada masyarakat miskin penerima bantuan sosial berdasarkan data dari Dinas Sosial.

“Perlu ada pembatasan. Masyarakat hanya boleh beli dua atau tiga tabung. Sehingga tidak seperti sekarang, beli sampai 20-30 tabung. Kasihan masyarakat yang lebih berhak tidak kebagian,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, kartu kendali juga berfungsi untuk mengurangi jumlah pengecer yang diduga menjadi penyebab kelangkaan. Sementara, di pangkalan juga akan dibekali kartu pelanggan. Fungsinya untuk mendeteksi wilayah pembeli.

“Jadi, kalau tidak punya kartu kendali tidak akan dilayani. Sehingga ketemu. Tidak seperti sekarang, orang Wringin bisa beli di Bondowoso. Orang Bondowoso bisa beli di Pakem,” urainya.

Adapun rayonisasi pendistribusian, pihaknya akan melakukan pemetaan. Sebab, selama ini agen-agen gas elpiji tidak memiliki kewilayahan, sehingga pendistribusian gas diisi secara acak oleh enam agen yang ada.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso terus berupaya untuk menanggulangi kelangkaan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Setelah membentuk satgas khusus, pemerintah akan membuat kartu kendali dan rayonisasi pendistribusian.

Hal itu dikonfirmasi oleh Aris Wasiyanto, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso. Dirinya mengungkapkan, kartu kendali tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan gas melon bersubsidi supaya tepat sasaran. Kartu kendali akan diberikan kepada masyarakat miskin penerima bantuan sosial berdasarkan data dari Dinas Sosial.

“Perlu ada pembatasan. Masyarakat hanya boleh beli dua atau tiga tabung. Sehingga tidak seperti sekarang, beli sampai 20-30 tabung. Kasihan masyarakat yang lebih berhak tidak kebagian,” katanya.

Selain itu, kartu kendali juga berfungsi untuk mengurangi jumlah pengecer yang diduga menjadi penyebab kelangkaan. Sementara, di pangkalan juga akan dibekali kartu pelanggan. Fungsinya untuk mendeteksi wilayah pembeli.

“Jadi, kalau tidak punya kartu kendali tidak akan dilayani. Sehingga ketemu. Tidak seperti sekarang, orang Wringin bisa beli di Bondowoso. Orang Bondowoso bisa beli di Pakem,” urainya.

Adapun rayonisasi pendistribusian, pihaknya akan melakukan pemetaan. Sebab, selama ini agen-agen gas elpiji tidak memiliki kewilayahan, sehingga pendistribusian gas diisi secara acak oleh enam agen yang ada.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso terus berupaya untuk menanggulangi kelangkaan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Setelah membentuk satgas khusus, pemerintah akan membuat kartu kendali dan rayonisasi pendistribusian.

Hal itu dikonfirmasi oleh Aris Wasiyanto, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bondowoso. Dirinya mengungkapkan, kartu kendali tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan gas melon bersubsidi supaya tepat sasaran. Kartu kendali akan diberikan kepada masyarakat miskin penerima bantuan sosial berdasarkan data dari Dinas Sosial.

“Perlu ada pembatasan. Masyarakat hanya boleh beli dua atau tiga tabung. Sehingga tidak seperti sekarang, beli sampai 20-30 tabung. Kasihan masyarakat yang lebih berhak tidak kebagian,” katanya.

Selain itu, kartu kendali juga berfungsi untuk mengurangi jumlah pengecer yang diduga menjadi penyebab kelangkaan. Sementara, di pangkalan juga akan dibekali kartu pelanggan. Fungsinya untuk mendeteksi wilayah pembeli.

“Jadi, kalau tidak punya kartu kendali tidak akan dilayani. Sehingga ketemu. Tidak seperti sekarang, orang Wringin bisa beli di Bondowoso. Orang Bondowoso bisa beli di Pakem,” urainya.

Adapun rayonisasi pendistribusian, pihaknya akan melakukan pemetaan. Sebab, selama ini agen-agen gas elpiji tidak memiliki kewilayahan, sehingga pendistribusian gas diisi secara acak oleh enam agen yang ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/