alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Setengah Lebih Masih Panen Hijau

Perlu Pendampingan untuk Petani Kopi Argopuro

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produk kopi Bondowoso masih menjadi magnet bagi pencinta kopi Nusantara. Kabupaten Bondowoso pernah dikenalkan sebagai Republik Kopi secara nasional. Namun, sejak dua tahun terakhir pengembangan kopi di Bondowoso kurang maksimal. Kopi Bondowoso yang dikenal hingga kancah internasional adalah kopi arabika Java Ijen.

Baca Juga : Universal PT Tempu Rejo Dorong Kemandirian Desa lewat ALP Village

Kopi di wilayah Bondowoso masih perlu dikembangkan dan didampingi karena belum banyak mendapatkan pendampingan di wilayah lereng Argopuro. Padahal, wilayah lereng Argopuro mayoritas mengembangkan varietas kopi robusta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dosen Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso, Ir Bambang Kusmanadhi, mengatakan, akibat minimnya pendampingan petani kopi di lereng Pegunungan Argopuro, kualitasnya kurang baik. “Sehingga kami bersama tim dosen PS Ilmu Pertanian, Faperta, Unej Kampus Bondowoso, pada tahun 2021 melanjutkan pembinaan petani kopi Curahpoh dengan mengenalkan pascapanen kopi dengan baik,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produk kopi Bondowoso masih menjadi magnet bagi pencinta kopi Nusantara. Kabupaten Bondowoso pernah dikenalkan sebagai Republik Kopi secara nasional. Namun, sejak dua tahun terakhir pengembangan kopi di Bondowoso kurang maksimal. Kopi Bondowoso yang dikenal hingga kancah internasional adalah kopi arabika Java Ijen.

Baca Juga : Universal PT Tempu Rejo Dorong Kemandirian Desa lewat ALP Village

Kopi di wilayah Bondowoso masih perlu dikembangkan dan didampingi karena belum banyak mendapatkan pendampingan di wilayah lereng Argopuro. Padahal, wilayah lereng Argopuro mayoritas mengembangkan varietas kopi robusta.

Dosen Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso, Ir Bambang Kusmanadhi, mengatakan, akibat minimnya pendampingan petani kopi di lereng Pegunungan Argopuro, kualitasnya kurang baik. “Sehingga kami bersama tim dosen PS Ilmu Pertanian, Faperta, Unej Kampus Bondowoso, pada tahun 2021 melanjutkan pembinaan petani kopi Curahpoh dengan mengenalkan pascapanen kopi dengan baik,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Produk kopi Bondowoso masih menjadi magnet bagi pencinta kopi Nusantara. Kabupaten Bondowoso pernah dikenalkan sebagai Republik Kopi secara nasional. Namun, sejak dua tahun terakhir pengembangan kopi di Bondowoso kurang maksimal. Kopi Bondowoso yang dikenal hingga kancah internasional adalah kopi arabika Java Ijen.

Baca Juga : Universal PT Tempu Rejo Dorong Kemandirian Desa lewat ALP Village

Kopi di wilayah Bondowoso masih perlu dikembangkan dan didampingi karena belum banyak mendapatkan pendampingan di wilayah lereng Argopuro. Padahal, wilayah lereng Argopuro mayoritas mengembangkan varietas kopi robusta.

Dosen Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember (Unej) kampus Bondowoso, Ir Bambang Kusmanadhi, mengatakan, akibat minimnya pendampingan petani kopi di lereng Pegunungan Argopuro, kualitasnya kurang baik. “Sehingga kami bersama tim dosen PS Ilmu Pertanian, Faperta, Unej Kampus Bondowoso, pada tahun 2021 melanjutkan pembinaan petani kopi Curahpoh dengan mengenalkan pascapanen kopi dengan baik,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/