alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jalan Tol Situbondo-Jember Tak Boleh Lewati Lahan Lindung dan Cagar Budaya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana proyek jalan tol ruas Jember-Situbondo yang melewati Kabupaten Bondowoso mulai dibahas. Rencananya proyek tersebut akan melintasi puluhan desa di wilayah timur. Hal itu terlihat dalam konsultasi publik rencana proyek tersebut, yang menghadirkan camat, kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) yang wilayahnya akan dilintasi jalan tol, kemarin (23/2) pagi.

Konsultasi publik tersebut merupakan tahapan pembahasan, sebelum nantinya dilakukan kajian oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berbagai tahapan juga masih harus dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak menimbulkan konflik antarmasyarakat.

Ahmad Yani, konsultan FBC Jalan Tol dan Jembatan Kementerian PUPR mengatakan, perencanaan pembangunan jalan tol Situbondo-Jember ini dipastikan akan mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang ditetapkan pemerintah. Seperti tidak boleh melewati kawasan yang dilindungi atau cagar budaya setempat. “Kalau melewati cagar budaya maka proyeknya yang harus pindah tidak melewati cagar budaya tersebut,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan tol sepanjang 65 kilometer itu, rencana pembiayaan pembangunan jalan tersebut bukan dibiayai oleh pemerintah tapi melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Nanti akan ada swasta ikut tender, yang membangun maupun mengelolanya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan yang akan melewati 38 desa dari sebelas kecamatan di Bondowoso. “Kalau ada perkembangan, misal desa yang tidak boleh sama sekali dilewati karena cagar budaya, maka harus belok dan dialihkan,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana proyek jalan tol ruas Jember-Situbondo yang melewati Kabupaten Bondowoso mulai dibahas. Rencananya proyek tersebut akan melintasi puluhan desa di wilayah timur. Hal itu terlihat dalam konsultasi publik rencana proyek tersebut, yang menghadirkan camat, kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) yang wilayahnya akan dilintasi jalan tol, kemarin (23/2) pagi.

Konsultasi publik tersebut merupakan tahapan pembahasan, sebelum nantinya dilakukan kajian oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berbagai tahapan juga masih harus dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak menimbulkan konflik antarmasyarakat.

Ahmad Yani, konsultan FBC Jalan Tol dan Jembatan Kementerian PUPR mengatakan, perencanaan pembangunan jalan tol Situbondo-Jember ini dipastikan akan mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang ditetapkan pemerintah. Seperti tidak boleh melewati kawasan yang dilindungi atau cagar budaya setempat. “Kalau melewati cagar budaya maka proyeknya yang harus pindah tidak melewati cagar budaya tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan tol sepanjang 65 kilometer itu, rencana pembiayaan pembangunan jalan tersebut bukan dibiayai oleh pemerintah tapi melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Nanti akan ada swasta ikut tender, yang membangun maupun mengelolanya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan yang akan melewati 38 desa dari sebelas kecamatan di Bondowoso. “Kalau ada perkembangan, misal desa yang tidak boleh sama sekali dilewati karena cagar budaya, maka harus belok dan dialihkan,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana proyek jalan tol ruas Jember-Situbondo yang melewati Kabupaten Bondowoso mulai dibahas. Rencananya proyek tersebut akan melintasi puluhan desa di wilayah timur. Hal itu terlihat dalam konsultasi publik rencana proyek tersebut, yang menghadirkan camat, kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) yang wilayahnya akan dilintasi jalan tol, kemarin (23/2) pagi.

Konsultasi publik tersebut merupakan tahapan pembahasan, sebelum nantinya dilakukan kajian oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berbagai tahapan juga masih harus dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak menimbulkan konflik antarmasyarakat.

Ahmad Yani, konsultan FBC Jalan Tol dan Jembatan Kementerian PUPR mengatakan, perencanaan pembangunan jalan tol Situbondo-Jember ini dipastikan akan mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang ditetapkan pemerintah. Seperti tidak boleh melewati kawasan yang dilindungi atau cagar budaya setempat. “Kalau melewati cagar budaya maka proyeknya yang harus pindah tidak melewati cagar budaya tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan tol sepanjang 65 kilometer itu, rencana pembiayaan pembangunan jalan tersebut bukan dibiayai oleh pemerintah tapi melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Nanti akan ada swasta ikut tender, yang membangun maupun mengelolanya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kajian aspek teknis dalam membangun jalan yang akan melewati 38 desa dari sebelas kecamatan di Bondowoso. “Kalau ada perkembangan, misal desa yang tidak boleh sama sekali dilewati karena cagar budaya, maka harus belok dan dialihkan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/