alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tiga Puluh Orang Akan Jadi Pengawas

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 30 orang dari berbagai lembaga yang ada di Kabupaten Bondowoso mengikuti pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan VII tahun 2021. Diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Jawa timur. Di eks Gedung Kehutanan dan Perkebunan, Jalan Mastrip, Sukowiryo. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin, di pendapa bupati, kemarin.

KH Salwa dalam sambutannya mengatakan, tugas dari pengawas melebihi tugas dari orang lain. Sebab, ketika menjadi pengawas, berarti ada orang yang diawasi. Khususnya orang yang jabatannya berada di bawah pengawas tersebut. Pengawas nanti akan disegani dan ditakuti. Oleh karena itu, seorang pengawas harus memiliki kelebihan, baik dari pengetahuan, kedisiplinan, maupun berbagai kelebihan lainnya. “Tapi jangan sampai Anda dibenci oleh orang lain. Kalau sampai salah sikap maupun salah ucap, bisa dibenci. Bukan dihormati lagi,” ujarnya.

Selain itu, bupati meminta kepada para peserta untuk terus menjaga kedisiplinannya. Baik disiplin terhadap waktu maupun disiplin kerja. “Disiplin bisa dibiasakan, bisa dibina, dan bisa dicetak. Hingga menjadi suatu kebiasaan bahkan menjadi sebuah karakter,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ilmu dan pengamalan. Jadi, ilmu itu bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan harus diamalkan dan dipraktikkan. Maka dari itu, disebut ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Maka bagaimana mempraktikkan ilmu ini sangat penting,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 30 orang dari berbagai lembaga yang ada di Kabupaten Bondowoso mengikuti pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan VII tahun 2021. Diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Jawa timur. Di eks Gedung Kehutanan dan Perkebunan, Jalan Mastrip, Sukowiryo. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin, di pendapa bupati, kemarin.

KH Salwa dalam sambutannya mengatakan, tugas dari pengawas melebihi tugas dari orang lain. Sebab, ketika menjadi pengawas, berarti ada orang yang diawasi. Khususnya orang yang jabatannya berada di bawah pengawas tersebut. Pengawas nanti akan disegani dan ditakuti. Oleh karena itu, seorang pengawas harus memiliki kelebihan, baik dari pengetahuan, kedisiplinan, maupun berbagai kelebihan lainnya. “Tapi jangan sampai Anda dibenci oleh orang lain. Kalau sampai salah sikap maupun salah ucap, bisa dibenci. Bukan dihormati lagi,” ujarnya.

Selain itu, bupati meminta kepada para peserta untuk terus menjaga kedisiplinannya. Baik disiplin terhadap waktu maupun disiplin kerja. “Disiplin bisa dibiasakan, bisa dibina, dan bisa dicetak. Hingga menjadi suatu kebiasaan bahkan menjadi sebuah karakter,” ucapnya.

“Ilmu dan pengamalan. Jadi, ilmu itu bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan harus diamalkan dan dipraktikkan. Maka dari itu, disebut ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Maka bagaimana mempraktikkan ilmu ini sangat penting,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 30 orang dari berbagai lembaga yang ada di Kabupaten Bondowoso mengikuti pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan VII tahun 2021. Diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Jawa timur. Di eks Gedung Kehutanan dan Perkebunan, Jalan Mastrip, Sukowiryo. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin, di pendapa bupati, kemarin.

KH Salwa dalam sambutannya mengatakan, tugas dari pengawas melebihi tugas dari orang lain. Sebab, ketika menjadi pengawas, berarti ada orang yang diawasi. Khususnya orang yang jabatannya berada di bawah pengawas tersebut. Pengawas nanti akan disegani dan ditakuti. Oleh karena itu, seorang pengawas harus memiliki kelebihan, baik dari pengetahuan, kedisiplinan, maupun berbagai kelebihan lainnya. “Tapi jangan sampai Anda dibenci oleh orang lain. Kalau sampai salah sikap maupun salah ucap, bisa dibenci. Bukan dihormati lagi,” ujarnya.

Selain itu, bupati meminta kepada para peserta untuk terus menjaga kedisiplinannya. Baik disiplin terhadap waktu maupun disiplin kerja. “Disiplin bisa dibiasakan, bisa dibina, dan bisa dicetak. Hingga menjadi suatu kebiasaan bahkan menjadi sebuah karakter,” ucapnya.

“Ilmu dan pengamalan. Jadi, ilmu itu bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan harus diamalkan dan dipraktikkan. Maka dari itu, disebut ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Maka bagaimana mempraktikkan ilmu ini sangat penting,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/