alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Terdakwa PTBG Dituntut Tinggi

Padahal Sudah Blak-blakan dalam Sidang

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Rudy Hartoyo, terdakwa perkara rasuah PT Bondowoso Gemilang (PTBG) mendapat tuntutan cukup tinggi. Padahal, dirinya sudah menjabarkan semua keterangannya di depan majelis hakim bahwa dia tak menikmati sepeser pun kerugian negara dan mendapatkan perintah atasannya.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutan.

Terdakwa Rudy bersama Dedi Rahman, penasihat hukumnya, juga hadir langsung di ruang sidang. Terdakwa asal Jember itu mendapat tuntutan enam tahun dengan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. “Tuntutannya cukup tinggi bagi klien kami. Padahal terdakwa sudah blak-blakan di persidangan,” ujar Dedi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Dedi, dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa, kliennya tak ingin menutup-nutupi. Rudy sudah memberikan keterangan di meja hijau, bahwa dirinya menjadi direktur produksi serta Plt direktur administrasi atas petunjuk dari Plt direktur utama, yakni Surya Kodrat.

“Nantinya, dalam pleidoi kami, tetap akan kami tekankan kalau terdakwa tidak menikmati satu rupiah pun uang kerugian negara itu masuk ke kantong pribadinya. Selain itu, semua yang dijalankan Rudy juga diperintah oleh bosnya yang di atas,” ungkap Dedi.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Rudy Hartoyo, terdakwa perkara rasuah PT Bondowoso Gemilang (PTBG) mendapat tuntutan cukup tinggi. Padahal, dirinya sudah menjabarkan semua keterangannya di depan majelis hakim bahwa dia tak menikmati sepeser pun kerugian negara dan mendapatkan perintah atasannya.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutan.

Terdakwa Rudy bersama Dedi Rahman, penasihat hukumnya, juga hadir langsung di ruang sidang. Terdakwa asal Jember itu mendapat tuntutan enam tahun dengan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. “Tuntutannya cukup tinggi bagi klien kami. Padahal terdakwa sudah blak-blakan di persidangan,” ujar Dedi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut Dedi, dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa, kliennya tak ingin menutup-nutupi. Rudy sudah memberikan keterangan di meja hijau, bahwa dirinya menjadi direktur produksi serta Plt direktur administrasi atas petunjuk dari Plt direktur utama, yakni Surya Kodrat.

“Nantinya, dalam pleidoi kami, tetap akan kami tekankan kalau terdakwa tidak menikmati satu rupiah pun uang kerugian negara itu masuk ke kantong pribadinya. Selain itu, semua yang dijalankan Rudy juga diperintah oleh bosnya yang di atas,” ungkap Dedi.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Rudy Hartoyo, terdakwa perkara rasuah PT Bondowoso Gemilang (PTBG) mendapat tuntutan cukup tinggi. Padahal, dirinya sudah menjabarkan semua keterangannya di depan majelis hakim bahwa dia tak menikmati sepeser pun kerugian negara dan mendapatkan perintah atasannya.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutan.

Terdakwa Rudy bersama Dedi Rahman, penasihat hukumnya, juga hadir langsung di ruang sidang. Terdakwa asal Jember itu mendapat tuntutan enam tahun dengan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. “Tuntutannya cukup tinggi bagi klien kami. Padahal terdakwa sudah blak-blakan di persidangan,” ujar Dedi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurut Dedi, dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa, kliennya tak ingin menutup-nutupi. Rudy sudah memberikan keterangan di meja hijau, bahwa dirinya menjadi direktur produksi serta Plt direktur administrasi atas petunjuk dari Plt direktur utama, yakni Surya Kodrat.

“Nantinya, dalam pleidoi kami, tetap akan kami tekankan kalau terdakwa tidak menikmati satu rupiah pun uang kerugian negara itu masuk ke kantong pribadinya. Selain itu, semua yang dijalankan Rudy juga diperintah oleh bosnya yang di atas,” ungkap Dedi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/