alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Masih Saja Ada yang Bayar Denda

Per Orang Rp 60 Ribu karena Langgar Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bondowoso telah diterapkan dalam skala mikro. Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021.

PPKM Mikro diberlakukan secara ketat hingga ke tingkat desa yang melibatkan banyak pihak, yakni bhabinkamtibmas, babinsa, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pihak lain.

Namun, di samping itu, upaya pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tetap ketat. Seperti terlihat di jalan Ahmad Yani, sejumlah pengendara terjaring razia dalam operasi yustisi, Senin (22/02).

Mobile_AP_Rectangle 2

Operasi yang melibatkan gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan Pengadilan Negeri Bondowoso tersebut berhasil menjaring 13 pengendara tak bermasker di kawasan Kota. Samsul Hadi, penyidik PPNS Satpol PP Bondowoso, menjelaskan, mereka yang terjaring operasi dikenakan sanksi yang bervariasi. Menurutnya, sanksi sudah ditetapkan, yakni denda Rp 30 ribu setiap orang. Namun, ketika ada dua orang, itu ada pertimbangan lain dari hakim.  “Kadang diputus Rp 60 ribu. Ya terkadang Rp 45 ribu,” katanya.

Para pelanggar protokol kesehatan dikenai sanksi karena mereka tidak mengenakan masker. “Tak hanya dikenakan denda, bahkan beberapa pelanggar juga diberikan sanksi push-up. Baik itu tidak membawa, ataupun tidak pakai secara sempurna,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bondowoso telah diterapkan dalam skala mikro. Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021.

PPKM Mikro diberlakukan secara ketat hingga ke tingkat desa yang melibatkan banyak pihak, yakni bhabinkamtibmas, babinsa, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pihak lain.

Namun, di samping itu, upaya pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tetap ketat. Seperti terlihat di jalan Ahmad Yani, sejumlah pengendara terjaring razia dalam operasi yustisi, Senin (22/02).

Operasi yang melibatkan gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan Pengadilan Negeri Bondowoso tersebut berhasil menjaring 13 pengendara tak bermasker di kawasan Kota. Samsul Hadi, penyidik PPNS Satpol PP Bondowoso, menjelaskan, mereka yang terjaring operasi dikenakan sanksi yang bervariasi. Menurutnya, sanksi sudah ditetapkan, yakni denda Rp 30 ribu setiap orang. Namun, ketika ada dua orang, itu ada pertimbangan lain dari hakim.  “Kadang diputus Rp 60 ribu. Ya terkadang Rp 45 ribu,” katanya.

Para pelanggar protokol kesehatan dikenai sanksi karena mereka tidak mengenakan masker. “Tak hanya dikenakan denda, bahkan beberapa pelanggar juga diberikan sanksi push-up. Baik itu tidak membawa, ataupun tidak pakai secara sempurna,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bondowoso telah diterapkan dalam skala mikro. Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021.

PPKM Mikro diberlakukan secara ketat hingga ke tingkat desa yang melibatkan banyak pihak, yakni bhabinkamtibmas, babinsa, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pihak lain.

Namun, di samping itu, upaya pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tetap ketat. Seperti terlihat di jalan Ahmad Yani, sejumlah pengendara terjaring razia dalam operasi yustisi, Senin (22/02).

Operasi yang melibatkan gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan Pengadilan Negeri Bondowoso tersebut berhasil menjaring 13 pengendara tak bermasker di kawasan Kota. Samsul Hadi, penyidik PPNS Satpol PP Bondowoso, menjelaskan, mereka yang terjaring operasi dikenakan sanksi yang bervariasi. Menurutnya, sanksi sudah ditetapkan, yakni denda Rp 30 ribu setiap orang. Namun, ketika ada dua orang, itu ada pertimbangan lain dari hakim.  “Kadang diputus Rp 60 ribu. Ya terkadang Rp 45 ribu,” katanya.

Para pelanggar protokol kesehatan dikenai sanksi karena mereka tidak mengenakan masker. “Tak hanya dikenakan denda, bahkan beberapa pelanggar juga diberikan sanksi push-up. Baik itu tidak membawa, ataupun tidak pakai secara sempurna,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/