alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Sukses Bikin Inovasi Ubi Ungu

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bisnis coba-coba tape ubi ungu yang dilakukan Jeyen Rahmawati ini berbuah manis. Pasalnya banyak yang menjual tape serupa, namun banyak yang kecewa. Sebab rasanya seperti ubi kukus atau terlalu kecut. Untuk Jeyen malah menghasilkan rasa spesial.

Butuh proses yang cukup panjang untuk membangun cita-rasa ubi ungu ini kembali naik daun. Dimulai dengan menawarkan hasil tape melalui anggota kelurahan dan mendapat respon yang bagus. Hingga sampai ke tangan Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar.
Hasilnya mendapat respon yang baik. Terbukti dengan membawa tape ubi ungu ke pameran dan stan hingga dipasarkan sampai ke luar kota.

Perempuan berumur 21 tahun ini ingin menambahkan inovasi baru selain tape dari ubi jalar tersebut. Dia memanfaatkan sisa-sisa ubi seperti kulit luarnya. Sehingga mampu menciptakan berbagai macam produk unggulan dan incaran para pelanggannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari kulit ubi tersebut, dia sulap menjadi tepung ubi. Lalu dia olah kembali menjadi cemilan seperti Kripik Nyampur dan Kue Kering Letnan. Dia juga berencana ingin membuat minuman sari tape yang terbuat dari tape ubi ungu. “Kita dapat tantangan buat sari tape, dan kami akan menggarapnya segera,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bisnis coba-coba tape ubi ungu yang dilakukan Jeyen Rahmawati ini berbuah manis. Pasalnya banyak yang menjual tape serupa, namun banyak yang kecewa. Sebab rasanya seperti ubi kukus atau terlalu kecut. Untuk Jeyen malah menghasilkan rasa spesial.

Butuh proses yang cukup panjang untuk membangun cita-rasa ubi ungu ini kembali naik daun. Dimulai dengan menawarkan hasil tape melalui anggota kelurahan dan mendapat respon yang bagus. Hingga sampai ke tangan Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar.
Hasilnya mendapat respon yang baik. Terbukti dengan membawa tape ubi ungu ke pameran dan stan hingga dipasarkan sampai ke luar kota.

Perempuan berumur 21 tahun ini ingin menambahkan inovasi baru selain tape dari ubi jalar tersebut. Dia memanfaatkan sisa-sisa ubi seperti kulit luarnya. Sehingga mampu menciptakan berbagai macam produk unggulan dan incaran para pelanggannya.

Dari kulit ubi tersebut, dia sulap menjadi tepung ubi. Lalu dia olah kembali menjadi cemilan seperti Kripik Nyampur dan Kue Kering Letnan. Dia juga berencana ingin membuat minuman sari tape yang terbuat dari tape ubi ungu. “Kita dapat tantangan buat sari tape, dan kami akan menggarapnya segera,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bisnis coba-coba tape ubi ungu yang dilakukan Jeyen Rahmawati ini berbuah manis. Pasalnya banyak yang menjual tape serupa, namun banyak yang kecewa. Sebab rasanya seperti ubi kukus atau terlalu kecut. Untuk Jeyen malah menghasilkan rasa spesial.

Butuh proses yang cukup panjang untuk membangun cita-rasa ubi ungu ini kembali naik daun. Dimulai dengan menawarkan hasil tape melalui anggota kelurahan dan mendapat respon yang bagus. Hingga sampai ke tangan Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar.
Hasilnya mendapat respon yang baik. Terbukti dengan membawa tape ubi ungu ke pameran dan stan hingga dipasarkan sampai ke luar kota.

Perempuan berumur 21 tahun ini ingin menambahkan inovasi baru selain tape dari ubi jalar tersebut. Dia memanfaatkan sisa-sisa ubi seperti kulit luarnya. Sehingga mampu menciptakan berbagai macam produk unggulan dan incaran para pelanggannya.

Dari kulit ubi tersebut, dia sulap menjadi tepung ubi. Lalu dia olah kembali menjadi cemilan seperti Kripik Nyampur dan Kue Kering Letnan. Dia juga berencana ingin membuat minuman sari tape yang terbuat dari tape ubi ungu. “Kita dapat tantangan buat sari tape, dan kami akan menggarapnya segera,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/