alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

BPBD Bondowoso Siap Siaga Hadapi Musim Hujan Awal Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso telah bersiap-siap menghadapi musim penghujan di awal 2020. Sebab, dari perkiraan sementara, potensi cuaca ekstrem bakal terjadi dalam waktu dekat.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko mengatakan, yang harus diwaspadai ada tiga ancaman. Diantaranya angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso ini berpotensi rawan bencana.

“Namun, ada beberapa Kecamatan yang menjadi kawasan sanagat rawan bencana banjir. Diantaranya Cermee, Curahdami dan Tegalampel. Ada juga yang rawan longsor diantaranya Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Ijen, Taman Krocok, Tegalampel, Tlogosari, Curahdami dan Wringin,” paparnya saat dikonfirmasi di Kantor BPBD Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Terlebih di kawasan rawan bencana. Sebab, bencana bisa datang kapan pun. “Harus tetap waspada dan memantau kondisi saat hujan, agar langsung berlindung jika ada potensi angin kencang. Apalagi saat di ladang, diupayakan kembali ke rumah masing-masing. Untuk menjaga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan,” imbaunya.

Menurutnya, sikap siaga dan waspada perlu dilakukan dalam keadaan apapun. Bukan hanya petugas, namun juga masyarakat harus selalu siap dan waspada. Caranya, seperti menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan saat bencana. Harapannya, saat dibutuhkan sewaktu-waktu, semuanya sudah siap.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso telah bersiap-siap menghadapi musim penghujan di awal 2020. Sebab, dari perkiraan sementara, potensi cuaca ekstrem bakal terjadi dalam waktu dekat.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko mengatakan, yang harus diwaspadai ada tiga ancaman. Diantaranya angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso ini berpotensi rawan bencana.

“Namun, ada beberapa Kecamatan yang menjadi kawasan sanagat rawan bencana banjir. Diantaranya Cermee, Curahdami dan Tegalampel. Ada juga yang rawan longsor diantaranya Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Ijen, Taman Krocok, Tegalampel, Tlogosari, Curahdami dan Wringin,” paparnya saat dikonfirmasi di Kantor BPBD Bondowoso.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Terlebih di kawasan rawan bencana. Sebab, bencana bisa datang kapan pun. “Harus tetap waspada dan memantau kondisi saat hujan, agar langsung berlindung jika ada potensi angin kencang. Apalagi saat di ladang, diupayakan kembali ke rumah masing-masing. Untuk menjaga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan,” imbaunya.

Menurutnya, sikap siaga dan waspada perlu dilakukan dalam keadaan apapun. Bukan hanya petugas, namun juga masyarakat harus selalu siap dan waspada. Caranya, seperti menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan saat bencana. Harapannya, saat dibutuhkan sewaktu-waktu, semuanya sudah siap.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso telah bersiap-siap menghadapi musim penghujan di awal 2020. Sebab, dari perkiraan sementara, potensi cuaca ekstrem bakal terjadi dalam waktu dekat.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko mengatakan, yang harus diwaspadai ada tiga ancaman. Diantaranya angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso ini berpotensi rawan bencana.

“Namun, ada beberapa Kecamatan yang menjadi kawasan sanagat rawan bencana banjir. Diantaranya Cermee, Curahdami dan Tegalampel. Ada juga yang rawan longsor diantaranya Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Ijen, Taman Krocok, Tegalampel, Tlogosari, Curahdami dan Wringin,” paparnya saat dikonfirmasi di Kantor BPBD Bondowoso.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Terlebih di kawasan rawan bencana. Sebab, bencana bisa datang kapan pun. “Harus tetap waspada dan memantau kondisi saat hujan, agar langsung berlindung jika ada potensi angin kencang. Apalagi saat di ladang, diupayakan kembali ke rumah masing-masing. Untuk menjaga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan,” imbaunya.

Menurutnya, sikap siaga dan waspada perlu dilakukan dalam keadaan apapun. Bukan hanya petugas, namun juga masyarakat harus selalu siap dan waspada. Caranya, seperti menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan saat bencana. Harapannya, saat dibutuhkan sewaktu-waktu, semuanya sudah siap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/