alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bondowoso Dapat Nilai Kurang Informatif, Ini Alasannya

Keterbukaan Informasi Publik Masih Rendah

Mobile_AP_Rectangle 1

Elis juga menambahkan bahwa data berkaitan dengan informasi publik itu hadir dan muncul setiap waktu. Terlebih di masa pandemi. “Karenanya, jika badan publik tidak disiplin memutakhirkan data itu, ya, akan tertinggal. Jadi, mulai mendisiplinkan mengelola informasi dengan memutakhirkan data informasi publik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan mengaku belum menerima secara detail terkait penilaian kategori tersebut dari KI Jatim. “Pengumuman secara resminya kami belum menerima. Memang ketika terjadi monev tersebut kebetulan ada gangguan di sistem kami,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Ijen coba menggali informasi tambahan di website resmi KI Jatim. Pada 2020, tak ada nama Bondowoso dalam sepuluh besar daftar badan publik yang telah menyerahkan laporan layanan informasi publik ke KI Jatim. Sedangkan pada 2019 lalu, Bondowoso menempati urutan ke-16 se-Jatim terkait keterbukaan informasi publik. Juga ada nama Desa Glingseran dan Sumbermalang yang turut mengirimkan SAQ keterbukaan informasi publik.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Elis juga menambahkan bahwa data berkaitan dengan informasi publik itu hadir dan muncul setiap waktu. Terlebih di masa pandemi. “Karenanya, jika badan publik tidak disiplin memutakhirkan data itu, ya, akan tertinggal. Jadi, mulai mendisiplinkan mengelola informasi dengan memutakhirkan data informasi publik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan mengaku belum menerima secara detail terkait penilaian kategori tersebut dari KI Jatim. “Pengumuman secara resminya kami belum menerima. Memang ketika terjadi monev tersebut kebetulan ada gangguan di sistem kami,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Ijen coba menggali informasi tambahan di website resmi KI Jatim. Pada 2020, tak ada nama Bondowoso dalam sepuluh besar daftar badan publik yang telah menyerahkan laporan layanan informasi publik ke KI Jatim. Sedangkan pada 2019 lalu, Bondowoso menempati urutan ke-16 se-Jatim terkait keterbukaan informasi publik. Juga ada nama Desa Glingseran dan Sumbermalang yang turut mengirimkan SAQ keterbukaan informasi publik.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Elis juga menambahkan bahwa data berkaitan dengan informasi publik itu hadir dan muncul setiap waktu. Terlebih di masa pandemi. “Karenanya, jika badan publik tidak disiplin memutakhirkan data itu, ya, akan tertinggal. Jadi, mulai mendisiplinkan mengelola informasi dengan memutakhirkan data informasi publik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Ghozal Rawan mengaku belum menerima secara detail terkait penilaian kategori tersebut dari KI Jatim. “Pengumuman secara resminya kami belum menerima. Memang ketika terjadi monev tersebut kebetulan ada gangguan di sistem kami,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Ijen coba menggali informasi tambahan di website resmi KI Jatim. Pada 2020, tak ada nama Bondowoso dalam sepuluh besar daftar badan publik yang telah menyerahkan laporan layanan informasi publik ke KI Jatim. Sedangkan pada 2019 lalu, Bondowoso menempati urutan ke-16 se-Jatim terkait keterbukaan informasi publik. Juga ada nama Desa Glingseran dan Sumbermalang yang turut mengirimkan SAQ keterbukaan informasi publik.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/