30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Satu Jam Ngopi, Empat Kali Didatangi Pengamen atau Pengemis

Nongkrong di Alun-Alun Bondowoso memang nikmat. Beragam minuman hingga makanan tersedia. Namun, harus siap membawa uang receh untuk pengemis dan pengamen.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore hari tiba, lapak pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Bondowoso mulai dipadati pemuda. Mereka sedang asyik mengobrol sambil menyeruput kopi. Namun, suasana langsung berubah kala orang datang dengan meminta-minta.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di lokasi, wajah Alun-Alun Bondowoso sering kali dihiasi dengan banyaknya peminta-minta. Baik pengemis maupun pengamen. Para peminta-minta itu memiliki berbagai cara untuk mendapatkan simpati dari pengunjung di jantung Bondowoso tersebut. Ada dengan cara bernyanyi sambil menggendong anak. Sebagian lain meminta sendiri dengan menunjukkan keterbatasan yang dimiliki.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal tersebut dialami langsung oleh salah satu warga asal Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Nadifah. Baginya ada rasa yang kurang nyaman, bila setiap menikmati suasana di Alun-Alun Bondowoso tersebut selalu ada pengamen hingga pengemis. “Pengemis tadi sudah dikasih, tapi tetap saja tidak pergi dan tetap menunggu pemberian dari teman-teman saya,” terangnya.

Nadifah menyampaikan, sekitar satu jam ngopi di Alun-Alun Bondowoso, namun orang meminta-minta sudah dua kali datang. “Menurut saya mengganggu sih. Kalau tidak dikasih kemungkinan lama bernyanyi di sini,” urainya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore hari tiba, lapak pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Bondowoso mulai dipadati pemuda. Mereka sedang asyik mengobrol sambil menyeruput kopi. Namun, suasana langsung berubah kala orang datang dengan meminta-minta.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di lokasi, wajah Alun-Alun Bondowoso sering kali dihiasi dengan banyaknya peminta-minta. Baik pengemis maupun pengamen. Para peminta-minta itu memiliki berbagai cara untuk mendapatkan simpati dari pengunjung di jantung Bondowoso tersebut. Ada dengan cara bernyanyi sambil menggendong anak. Sebagian lain meminta sendiri dengan menunjukkan keterbatasan yang dimiliki.

Hal tersebut dialami langsung oleh salah satu warga asal Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Nadifah. Baginya ada rasa yang kurang nyaman, bila setiap menikmati suasana di Alun-Alun Bondowoso tersebut selalu ada pengamen hingga pengemis. “Pengemis tadi sudah dikasih, tapi tetap saja tidak pergi dan tetap menunggu pemberian dari teman-teman saya,” terangnya.

Nadifah menyampaikan, sekitar satu jam ngopi di Alun-Alun Bondowoso, namun orang meminta-minta sudah dua kali datang. “Menurut saya mengganggu sih. Kalau tidak dikasih kemungkinan lama bernyanyi di sini,” urainya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore hari tiba, lapak pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Bondowoso mulai dipadati pemuda. Mereka sedang asyik mengobrol sambil menyeruput kopi. Namun, suasana langsung berubah kala orang datang dengan meminta-minta.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di lokasi, wajah Alun-Alun Bondowoso sering kali dihiasi dengan banyaknya peminta-minta. Baik pengemis maupun pengamen. Para peminta-minta itu memiliki berbagai cara untuk mendapatkan simpati dari pengunjung di jantung Bondowoso tersebut. Ada dengan cara bernyanyi sambil menggendong anak. Sebagian lain meminta sendiri dengan menunjukkan keterbatasan yang dimiliki.

Hal tersebut dialami langsung oleh salah satu warga asal Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Nadifah. Baginya ada rasa yang kurang nyaman, bila setiap menikmati suasana di Alun-Alun Bondowoso tersebut selalu ada pengamen hingga pengemis. “Pengemis tadi sudah dikasih, tapi tetap saja tidak pergi dan tetap menunggu pemberian dari teman-teman saya,” terangnya.

Nadifah menyampaikan, sekitar satu jam ngopi di Alun-Alun Bondowoso, namun orang meminta-minta sudah dua kali datang. “Menurut saya mengganggu sih. Kalau tidak dikasih kemungkinan lama bernyanyi di sini,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/