30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Pelaku Kopi Lokal Harus Dilibatkan di FKN

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar IjenKopi merupakan salah satu produk yang cukup dikenal di Bondowoso. Bahkan, brand Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah memiliki hak kekayaan intelektual (HKI). Sejumlah wilayah memang termasuk dalam wilayah penghasil kopi terbaik. Maka tak heran jika pemkab mengadakan Festival Kopi Nasional (FKN). Tentunya, pengusaha kopi lokal harus turut dilibatkan.

BACA JUGA : Edarkan Obat Keras Ilegal, Dua Pemuda Ditangkap Satreskoba Polres Sukabumi

Dalam waktu dekat, rencananya FKN akan kembali digelar. Setelah beberapa tahun vakum akibat dihantam pandemi Covid-19. Sehingga, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama dua tahun terakhir harus dibatalkan. Dalam acara FKN, pelaku usaha kopi lokal harus dilibatkan. Agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akademisi ekonomi asal Bondowoso, Dr Moehammad Fathorrazi, menuturkan, dalam gelaran FKN, seharusnya kopi atau varietas unggulan milik Bondowoso dapat diangkat citranya. Sehingga, jenis yang dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya arabika Ijen dan arabika Argopuro. “Kan ada juga kopi nangka di Bondowoso,” katanya.

Selain itu, dosen Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso itu juga mengatakan, tata cara menikmati sajian kopi juga perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, kebiasaan masyarakat terdahulu dalam menikmati kopi cukup beragam. Bukan hanya langsung diseruput. Ada juga kopi yang harus didinginkan terlebih dahulu. “Itu kearifan lokal yang juga perlu diekspos,” imbuhnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar IjenKopi merupakan salah satu produk yang cukup dikenal di Bondowoso. Bahkan, brand Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah memiliki hak kekayaan intelektual (HKI). Sejumlah wilayah memang termasuk dalam wilayah penghasil kopi terbaik. Maka tak heran jika pemkab mengadakan Festival Kopi Nasional (FKN). Tentunya, pengusaha kopi lokal harus turut dilibatkan.

BACA JUGA : Edarkan Obat Keras Ilegal, Dua Pemuda Ditangkap Satreskoba Polres Sukabumi

Dalam waktu dekat, rencananya FKN akan kembali digelar. Setelah beberapa tahun vakum akibat dihantam pandemi Covid-19. Sehingga, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama dua tahun terakhir harus dibatalkan. Dalam acara FKN, pelaku usaha kopi lokal harus dilibatkan. Agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Akademisi ekonomi asal Bondowoso, Dr Moehammad Fathorrazi, menuturkan, dalam gelaran FKN, seharusnya kopi atau varietas unggulan milik Bondowoso dapat diangkat citranya. Sehingga, jenis yang dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya arabika Ijen dan arabika Argopuro. “Kan ada juga kopi nangka di Bondowoso,” katanya.

Selain itu, dosen Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso itu juga mengatakan, tata cara menikmati sajian kopi juga perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, kebiasaan masyarakat terdahulu dalam menikmati kopi cukup beragam. Bukan hanya langsung diseruput. Ada juga kopi yang harus didinginkan terlebih dahulu. “Itu kearifan lokal yang juga perlu diekspos,” imbuhnya.

DABASAH, Radar IjenKopi merupakan salah satu produk yang cukup dikenal di Bondowoso. Bahkan, brand Bondowoso Republik Kopi (BRK) sudah memiliki hak kekayaan intelektual (HKI). Sejumlah wilayah memang termasuk dalam wilayah penghasil kopi terbaik. Maka tak heran jika pemkab mengadakan Festival Kopi Nasional (FKN). Tentunya, pengusaha kopi lokal harus turut dilibatkan.

BACA JUGA : Edarkan Obat Keras Ilegal, Dua Pemuda Ditangkap Satreskoba Polres Sukabumi

Dalam waktu dekat, rencananya FKN akan kembali digelar. Setelah beberapa tahun vakum akibat dihantam pandemi Covid-19. Sehingga, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama dua tahun terakhir harus dibatalkan. Dalam acara FKN, pelaku usaha kopi lokal harus dilibatkan. Agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Akademisi ekonomi asal Bondowoso, Dr Moehammad Fathorrazi, menuturkan, dalam gelaran FKN, seharusnya kopi atau varietas unggulan milik Bondowoso dapat diangkat citranya. Sehingga, jenis yang dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya arabika Ijen dan arabika Argopuro. “Kan ada juga kopi nangka di Bondowoso,” katanya.

Selain itu, dosen Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso itu juga mengatakan, tata cara menikmati sajian kopi juga perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, kebiasaan masyarakat terdahulu dalam menikmati kopi cukup beragam. Bukan hanya langsung diseruput. Ada juga kopi yang harus didinginkan terlebih dahulu. “Itu kearifan lokal yang juga perlu diekspos,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/