23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Napi Lapas Bondowoso Gelar Salat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur

Bencana Bisa Datang di Balik Jeruji

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia juga menjelaskan, para WBP selalu diberikan pemahaman agar bisa merasakan penderitaan masyarakat lain. Serta memperbanyak rasa syukur, meskipun masih berada di balik jeruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa musibah yang terjadi sebelumnya, dan WBP juga menggelar acara yang sama. “Ini peringatan untuk kita semuanya. Agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Selain itu, memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini, WBP diharapkan meningkatkan kewaspadaan dirinya. Mengingat bencana alam dapat datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di dalam penjara. Oleh sebab itu, mereka dibekali dengan kemampuan untuk menghadapi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Jika terjadi bencana seperti gempa di Cianjur, menurut Sarwito, yang menjadi prioritas adalah keselamatan warga binaan. Tak kalah penting, agar WBP tak panik dan tidak berusaha melarikan diri bila terjadi bencana. “Hanya ada satu titik kumpul untuk evakuasi warga binaan di lapangan tengah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Dia juga menjelaskan, para WBP selalu diberikan pemahaman agar bisa merasakan penderitaan masyarakat lain. Serta memperbanyak rasa syukur, meskipun masih berada di balik jeruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa musibah yang terjadi sebelumnya, dan WBP juga menggelar acara yang sama. “Ini peringatan untuk kita semuanya. Agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Selain itu, memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini, WBP diharapkan meningkatkan kewaspadaan dirinya. Mengingat bencana alam dapat datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di dalam penjara. Oleh sebab itu, mereka dibekali dengan kemampuan untuk menghadapi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Jika terjadi bencana seperti gempa di Cianjur, menurut Sarwito, yang menjadi prioritas adalah keselamatan warga binaan. Tak kalah penting, agar WBP tak panik dan tidak berusaha melarikan diri bila terjadi bencana. “Hanya ada satu titik kumpul untuk evakuasi warga binaan di lapangan tengah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

 

Dia juga menjelaskan, para WBP selalu diberikan pemahaman agar bisa merasakan penderitaan masyarakat lain. Serta memperbanyak rasa syukur, meskipun masih berada di balik jeruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa musibah yang terjadi sebelumnya, dan WBP juga menggelar acara yang sama. “Ini peringatan untuk kita semuanya. Agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Selain itu, memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini, WBP diharapkan meningkatkan kewaspadaan dirinya. Mengingat bencana alam dapat datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di dalam penjara. Oleh sebab itu, mereka dibekali dengan kemampuan untuk menghadapi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Jika terjadi bencana seperti gempa di Cianjur, menurut Sarwito, yang menjadi prioritas adalah keselamatan warga binaan. Tak kalah penting, agar WBP tak panik dan tidak berusaha melarikan diri bila terjadi bencana. “Hanya ada satu titik kumpul untuk evakuasi warga binaan di lapangan tengah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca