alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Diminta Tebus Lahan Sendiri Rp 350 juta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kaget bukan kepalang. Seorang ibu bernama Rusmiatun, warga Desa Taal, Tapen, diminta menebus tanahnya sendiri senilai Rp 350 juta. Niat baiknya meminjamkan sertifikat tanah pada 2007 silam berbuah kesusahan. Apalagi baru-baru ini, ada orang yang mendatanginya dan membawa selembar kertas yang membuatnya kaget.

Dalam surat tersebut, Rusmiatun diminta menandatangani surat pernyataan. Isinya, dia harus mengakui jika tanah tersebut sudah bukan lagi miliknya. Melainkan diminta mengakui tanah tersebut adalah sah milik saudara Danny Rachman Hakim SH MKn.

Rusmiatin diminta segera mengosongkan atau tidak mengerjakan lagi semua usaha pertanian di atas tanah miliknya, seminggu setelah dirinya menandatangani surat tersebut. “Saya sangat kaget. Tiba-tiba ada orang yang datang membawa surat pernyataan dan saya disuruh menandatangani,” tegasnya. Tanah itu seluas 9.665 meter persegi. Terletak di Desa Taal, Tapen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Rusmiatin mengakui jika pada November 2007 lalu, pihaknya meminjamkan sertifikat ke temannya. Ternyata sertifikat tersebut dijaminkan ke sebuah bank swasta. Sampai akhirnya jaminan tersebut dilelang oleh bank dan jatuh pada Danny Rachman Hakim SH MKn, warga Kota Kediri, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kaget bukan kepalang. Seorang ibu bernama Rusmiatun, warga Desa Taal, Tapen, diminta menebus tanahnya sendiri senilai Rp 350 juta. Niat baiknya meminjamkan sertifikat tanah pada 2007 silam berbuah kesusahan. Apalagi baru-baru ini, ada orang yang mendatanginya dan membawa selembar kertas yang membuatnya kaget.

Dalam surat tersebut, Rusmiatun diminta menandatangani surat pernyataan. Isinya, dia harus mengakui jika tanah tersebut sudah bukan lagi miliknya. Melainkan diminta mengakui tanah tersebut adalah sah milik saudara Danny Rachman Hakim SH MKn.

Rusmiatin diminta segera mengosongkan atau tidak mengerjakan lagi semua usaha pertanian di atas tanah miliknya, seminggu setelah dirinya menandatangani surat tersebut. “Saya sangat kaget. Tiba-tiba ada orang yang datang membawa surat pernyataan dan saya disuruh menandatangani,” tegasnya. Tanah itu seluas 9.665 meter persegi. Terletak di Desa Taal, Tapen.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Rusmiatin mengakui jika pada November 2007 lalu, pihaknya meminjamkan sertifikat ke temannya. Ternyata sertifikat tersebut dijaminkan ke sebuah bank swasta. Sampai akhirnya jaminan tersebut dilelang oleh bank dan jatuh pada Danny Rachman Hakim SH MKn, warga Kota Kediri, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kaget bukan kepalang. Seorang ibu bernama Rusmiatun, warga Desa Taal, Tapen, diminta menebus tanahnya sendiri senilai Rp 350 juta. Niat baiknya meminjamkan sertifikat tanah pada 2007 silam berbuah kesusahan. Apalagi baru-baru ini, ada orang yang mendatanginya dan membawa selembar kertas yang membuatnya kaget.

Dalam surat tersebut, Rusmiatun diminta menandatangani surat pernyataan. Isinya, dia harus mengakui jika tanah tersebut sudah bukan lagi miliknya. Melainkan diminta mengakui tanah tersebut adalah sah milik saudara Danny Rachman Hakim SH MKn.

Rusmiatin diminta segera mengosongkan atau tidak mengerjakan lagi semua usaha pertanian di atas tanah miliknya, seminggu setelah dirinya menandatangani surat tersebut. “Saya sangat kaget. Tiba-tiba ada orang yang datang membawa surat pernyataan dan saya disuruh menandatangani,” tegasnya. Tanah itu seluas 9.665 meter persegi. Terletak di Desa Taal, Tapen.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Rusmiatin mengakui jika pada November 2007 lalu, pihaknya meminjamkan sertifikat ke temannya. Ternyata sertifikat tersebut dijaminkan ke sebuah bank swasta. Sampai akhirnya jaminan tersebut dilelang oleh bank dan jatuh pada Danny Rachman Hakim SH MKn, warga Kota Kediri, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/