alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Anggaran Pilkada Terancam Ditunda

Lebih Prioritaskan Penanganan Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso saat ini tengah membahas sembilan raperda. Salah satunya tentang dana cadangan Pilkada 2023. Dalam perkembangannya, memang bakal dialokasikan pada Perubahan APBD 2020. Namun, sepertinya harus terpental. Itu karena pemkab saat ini masih fokus penanganan Covid-19.

Raperda dana cadangan Pilkada 2023 ini dibahas dalam Pansus I. Ketua Pansus I H Tohari SAg mengatakan, pihaknya terus membahas permasalahan dana cadangan. Namun, dalam rapat sempat mencuat bahwa dana cadangan ini sulit untuk dianggarkan. Sebab, saat ini banyak pengurangan anggaran karena Covid-19. “Istilah gampangnya, gak punya uang kok mau nabung,” jelasnya.

Bahkan APBD yang semula Rp 2,05 triliun menyusut menjadi Rp 1,92 triliun. “Pada P-APBD tahun ini, kami membahas perubahan bukan untuk menambah, namun mengubah untuk mengurangi,” jelas Ketua Fraksi PKB tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

SILPA yang ada menurutnya terpakai untuk menutup defisit APBD awal yang besar. Selain itu, sudah ada program yang berjalan. “Semua dipengaruhi situasi Covid-19,” jelasnya. Pada P-APBD 2020 dan APBD 2021, sudah ada perintah undang-undang untuk dana penanganan Covid-19. Mulai masalah kesehatan, bansos, sampai recovery ekonomi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso saat ini tengah membahas sembilan raperda. Salah satunya tentang dana cadangan Pilkada 2023. Dalam perkembangannya, memang bakal dialokasikan pada Perubahan APBD 2020. Namun, sepertinya harus terpental. Itu karena pemkab saat ini masih fokus penanganan Covid-19.

Raperda dana cadangan Pilkada 2023 ini dibahas dalam Pansus I. Ketua Pansus I H Tohari SAg mengatakan, pihaknya terus membahas permasalahan dana cadangan. Namun, dalam rapat sempat mencuat bahwa dana cadangan ini sulit untuk dianggarkan. Sebab, saat ini banyak pengurangan anggaran karena Covid-19. “Istilah gampangnya, gak punya uang kok mau nabung,” jelasnya.

Bahkan APBD yang semula Rp 2,05 triliun menyusut menjadi Rp 1,92 triliun. “Pada P-APBD tahun ini, kami membahas perubahan bukan untuk menambah, namun mengubah untuk mengurangi,” jelas Ketua Fraksi PKB tersebut.

SILPA yang ada menurutnya terpakai untuk menutup defisit APBD awal yang besar. Selain itu, sudah ada program yang berjalan. “Semua dipengaruhi situasi Covid-19,” jelasnya. Pada P-APBD 2020 dan APBD 2021, sudah ada perintah undang-undang untuk dana penanganan Covid-19. Mulai masalah kesehatan, bansos, sampai recovery ekonomi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso saat ini tengah membahas sembilan raperda. Salah satunya tentang dana cadangan Pilkada 2023. Dalam perkembangannya, memang bakal dialokasikan pada Perubahan APBD 2020. Namun, sepertinya harus terpental. Itu karena pemkab saat ini masih fokus penanganan Covid-19.

Raperda dana cadangan Pilkada 2023 ini dibahas dalam Pansus I. Ketua Pansus I H Tohari SAg mengatakan, pihaknya terus membahas permasalahan dana cadangan. Namun, dalam rapat sempat mencuat bahwa dana cadangan ini sulit untuk dianggarkan. Sebab, saat ini banyak pengurangan anggaran karena Covid-19. “Istilah gampangnya, gak punya uang kok mau nabung,” jelasnya.

Bahkan APBD yang semula Rp 2,05 triliun menyusut menjadi Rp 1,92 triliun. “Pada P-APBD tahun ini, kami membahas perubahan bukan untuk menambah, namun mengubah untuk mengurangi,” jelas Ketua Fraksi PKB tersebut.

SILPA yang ada menurutnya terpakai untuk menutup defisit APBD awal yang besar. Selain itu, sudah ada program yang berjalan. “Semua dipengaruhi situasi Covid-19,” jelasnya. Pada P-APBD 2020 dan APBD 2021, sudah ada perintah undang-undang untuk dana penanganan Covid-19. Mulai masalah kesehatan, bansos, sampai recovery ekonomi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/