alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Muncul Hoax PMK Tak Bisa Disembuhkan

Dimanfaatkan Oknum Tengkulak untuk Pembelian Murah

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin meresahkan. Pasalnya, selain jumlahnya terus mengalami peningkatan, mulai beredar kabar bohong di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya agar harga hewan ternak jeblok.

BACA JUGA : Tradisi Petenis Jember Sebelum Porprov, Minta Doa Anak Yatim dan Ortu

Salah satu informasi bohong tersebut adalah penyakit pada hewan ternak ini tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut diduga sengaja disebarkan untuk memuluskan kepentingan oknum tak bertanggung jawab. Fenomena ini tentu semakin membuat masyarakat resah. Mengingat, sudah terdapat belasan sapi yang meninggal akibat terserang PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait adanya hoax yang beredar di tengah masyarakat. Bahkan pihaknya mengaku sudah mulai melakukan identifikasi tengkulak sengaja menyebarkan informasi bohong itu. “Ada oknum beberapa tengkulak yang menyebarkan bahwa PMK ini tidak bisa disembuhkan,” katanya.

Informasi hoax itu, menurut AKBP Wimboko, jelas merupakan hal yang tidak benar. Sebab, berdasarkan informasi yang didapatkan dari dinas terkait, jika ditangani dengan baik dan benar, maka penyakit itu dalam jangka waktu 14 hari sudah bisa disembuhkan. “Saya cek di Wringin itu sembuh. Sudah mau makan sapinya,” katanya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin meresahkan. Pasalnya, selain jumlahnya terus mengalami peningkatan, mulai beredar kabar bohong di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya agar harga hewan ternak jeblok.

BACA JUGA : Tradisi Petenis Jember Sebelum Porprov, Minta Doa Anak Yatim dan Ortu

Salah satu informasi bohong tersebut adalah penyakit pada hewan ternak ini tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut diduga sengaja disebarkan untuk memuluskan kepentingan oknum tak bertanggung jawab. Fenomena ini tentu semakin membuat masyarakat resah. Mengingat, sudah terdapat belasan sapi yang meninggal akibat terserang PMK.

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait adanya hoax yang beredar di tengah masyarakat. Bahkan pihaknya mengaku sudah mulai melakukan identifikasi tengkulak sengaja menyebarkan informasi bohong itu. “Ada oknum beberapa tengkulak yang menyebarkan bahwa PMK ini tidak bisa disembuhkan,” katanya.

Informasi hoax itu, menurut AKBP Wimboko, jelas merupakan hal yang tidak benar. Sebab, berdasarkan informasi yang didapatkan dari dinas terkait, jika ditangani dengan baik dan benar, maka penyakit itu dalam jangka waktu 14 hari sudah bisa disembuhkan. “Saya cek di Wringin itu sembuh. Sudah mau makan sapinya,” katanya.

DABASAH, Radar Ijen – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin meresahkan. Pasalnya, selain jumlahnya terus mengalami peningkatan, mulai beredar kabar bohong di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya agar harga hewan ternak jeblok.

BACA JUGA : Tradisi Petenis Jember Sebelum Porprov, Minta Doa Anak Yatim dan Ortu

Salah satu informasi bohong tersebut adalah penyakit pada hewan ternak ini tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut diduga sengaja disebarkan untuk memuluskan kepentingan oknum tak bertanggung jawab. Fenomena ini tentu semakin membuat masyarakat resah. Mengingat, sudah terdapat belasan sapi yang meninggal akibat terserang PMK.

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait adanya hoax yang beredar di tengah masyarakat. Bahkan pihaknya mengaku sudah mulai melakukan identifikasi tengkulak sengaja menyebarkan informasi bohong itu. “Ada oknum beberapa tengkulak yang menyebarkan bahwa PMK ini tidak bisa disembuhkan,” katanya.

Informasi hoax itu, menurut AKBP Wimboko, jelas merupakan hal yang tidak benar. Sebab, berdasarkan informasi yang didapatkan dari dinas terkait, jika ditangani dengan baik dan benar, maka penyakit itu dalam jangka waktu 14 hari sudah bisa disembuhkan. “Saya cek di Wringin itu sembuh. Sudah mau makan sapinya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/