alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Desa Sukosari Dicanangkan sebagai Desa Budaya

Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) setempat kembali mencanangkan desa budaya untuk melestarikan adat istiadat yang ada. Kali ini, pencanangan tersebut dilakukan di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bupati Bondowoso Salwa Arifin meresmikan langsung Desa Sukosari Kidul menjadi Desa Budaya. Acara yang digelar di kawasan Wisata Tirta Agung, kemarin malam (21/6), itu cukup membuat masyarakat terhibur dan bangga. Sebab, berbagai pertunjukan kesenian ditampilkan.  Mulai dari tari-tarian, hadrah, karawitan, dan lainnya.

BACA JUGA : Uang Palsu Sejuta Lembar, Tersangkanya Asal Jember

Berbagai budaya itu memang masih rutin dilestarikan dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Sukosari Kidul. Adanya hal itu membuat Sukosari Kidul menjadi desa kelima yang ditetapkan sebagai Desa Budaya. Di antaranya Desa Blimbing di Kecamatan Klabang, Desa Ramban Kulon di Kecamatan Cermee, Desa Banyuputih di Kecamatan Wringin, serta Desa Prajekan Lor di Kecamatan Prajekan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dipilihnya desa tersebut ternyata juga berkaitan dengan terpilihnya sebagai 50 destinasi wisata desa terbaik di Indonesia. Harapannya, kata Bupati Salwa, setelah dicanangkan nantinya, dapat bersaing dengan desa lain secara nasional, sehingga dapat masuk menjadi sepuluh besar.

Bupati berharap bisa memberikan dampak langsung terhadap kemajuan kebudayaan, seni, dan tradisi di desa tersebut. “Yang tidak kalah penting adalah kegiatan ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bupati Bondowoso Salwa Arifin meresmikan langsung Desa Sukosari Kidul menjadi Desa Budaya. Acara yang digelar di kawasan Wisata Tirta Agung, kemarin malam (21/6), itu cukup membuat masyarakat terhibur dan bangga. Sebab, berbagai pertunjukan kesenian ditampilkan.  Mulai dari tari-tarian, hadrah, karawitan, dan lainnya.

BACA JUGA : Uang Palsu Sejuta Lembar, Tersangkanya Asal Jember

Berbagai budaya itu memang masih rutin dilestarikan dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Sukosari Kidul. Adanya hal itu membuat Sukosari Kidul menjadi desa kelima yang ditetapkan sebagai Desa Budaya. Di antaranya Desa Blimbing di Kecamatan Klabang, Desa Ramban Kulon di Kecamatan Cermee, Desa Banyuputih di Kecamatan Wringin, serta Desa Prajekan Lor di Kecamatan Prajekan.

Dipilihnya desa tersebut ternyata juga berkaitan dengan terpilihnya sebagai 50 destinasi wisata desa terbaik di Indonesia. Harapannya, kata Bupati Salwa, setelah dicanangkan nantinya, dapat bersaing dengan desa lain secara nasional, sehingga dapat masuk menjadi sepuluh besar.

Bupati berharap bisa memberikan dampak langsung terhadap kemajuan kebudayaan, seni, dan tradisi di desa tersebut. “Yang tidak kalah penting adalah kegiatan ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bupati Bondowoso Salwa Arifin meresmikan langsung Desa Sukosari Kidul menjadi Desa Budaya. Acara yang digelar di kawasan Wisata Tirta Agung, kemarin malam (21/6), itu cukup membuat masyarakat terhibur dan bangga. Sebab, berbagai pertunjukan kesenian ditampilkan.  Mulai dari tari-tarian, hadrah, karawitan, dan lainnya.

BACA JUGA : Uang Palsu Sejuta Lembar, Tersangkanya Asal Jember

Berbagai budaya itu memang masih rutin dilestarikan dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Sukosari Kidul. Adanya hal itu membuat Sukosari Kidul menjadi desa kelima yang ditetapkan sebagai Desa Budaya. Di antaranya Desa Blimbing di Kecamatan Klabang, Desa Ramban Kulon di Kecamatan Cermee, Desa Banyuputih di Kecamatan Wringin, serta Desa Prajekan Lor di Kecamatan Prajekan.

Dipilihnya desa tersebut ternyata juga berkaitan dengan terpilihnya sebagai 50 destinasi wisata desa terbaik di Indonesia. Harapannya, kata Bupati Salwa, setelah dicanangkan nantinya, dapat bersaing dengan desa lain secara nasional, sehingga dapat masuk menjadi sepuluh besar.

Bupati berharap bisa memberikan dampak langsung terhadap kemajuan kebudayaan, seni, dan tradisi di desa tersebut. “Yang tidak kalah penting adalah kegiatan ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/