alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Puluhan Penghafal Alquran Diseleksi

Untuk Mendapatkan Tunjangan Kehormatan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan penghafal Alquran mengikuti seleksi hufadz di pendapa, kemarin. Mereka diseleksi untuk mendapatkan program tunjangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Para hufadz itu datang dari berbagai lembaga di Bondowoso.

Rahmatullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), menyampaikan, seleksi tersebut merupakan program pemerintah provinsi melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim. Setiap tahun, seleksi ini diadakan di kabupaten/kota yang ditunjuk. Jadi, tidak semua kabupaten/kota bisa mengikuti seleksi. Sebab, memang pemprov telah menentukan kuota masing-masing daerah.

Kabupaten Bondowoso, lanjut Rahmat, untuk tahun ini mendapatkan jatah 40 orang. Sementara untuk pendaftarnya ditambahi 5 persen. Sehingga total penghafal yang mendaftar ada 48 orang. “Kami tidak bisa, misal dari kuota 40, mau daftar 100, tidak bisa. Sudah ada ketentuannya,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, para peserta seleksi yang diutamakan adalah mereka yang sudah hafal seluruh juz dalam Alquran. Serta telah mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Artinya, mereka sudah mengajar dalam suatu lembaga ataupun instansi tertentu. “Itu menjadi pertimbangan bagi provinsi,” tegasnya.

Selain itu, Kabupaten Bondowoso mendapatkan kesempatan untuk mengikutkan hafiz dan hafizahnya sejak tahun 2015 silam. Jumlah kuota yang diterima setiap tahunnya juga selalu mengalami peningkatan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan penghafal Alquran mengikuti seleksi hufadz di pendapa, kemarin. Mereka diseleksi untuk mendapatkan program tunjangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Para hufadz itu datang dari berbagai lembaga di Bondowoso.

Rahmatullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), menyampaikan, seleksi tersebut merupakan program pemerintah provinsi melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim. Setiap tahun, seleksi ini diadakan di kabupaten/kota yang ditunjuk. Jadi, tidak semua kabupaten/kota bisa mengikuti seleksi. Sebab, memang pemprov telah menentukan kuota masing-masing daerah.

Kabupaten Bondowoso, lanjut Rahmat, untuk tahun ini mendapatkan jatah 40 orang. Sementara untuk pendaftarnya ditambahi 5 persen. Sehingga total penghafal yang mendaftar ada 48 orang. “Kami tidak bisa, misal dari kuota 40, mau daftar 100, tidak bisa. Sudah ada ketentuannya,” ungkapnya.

Dijelaskan, para peserta seleksi yang diutamakan adalah mereka yang sudah hafal seluruh juz dalam Alquran. Serta telah mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Artinya, mereka sudah mengajar dalam suatu lembaga ataupun instansi tertentu. “Itu menjadi pertimbangan bagi provinsi,” tegasnya.

Selain itu, Kabupaten Bondowoso mendapatkan kesempatan untuk mengikutkan hafiz dan hafizahnya sejak tahun 2015 silam. Jumlah kuota yang diterima setiap tahunnya juga selalu mengalami peningkatan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan penghafal Alquran mengikuti seleksi hufadz di pendapa, kemarin. Mereka diseleksi untuk mendapatkan program tunjangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Para hufadz itu datang dari berbagai lembaga di Bondowoso.

Rahmatullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), menyampaikan, seleksi tersebut merupakan program pemerintah provinsi melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim. Setiap tahun, seleksi ini diadakan di kabupaten/kota yang ditunjuk. Jadi, tidak semua kabupaten/kota bisa mengikuti seleksi. Sebab, memang pemprov telah menentukan kuota masing-masing daerah.

Kabupaten Bondowoso, lanjut Rahmat, untuk tahun ini mendapatkan jatah 40 orang. Sementara untuk pendaftarnya ditambahi 5 persen. Sehingga total penghafal yang mendaftar ada 48 orang. “Kami tidak bisa, misal dari kuota 40, mau daftar 100, tidak bisa. Sudah ada ketentuannya,” ungkapnya.

Dijelaskan, para peserta seleksi yang diutamakan adalah mereka yang sudah hafal seluruh juz dalam Alquran. Serta telah mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Artinya, mereka sudah mengajar dalam suatu lembaga ataupun instansi tertentu. “Itu menjadi pertimbangan bagi provinsi,” tegasnya.

Selain itu, Kabupaten Bondowoso mendapatkan kesempatan untuk mengikutkan hafiz dan hafizahnya sejak tahun 2015 silam. Jumlah kuota yang diterima setiap tahunnya juga selalu mengalami peningkatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/