alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sejumlah Infrastruktur Rusak Akibat Lalu-lalang Kendaraan Besar

Menanti Janji PT Medco

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIANYAR, Radar Ijen – Terkait persoalan jalan rusak menuju Ijen yang disoal masyarakat akibat lalu-lalang kendaraan besar eksplorasi panas bumi, akhirnya pihak PT Medco Cahaya Geotermal muncul juga. Diketahui sejak lama PT Medco akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya. Namun, dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat dan Bupati Bondowoso tersebut, Medco tetap komitmennya pada infrastruktur. Lantas, kapan itu direalisasikan?

Sebelumnya, jajaran direksi PT Medco melakukan pertemuan dengan Bupati Bondowoso Salwa Arifin dan sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso di pendapa, 20 Mei kemarin. Pertemuan tersebut tentu saja untuk membahas keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat terkait kerusakan jalan dan jembatan akibat dilalui kendaraan berat.

General Manager PLTP Ijen PT Medco Geothermal Indonesia Novianto mengatakan, pihaknya sudah memiliki komitmen untuk memperbaiki kerusakan jalan. Walaupun demikian, pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang terjadi. Mulai dari lokasi, marka jalan, dan sebagainya. “Karena secara fisik harus dilihat dan kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi-kondisi jalan tersebut. Secepatnya akan kami kerjakan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Novianto juga mengaku akan memenuhi tuntutan warga yang mengadu beberapa waktu lalu. Khususnya terkait jalan, jembatan, hingga tiang kabel listrik yang juga dikeluhkan. Dia mengakui bahwa kabel listrik juga sering tersangkut kendaraan berat PT Medco. Walaupun saat ini pihaknya mengaku sudah tidak ada mobilisasi alat berat kembali.

Pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dan inventarisasi perihal kebutuhan tinggi kabel atau fasilitas yang di bawah tiga meter, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Nanti kami bekerja sama dengan pihak terkait apakah dengan perbaikan, lebih ditinggikan, atau bagaimana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Bondowoso Munandar mengatakan, jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat yakni dari poros Gardu Atak hingga pertigaan Kawah Wurung. Jalan tersebut panjangnya kurang lebih 51 kilometer.

- Advertisement -

KALIANYAR, Radar Ijen – Terkait persoalan jalan rusak menuju Ijen yang disoal masyarakat akibat lalu-lalang kendaraan besar eksplorasi panas bumi, akhirnya pihak PT Medco Cahaya Geotermal muncul juga. Diketahui sejak lama PT Medco akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya. Namun, dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat dan Bupati Bondowoso tersebut, Medco tetap komitmennya pada infrastruktur. Lantas, kapan itu direalisasikan?

Sebelumnya, jajaran direksi PT Medco melakukan pertemuan dengan Bupati Bondowoso Salwa Arifin dan sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso di pendapa, 20 Mei kemarin. Pertemuan tersebut tentu saja untuk membahas keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat terkait kerusakan jalan dan jembatan akibat dilalui kendaraan berat.

General Manager PLTP Ijen PT Medco Geothermal Indonesia Novianto mengatakan, pihaknya sudah memiliki komitmen untuk memperbaiki kerusakan jalan. Walaupun demikian, pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang terjadi. Mulai dari lokasi, marka jalan, dan sebagainya. “Karena secara fisik harus dilihat dan kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi-kondisi jalan tersebut. Secepatnya akan kami kerjakan,” katanya.

Novianto juga mengaku akan memenuhi tuntutan warga yang mengadu beberapa waktu lalu. Khususnya terkait jalan, jembatan, hingga tiang kabel listrik yang juga dikeluhkan. Dia mengakui bahwa kabel listrik juga sering tersangkut kendaraan berat PT Medco. Walaupun saat ini pihaknya mengaku sudah tidak ada mobilisasi alat berat kembali.

Pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dan inventarisasi perihal kebutuhan tinggi kabel atau fasilitas yang di bawah tiga meter, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Nanti kami bekerja sama dengan pihak terkait apakah dengan perbaikan, lebih ditinggikan, atau bagaimana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Bondowoso Munandar mengatakan, jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat yakni dari poros Gardu Atak hingga pertigaan Kawah Wurung. Jalan tersebut panjangnya kurang lebih 51 kilometer.

KALIANYAR, Radar Ijen – Terkait persoalan jalan rusak menuju Ijen yang disoal masyarakat akibat lalu-lalang kendaraan besar eksplorasi panas bumi, akhirnya pihak PT Medco Cahaya Geotermal muncul juga. Diketahui sejak lama PT Medco akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya. Namun, dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat dan Bupati Bondowoso tersebut, Medco tetap komitmennya pada infrastruktur. Lantas, kapan itu direalisasikan?

Sebelumnya, jajaran direksi PT Medco melakukan pertemuan dengan Bupati Bondowoso Salwa Arifin dan sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso di pendapa, 20 Mei kemarin. Pertemuan tersebut tentu saja untuk membahas keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat terkait kerusakan jalan dan jembatan akibat dilalui kendaraan berat.

General Manager PLTP Ijen PT Medco Geothermal Indonesia Novianto mengatakan, pihaknya sudah memiliki komitmen untuk memperbaiki kerusakan jalan. Walaupun demikian, pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang terjadi. Mulai dari lokasi, marka jalan, dan sebagainya. “Karena secara fisik harus dilihat dan kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi-kondisi jalan tersebut. Secepatnya akan kami kerjakan,” katanya.

Novianto juga mengaku akan memenuhi tuntutan warga yang mengadu beberapa waktu lalu. Khususnya terkait jalan, jembatan, hingga tiang kabel listrik yang juga dikeluhkan. Dia mengakui bahwa kabel listrik juga sering tersangkut kendaraan berat PT Medco. Walaupun saat ini pihaknya mengaku sudah tidak ada mobilisasi alat berat kembali.

Pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dan inventarisasi perihal kebutuhan tinggi kabel atau fasilitas yang di bawah tiga meter, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Nanti kami bekerja sama dengan pihak terkait apakah dengan perbaikan, lebih ditinggikan, atau bagaimana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Bondowoso Munandar mengatakan, jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat yakni dari poros Gardu Atak hingga pertigaan Kawah Wurung. Jalan tersebut panjangnya kurang lebih 51 kilometer.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/