alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Aneh, Saat Ramadan Banyak ODGJ

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurutnya, yang menjadi persoalan saat ini bukan hanya terletak pada ODGJ-nya, namun kepada pihak keluarganya. “Setelah kami lakukan perawatan, kemudian sembuh, terkadang keluarganya tidak mau merawatnya,” jelasnya. Dirinya menganggap itu justru menjadi persoalan baru. Menurutnya, keluarga dari ODGJ tersebut khawatir bahwa penyakit jiwa yang dialami akan kambuh lagi.

Mengetahui hal itu, Dinsos mengambil langkah untuk memberikan edukasi kepada keluarga ODGJ. Mulai dari obat yang harus diberikan hingga perawatan yang dilakukan oleh pihak keluarga tersebut. Sehingga potensi kambuh bagi semakin mengecil. “Kami tidak hanya menangani ODGJ, tapi juga mengedukasi keluarganya,” terang Ani.

Dirinya mengaku, ODGJ yang ditanganinya tidak hanya dari Bondowoso. Banyak juga ODGJ dari luar kota yang ditemukan di Bondowoso. “Terakhir itu (dari, Red) Bandung,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menambahkan, meski ODGJ tersebut berasal dari luar kota, tetap dilakukan perawatan. Saat sudah sembuh, pihaknya melakukan komunikasi dengan Dinsos Bandung untuk melakukan penjemputan terhadap warganya. (mg5/c2/dwi)

- Advertisement -

Menurutnya, yang menjadi persoalan saat ini bukan hanya terletak pada ODGJ-nya, namun kepada pihak keluarganya. “Setelah kami lakukan perawatan, kemudian sembuh, terkadang keluarganya tidak mau merawatnya,” jelasnya. Dirinya menganggap itu justru menjadi persoalan baru. Menurutnya, keluarga dari ODGJ tersebut khawatir bahwa penyakit jiwa yang dialami akan kambuh lagi.

Mengetahui hal itu, Dinsos mengambil langkah untuk memberikan edukasi kepada keluarga ODGJ. Mulai dari obat yang harus diberikan hingga perawatan yang dilakukan oleh pihak keluarga tersebut. Sehingga potensi kambuh bagi semakin mengecil. “Kami tidak hanya menangani ODGJ, tapi juga mengedukasi keluarganya,” terang Ani.

Dirinya mengaku, ODGJ yang ditanganinya tidak hanya dari Bondowoso. Banyak juga ODGJ dari luar kota yang ditemukan di Bondowoso. “Terakhir itu (dari, Red) Bandung,” terangnya.

Dirinya menambahkan, meski ODGJ tersebut berasal dari luar kota, tetap dilakukan perawatan. Saat sudah sembuh, pihaknya melakukan komunikasi dengan Dinsos Bandung untuk melakukan penjemputan terhadap warganya. (mg5/c2/dwi)

Menurutnya, yang menjadi persoalan saat ini bukan hanya terletak pada ODGJ-nya, namun kepada pihak keluarganya. “Setelah kami lakukan perawatan, kemudian sembuh, terkadang keluarganya tidak mau merawatnya,” jelasnya. Dirinya menganggap itu justru menjadi persoalan baru. Menurutnya, keluarga dari ODGJ tersebut khawatir bahwa penyakit jiwa yang dialami akan kambuh lagi.

Mengetahui hal itu, Dinsos mengambil langkah untuk memberikan edukasi kepada keluarga ODGJ. Mulai dari obat yang harus diberikan hingga perawatan yang dilakukan oleh pihak keluarga tersebut. Sehingga potensi kambuh bagi semakin mengecil. “Kami tidak hanya menangani ODGJ, tapi juga mengedukasi keluarganya,” terang Ani.

Dirinya mengaku, ODGJ yang ditanganinya tidak hanya dari Bondowoso. Banyak juga ODGJ dari luar kota yang ditemukan di Bondowoso. “Terakhir itu (dari, Red) Bandung,” terangnya.

Dirinya menambahkan, meski ODGJ tersebut berasal dari luar kota, tetap dilakukan perawatan. Saat sudah sembuh, pihaknya melakukan komunikasi dengan Dinsos Bandung untuk melakukan penjemputan terhadap warganya. (mg5/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/