alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Tambah Dua Tersangka Lagi

Kasus PTBG Terus Dikembangkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara, Surya Kodrat menjadi salah satu saksi kunci yang disebut-sebut dalam persidangan Rudy Hartoyo. Surya Kodrat diduga kuat berperan dalam aliran dana pembelian kopi yang tidak sesuai dengan perjanjian. Pembelian kopi yang dilakukan PTBG terhadap UPH Java Ijen menyalahi kontrak. Menurut kontrak, seharusnya dibelikan kopi kualitas grade 1 dengan harga Rp 70-75 ribu per kilogramnya. Namun, melenceng dengan pembelian biji kopi grade 3 dengan harga Rp 40 ribu per kilogramnya.

Bahkan, pembelian biji kopi itu mencapai 21 ton. Kerugian negara hasil perhitungan ahli dalam kasus ini pun mencapai Rp 447 juta. “Tersangka Surya Kodrat memberikan kesempatan memasukkan dana 1,6 miliar ke rekening pribadi Rudy. Akhirnya Rudy membelanjakan itu seoalah-olah dana pribadinya,” jelas Sucipto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, yang turut mendampingi kajari dalam konferensi pers, kemarin.

Ketiganya pun membuat perjanjian kerja sama. “Sudah menyalahi master plan yang ada. Dan menimbulkan kerugian negara,” lanjut Sucipto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, sebelumnya, dalam persidangan beberapa bulan lalu, Dedi Rahman, penasihat hukum Rudy Hartoyo, mengatakan bahwa peran Surya Kodrat sangatlah penting. Terlebih mengenai aliran dana. Bahkan, Surya mengetahui dan turut bertanda tangan dalam perjanjian awal tentang awal mula pembelian kopi. “Tanda tangan di perjanjian jual beli. Jadi, kopi apa yang dibeli dan siapa pembelinya, saksi juga tahu. Dan itu diakui juga di persidangan,” papar Dedi.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Sementara, Surya Kodrat menjadi salah satu saksi kunci yang disebut-sebut dalam persidangan Rudy Hartoyo. Surya Kodrat diduga kuat berperan dalam aliran dana pembelian kopi yang tidak sesuai dengan perjanjian. Pembelian kopi yang dilakukan PTBG terhadap UPH Java Ijen menyalahi kontrak. Menurut kontrak, seharusnya dibelikan kopi kualitas grade 1 dengan harga Rp 70-75 ribu per kilogramnya. Namun, melenceng dengan pembelian biji kopi grade 3 dengan harga Rp 40 ribu per kilogramnya.

Bahkan, pembelian biji kopi itu mencapai 21 ton. Kerugian negara hasil perhitungan ahli dalam kasus ini pun mencapai Rp 447 juta. “Tersangka Surya Kodrat memberikan kesempatan memasukkan dana 1,6 miliar ke rekening pribadi Rudy. Akhirnya Rudy membelanjakan itu seoalah-olah dana pribadinya,” jelas Sucipto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, yang turut mendampingi kajari dalam konferensi pers, kemarin.

Ketiganya pun membuat perjanjian kerja sama. “Sudah menyalahi master plan yang ada. Dan menimbulkan kerugian negara,” lanjut Sucipto.

Bahkan, sebelumnya, dalam persidangan beberapa bulan lalu, Dedi Rahman, penasihat hukum Rudy Hartoyo, mengatakan bahwa peran Surya Kodrat sangatlah penting. Terlebih mengenai aliran dana. Bahkan, Surya mengetahui dan turut bertanda tangan dalam perjanjian awal tentang awal mula pembelian kopi. “Tanda tangan di perjanjian jual beli. Jadi, kopi apa yang dibeli dan siapa pembelinya, saksi juga tahu. Dan itu diakui juga di persidangan,” papar Dedi.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Sementara, Surya Kodrat menjadi salah satu saksi kunci yang disebut-sebut dalam persidangan Rudy Hartoyo. Surya Kodrat diduga kuat berperan dalam aliran dana pembelian kopi yang tidak sesuai dengan perjanjian. Pembelian kopi yang dilakukan PTBG terhadap UPH Java Ijen menyalahi kontrak. Menurut kontrak, seharusnya dibelikan kopi kualitas grade 1 dengan harga Rp 70-75 ribu per kilogramnya. Namun, melenceng dengan pembelian biji kopi grade 3 dengan harga Rp 40 ribu per kilogramnya.

Bahkan, pembelian biji kopi itu mencapai 21 ton. Kerugian negara hasil perhitungan ahli dalam kasus ini pun mencapai Rp 447 juta. “Tersangka Surya Kodrat memberikan kesempatan memasukkan dana 1,6 miliar ke rekening pribadi Rudy. Akhirnya Rudy membelanjakan itu seoalah-olah dana pribadinya,” jelas Sucipto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, yang turut mendampingi kajari dalam konferensi pers, kemarin.

Ketiganya pun membuat perjanjian kerja sama. “Sudah menyalahi master plan yang ada. Dan menimbulkan kerugian negara,” lanjut Sucipto.

Bahkan, sebelumnya, dalam persidangan beberapa bulan lalu, Dedi Rahman, penasihat hukum Rudy Hartoyo, mengatakan bahwa peran Surya Kodrat sangatlah penting. Terlebih mengenai aliran dana. Bahkan, Surya mengetahui dan turut bertanda tangan dalam perjanjian awal tentang awal mula pembelian kopi. “Tanda tangan di perjanjian jual beli. Jadi, kopi apa yang dibeli dan siapa pembelinya, saksi juga tahu. Dan itu diakui juga di persidangan,” papar Dedi.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/