alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bacakan Puisi Perjuangan untuk Siswa

Peringati Hari Kartini 2021

Mobile_AP_Rectangle 1

Sebenarnya, kata dia, pesan dari kegiatan ini menekankan agar pemuda tidak boleh lupa pada sejarah.  “Anak-anak harus meneruskan perjuangan di zaman yang sekarang. Disesuaikan dengan zamannya, yang tidak sama dengan masa Raden Ajeng Kartini. Apalagi sekarang masuk era digital dan ada korona. Tetapi harus tetap berkarya,” bebernya.

Di momen Hari Kartini ini, kata dia, dia mengajak siswi agar punya rasa syukur dengan meneladani para pahlawan. “Karena dengan perjuangan Kartini, kita bisa seperti sekarang. Bisa sekolah, bekerja, berkarya, dan berprestasi seperti sekarang,” jelasnya.

“Kita sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, setinggi apa pun jabatan kita, kita tak boleh lupa kodrat kita sebagai perempuan. Ada rambu-rambu sebagai perempuan, tak boleh keluar dari itu,” sambungnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun demikian, dalam hal profesi, perempuan harus bisa masuk di lini kehidupan apa pun. Bahkan, jika tidak ada Kartini, mungkin dirinya tak jadi kepala sekolah seperti sekarang. “Tanpa Raden Ajeng Kartini, mungkin kita tidak bisa seleluasa sekarang,” imbuhnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Sebenarnya, kata dia, pesan dari kegiatan ini menekankan agar pemuda tidak boleh lupa pada sejarah.  “Anak-anak harus meneruskan perjuangan di zaman yang sekarang. Disesuaikan dengan zamannya, yang tidak sama dengan masa Raden Ajeng Kartini. Apalagi sekarang masuk era digital dan ada korona. Tetapi harus tetap berkarya,” bebernya.

Di momen Hari Kartini ini, kata dia, dia mengajak siswi agar punya rasa syukur dengan meneladani para pahlawan. “Karena dengan perjuangan Kartini, kita bisa seperti sekarang. Bisa sekolah, bekerja, berkarya, dan berprestasi seperti sekarang,” jelasnya.

“Kita sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, setinggi apa pun jabatan kita, kita tak boleh lupa kodrat kita sebagai perempuan. Ada rambu-rambu sebagai perempuan, tak boleh keluar dari itu,” sambungnya.

Namun demikian, dalam hal profesi, perempuan harus bisa masuk di lini kehidupan apa pun. Bahkan, jika tidak ada Kartini, mungkin dirinya tak jadi kepala sekolah seperti sekarang. “Tanpa Raden Ajeng Kartini, mungkin kita tidak bisa seleluasa sekarang,” imbuhnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

Sebenarnya, kata dia, pesan dari kegiatan ini menekankan agar pemuda tidak boleh lupa pada sejarah.  “Anak-anak harus meneruskan perjuangan di zaman yang sekarang. Disesuaikan dengan zamannya, yang tidak sama dengan masa Raden Ajeng Kartini. Apalagi sekarang masuk era digital dan ada korona. Tetapi harus tetap berkarya,” bebernya.

Di momen Hari Kartini ini, kata dia, dia mengajak siswi agar punya rasa syukur dengan meneladani para pahlawan. “Karena dengan perjuangan Kartini, kita bisa seperti sekarang. Bisa sekolah, bekerja, berkarya, dan berprestasi seperti sekarang,” jelasnya.

“Kita sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, setinggi apa pun jabatan kita, kita tak boleh lupa kodrat kita sebagai perempuan. Ada rambu-rambu sebagai perempuan, tak boleh keluar dari itu,” sambungnya.

Namun demikian, dalam hal profesi, perempuan harus bisa masuk di lini kehidupan apa pun. Bahkan, jika tidak ada Kartini, mungkin dirinya tak jadi kepala sekolah seperti sekarang. “Tanpa Raden Ajeng Kartini, mungkin kita tidak bisa seleluasa sekarang,” imbuhnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/