alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pikap Terguling Sejauh 20 Meter 

Cedera Berat, Sopir Belum Bisa Bicara

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tragedi maut tergulingnya mobil pikap di Jalan Raya Ijen, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, pada Senin (21/3) siang kemarin terus didalami Polres Bondowoso. Selasa siang kemarin, Ditlantas Polda Jatim turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Kecelakaan maut yang berujung meninggalnya lima buruh tani tersebut menjadi perhatian pihak kepolisian. Sebab, mobil pikap yang seharusnya diperuntukkan memuat barang, namun kenyataannya digunakan untuk membawa penumpang. Terlebih dengan jumlah cukup banyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam olah TKP tersebut juga langsung dipantau Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jatim beserta anggota Polres Bondowoso. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Gathut Bowo menjelaskan, pihaknya melakukan olah TKP guna mengetahui dengan jelas kronologi peristiwa nahas tersebut. “Dari hasil olah TKP sementara, diketahui bahwa pikap sempat keluar dari badan jalan sebelah kiri, lalu kembali ke tengah, dan terbalik,” ucapnya.

Dugaan sementara, kejadian laka lantas tersebut bermula saat mobil pikap Grand Max yang memuat 27 buruh tani kentang beserta pengemudinya itu melaju dari arah selatan. Tiba-tiba oleng ke kiri dan terbalik di atas badan jalan. Bahkan, dalam posisi terbalik, badan pikap sempat terseret sepanjang 20 meter. “Ada juga penumpang yang terlempar dan ada juga tertindih pikap, sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” tuturnya.

Mengenai penetapan tersangka, diakui masih belum bisa dilakukan. Sebab, sopir mengalami cedera parah di bagian leher dan rahang. “Pengemudi atas nama Suahnan kini masih mendapatkan perawatan. Sehingga dirinya pun belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang bukti mobil pikap Grand Max, kini sudah diamankan Satlantas Polres Bondowoso,” ucap AKBP Gathut.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tragedi maut tergulingnya mobil pikap di Jalan Raya Ijen, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, pada Senin (21/3) siang kemarin terus didalami Polres Bondowoso. Selasa siang kemarin, Ditlantas Polda Jatim turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Kecelakaan maut yang berujung meninggalnya lima buruh tani tersebut menjadi perhatian pihak kepolisian. Sebab, mobil pikap yang seharusnya diperuntukkan memuat barang, namun kenyataannya digunakan untuk membawa penumpang. Terlebih dengan jumlah cukup banyak.

Dalam olah TKP tersebut juga langsung dipantau Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jatim beserta anggota Polres Bondowoso. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Gathut Bowo menjelaskan, pihaknya melakukan olah TKP guna mengetahui dengan jelas kronologi peristiwa nahas tersebut. “Dari hasil olah TKP sementara, diketahui bahwa pikap sempat keluar dari badan jalan sebelah kiri, lalu kembali ke tengah, dan terbalik,” ucapnya.

Dugaan sementara, kejadian laka lantas tersebut bermula saat mobil pikap Grand Max yang memuat 27 buruh tani kentang beserta pengemudinya itu melaju dari arah selatan. Tiba-tiba oleng ke kiri dan terbalik di atas badan jalan. Bahkan, dalam posisi terbalik, badan pikap sempat terseret sepanjang 20 meter. “Ada juga penumpang yang terlempar dan ada juga tertindih pikap, sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” tuturnya.

Mengenai penetapan tersangka, diakui masih belum bisa dilakukan. Sebab, sopir mengalami cedera parah di bagian leher dan rahang. “Pengemudi atas nama Suahnan kini masih mendapatkan perawatan. Sehingga dirinya pun belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang bukti mobil pikap Grand Max, kini sudah diamankan Satlantas Polres Bondowoso,” ucap AKBP Gathut.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tragedi maut tergulingnya mobil pikap di Jalan Raya Ijen, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, pada Senin (21/3) siang kemarin terus didalami Polres Bondowoso. Selasa siang kemarin, Ditlantas Polda Jatim turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :Korban Salah Tangkap yang Digebuki Massa di Jember Tak Menuntut Siapapun

Kecelakaan maut yang berujung meninggalnya lima buruh tani tersebut menjadi perhatian pihak kepolisian. Sebab, mobil pikap yang seharusnya diperuntukkan memuat barang, namun kenyataannya digunakan untuk membawa penumpang. Terlebih dengan jumlah cukup banyak.

Dalam olah TKP tersebut juga langsung dipantau Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jatim beserta anggota Polres Bondowoso. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Gathut Bowo menjelaskan, pihaknya melakukan olah TKP guna mengetahui dengan jelas kronologi peristiwa nahas tersebut. “Dari hasil olah TKP sementara, diketahui bahwa pikap sempat keluar dari badan jalan sebelah kiri, lalu kembali ke tengah, dan terbalik,” ucapnya.

Dugaan sementara, kejadian laka lantas tersebut bermula saat mobil pikap Grand Max yang memuat 27 buruh tani kentang beserta pengemudinya itu melaju dari arah selatan. Tiba-tiba oleng ke kiri dan terbalik di atas badan jalan. Bahkan, dalam posisi terbalik, badan pikap sempat terseret sepanjang 20 meter. “Ada juga penumpang yang terlempar dan ada juga tertindih pikap, sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” tuturnya.

Mengenai penetapan tersangka, diakui masih belum bisa dilakukan. Sebab, sopir mengalami cedera parah di bagian leher dan rahang. “Pengemudi atas nama Suahnan kini masih mendapatkan perawatan. Sehingga dirinya pun belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang bukti mobil pikap Grand Max, kini sudah diamankan Satlantas Polres Bondowoso,” ucap AKBP Gathut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/