alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tetap Saja Ada yang Melanggar

Zona Kuning Bukan Berarti Boleh Lalai

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 sudah lebih dari satu tahun melanda Indonesia. Perang terhadap virus tersebut memang masih terus digalakkan. Mulai dari kewajiban mematuhi protokol kesehatan (prokes), dilaksanakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), hingga vaksinasi terus diupayakan.
Sistem tersebut nyatanya berhasil membuat Kabupaten Bondowoso berubah menjadi zona kuning. Namun, ketika zona kuning tidak lantas boleh lalai. Hal itu yang harus ditekankan pemerintah kepada masyarakat. Karenanya, walau zona kuning, operasi yustisi terus saja dilakukan.
Ketika ada operasi, ternyata masih saja ada yang melanggar. Sebagian orang mulai lalai dalam mematuhi prokes. Operasi yustisi yang digelar tim satgas Covid-19 kabupaten bersama forkopimda itu dilakukan di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.
Ada beberapa pengendara yang tidak memakai masker. Karena kedapatan melanggar prokes, mereka kemudian langsung mendapatkan sanksi di tempat. Mereka disidang di tempat. Sanksi yang diberikan beragam. Mulai dari harus membayar denda sebesar Rp 30 ribu, hingga hukuman berupa sanksi sosial, seperti mengaji, menyanyikan Indonesia Raya, hingga hormat bendera.
Suwito, Koordinator Lapangan Operasi Yustisi, menyampaikan, jumlah pelanggar yang terjaring di tempat tersebut ternyata cukup banyak. Tidak sampai satu jam, puluhan pelanggar sudah mendapatkan berbagai sanksi dari hakim. “Untuk di kota sendiri hari ini, ternyata cukup banyak yang melanggar. Biasanya gak sebanyak ini, hari ini meningkat,” ujarnya.
Dijelaskan, operasi tidak hanya di wilayah kota, namun menyeluruh. Awalnya, pihaknya tidak menyangka masih banyak yang melanggar prokes di wilayah kota. Namun, kenyataannya masih banyak. “Ternyata di kota juga masih ada pelanggar,” tegasnya.
Sementara itu, Iptu Didik Waluyo, Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Bondowoso, menyampaikan, para pelanggar yang terjaring operasi tersebut kebanyakan hanya membawa masker, tapi tidak digunakan. “Sebenarnya banyak yang bawa, cuma gak dipakek,” terangnya.
Operasi yustisi dinilai masih sangat perlu untuk dilakukan. Selain memberikan efek jera kepada para pelanggar, kegiatan semacam ini juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker. “Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, Bondowoso bisa terlepas dari Covid-19 serta syukur nantinya Bondowoso zona hijau,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 sudah lebih dari satu tahun melanda Indonesia. Perang terhadap virus tersebut memang masih terus digalakkan. Mulai dari kewajiban mematuhi protokol kesehatan (prokes), dilaksanakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), hingga vaksinasi terus diupayakan.
Sistem tersebut nyatanya berhasil membuat Kabupaten Bondowoso berubah menjadi zona kuning. Namun, ketika zona kuning tidak lantas boleh lalai. Hal itu yang harus ditekankan pemerintah kepada masyarakat. Karenanya, walau zona kuning, operasi yustisi terus saja dilakukan.
Ketika ada operasi, ternyata masih saja ada yang melanggar. Sebagian orang mulai lalai dalam mematuhi prokes. Operasi yustisi yang digelar tim satgas Covid-19 kabupaten bersama forkopimda itu dilakukan di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.
Ada beberapa pengendara yang tidak memakai masker. Karena kedapatan melanggar prokes, mereka kemudian langsung mendapatkan sanksi di tempat. Mereka disidang di tempat. Sanksi yang diberikan beragam. Mulai dari harus membayar denda sebesar Rp 30 ribu, hingga hukuman berupa sanksi sosial, seperti mengaji, menyanyikan Indonesia Raya, hingga hormat bendera.
Suwito, Koordinator Lapangan Operasi Yustisi, menyampaikan, jumlah pelanggar yang terjaring di tempat tersebut ternyata cukup banyak. Tidak sampai satu jam, puluhan pelanggar sudah mendapatkan berbagai sanksi dari hakim. “Untuk di kota sendiri hari ini, ternyata cukup banyak yang melanggar. Biasanya gak sebanyak ini, hari ini meningkat,” ujarnya.
Dijelaskan, operasi tidak hanya di wilayah kota, namun menyeluruh. Awalnya, pihaknya tidak menyangka masih banyak yang melanggar prokes di wilayah kota. Namun, kenyataannya masih banyak. “Ternyata di kota juga masih ada pelanggar,” tegasnya.
Sementara itu, Iptu Didik Waluyo, Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Bondowoso, menyampaikan, para pelanggar yang terjaring operasi tersebut kebanyakan hanya membawa masker, tapi tidak digunakan. “Sebenarnya banyak yang bawa, cuma gak dipakek,” terangnya.
Operasi yustisi dinilai masih sangat perlu untuk dilakukan. Selain memberikan efek jera kepada para pelanggar, kegiatan semacam ini juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker. “Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, Bondowoso bisa terlepas dari Covid-19 serta syukur nantinya Bondowoso zona hijau,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 sudah lebih dari satu tahun melanda Indonesia. Perang terhadap virus tersebut memang masih terus digalakkan. Mulai dari kewajiban mematuhi protokol kesehatan (prokes), dilaksanakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), hingga vaksinasi terus diupayakan.
Sistem tersebut nyatanya berhasil membuat Kabupaten Bondowoso berubah menjadi zona kuning. Namun, ketika zona kuning tidak lantas boleh lalai. Hal itu yang harus ditekankan pemerintah kepada masyarakat. Karenanya, walau zona kuning, operasi yustisi terus saja dilakukan.
Ketika ada operasi, ternyata masih saja ada yang melanggar. Sebagian orang mulai lalai dalam mematuhi prokes. Operasi yustisi yang digelar tim satgas Covid-19 kabupaten bersama forkopimda itu dilakukan di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.
Ada beberapa pengendara yang tidak memakai masker. Karena kedapatan melanggar prokes, mereka kemudian langsung mendapatkan sanksi di tempat. Mereka disidang di tempat. Sanksi yang diberikan beragam. Mulai dari harus membayar denda sebesar Rp 30 ribu, hingga hukuman berupa sanksi sosial, seperti mengaji, menyanyikan Indonesia Raya, hingga hormat bendera.
Suwito, Koordinator Lapangan Operasi Yustisi, menyampaikan, jumlah pelanggar yang terjaring di tempat tersebut ternyata cukup banyak. Tidak sampai satu jam, puluhan pelanggar sudah mendapatkan berbagai sanksi dari hakim. “Untuk di kota sendiri hari ini, ternyata cukup banyak yang melanggar. Biasanya gak sebanyak ini, hari ini meningkat,” ujarnya.
Dijelaskan, operasi tidak hanya di wilayah kota, namun menyeluruh. Awalnya, pihaknya tidak menyangka masih banyak yang melanggar prokes di wilayah kota. Namun, kenyataannya masih banyak. “Ternyata di kota juga masih ada pelanggar,” tegasnya.
Sementara itu, Iptu Didik Waluyo, Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Bondowoso, menyampaikan, para pelanggar yang terjaring operasi tersebut kebanyakan hanya membawa masker, tapi tidak digunakan. “Sebenarnya banyak yang bawa, cuma gak dipakek,” terangnya.
Operasi yustisi dinilai masih sangat perlu untuk dilakukan. Selain memberikan efek jera kepada para pelanggar, kegiatan semacam ini juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker. “Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, Bondowoso bisa terlepas dari Covid-19 serta syukur nantinya Bondowoso zona hijau,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/