alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Inkrah, Kejaksaan Tak Segan Eksekusi

Batas Pengajuan Kasasi Belum Habis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya sudah keluar, Februari lalu. Kini, terdakwa sekretaris daerah (sekda) nonaktif Syaifullah masih belum memutuskan, apakah menerima putusan itu atau masih melanjutkan upaya hukum lagi, yakni kasasi.
Ketika dikonfirmasi kemarin, Syaifullah memilih tak ingin berkomentar banyak. Dirinya mengarahkan statement-nya kepada penasihat hukumnya. “Langsung saja ke pengacara saya ya,” tulisnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, penasihat hukum Syaifullah, Hariyanto, mengaku bahwa pihaknya bakal berkonsultasi lebih lanjut dengan kliennya. Ditanya apakah pihaknya akan melayangkan kasasi atau menerima putusan, dirinya mengaku belum bisa memutuskan.
“Ditunggu batas waktu menurut undang-undang. Karena secara resmi Pak Syaifullah belum membuat surat kuasa untuk kasasi,” ujar Hariyanto.
Hariyanto menambahkan, pemberitahuan putusan PT sudah keluar tanggal 15 Maret lalu. “Berarti terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 29 nanti batas waktu mengajukan kasasi, 14 hari sejak tanggal 16 Maret, sesuai dengan ketentuan pada Pasal 244 KUHAP,” imbuhnya.
Lalu, hingga saat ini belum ada keputusan dari Syaifullah untuk kasasi atau terima atas putusan banding PT itu? “Secara resmi belum. Tetapi secara lisan dia (Syaifullah, Red) mengajukan kasasi,” pungkas Hariyanto.
Sementara itu, di pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Sucipto mengatakan bahwa putusan banding dari PT sudah turun. Pihaknya pun masih belum menentukan sikap lanjutan.
Namun, apabila terdakwa menerima putusan banding dan sudah dinyatakan inkrah, maka Kejari Bondowoso tak segan-segan akan segera mengeksekusi terdakwa ke hotel prodeo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sesuai putusan banding.
“Ya kalau terdakwa sudah terima dengan putusan pengadilan tinggi dan putusannya inkrah, kami ya akan segera mengeksekusi sesuai putusannya,” bebernya.
Sebelumnya, di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke PT Surabaya.
Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya sudah keluar, Februari lalu. Kini, terdakwa sekretaris daerah (sekda) nonaktif Syaifullah masih belum memutuskan, apakah menerima putusan itu atau masih melanjutkan upaya hukum lagi, yakni kasasi.
Ketika dikonfirmasi kemarin, Syaifullah memilih tak ingin berkomentar banyak. Dirinya mengarahkan statement-nya kepada penasihat hukumnya. “Langsung saja ke pengacara saya ya,” tulisnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, penasihat hukum Syaifullah, Hariyanto, mengaku bahwa pihaknya bakal berkonsultasi lebih lanjut dengan kliennya. Ditanya apakah pihaknya akan melayangkan kasasi atau menerima putusan, dirinya mengaku belum bisa memutuskan.
“Ditunggu batas waktu menurut undang-undang. Karena secara resmi Pak Syaifullah belum membuat surat kuasa untuk kasasi,” ujar Hariyanto.
Hariyanto menambahkan, pemberitahuan putusan PT sudah keluar tanggal 15 Maret lalu. “Berarti terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 29 nanti batas waktu mengajukan kasasi, 14 hari sejak tanggal 16 Maret, sesuai dengan ketentuan pada Pasal 244 KUHAP,” imbuhnya.
Lalu, hingga saat ini belum ada keputusan dari Syaifullah untuk kasasi atau terima atas putusan banding PT itu? “Secara resmi belum. Tetapi secara lisan dia (Syaifullah, Red) mengajukan kasasi,” pungkas Hariyanto.
Sementara itu, di pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Sucipto mengatakan bahwa putusan banding dari PT sudah turun. Pihaknya pun masih belum menentukan sikap lanjutan.
Namun, apabila terdakwa menerima putusan banding dan sudah dinyatakan inkrah, maka Kejari Bondowoso tak segan-segan akan segera mengeksekusi terdakwa ke hotel prodeo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sesuai putusan banding.
“Ya kalau terdakwa sudah terima dengan putusan pengadilan tinggi dan putusannya inkrah, kami ya akan segera mengeksekusi sesuai putusannya,” bebernya.
Sebelumnya, di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke PT Surabaya.
Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya sudah keluar, Februari lalu. Kini, terdakwa sekretaris daerah (sekda) nonaktif Syaifullah masih belum memutuskan, apakah menerima putusan itu atau masih melanjutkan upaya hukum lagi, yakni kasasi.
Ketika dikonfirmasi kemarin, Syaifullah memilih tak ingin berkomentar banyak. Dirinya mengarahkan statement-nya kepada penasihat hukumnya. “Langsung saja ke pengacara saya ya,” tulisnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, penasihat hukum Syaifullah, Hariyanto, mengaku bahwa pihaknya bakal berkonsultasi lebih lanjut dengan kliennya. Ditanya apakah pihaknya akan melayangkan kasasi atau menerima putusan, dirinya mengaku belum bisa memutuskan.
“Ditunggu batas waktu menurut undang-undang. Karena secara resmi Pak Syaifullah belum membuat surat kuasa untuk kasasi,” ujar Hariyanto.
Hariyanto menambahkan, pemberitahuan putusan PT sudah keluar tanggal 15 Maret lalu. “Berarti terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 29 nanti batas waktu mengajukan kasasi, 14 hari sejak tanggal 16 Maret, sesuai dengan ketentuan pada Pasal 244 KUHAP,” imbuhnya.
Lalu, hingga saat ini belum ada keputusan dari Syaifullah untuk kasasi atau terima atas putusan banding PT itu? “Secara resmi belum. Tetapi secara lisan dia (Syaifullah, Red) mengajukan kasasi,” pungkas Hariyanto.
Sementara itu, di pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Sucipto mengatakan bahwa putusan banding dari PT sudah turun. Pihaknya pun masih belum menentukan sikap lanjutan.
Namun, apabila terdakwa menerima putusan banding dan sudah dinyatakan inkrah, maka Kejari Bondowoso tak segan-segan akan segera mengeksekusi terdakwa ke hotel prodeo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sesuai putusan banding.
“Ya kalau terdakwa sudah terima dengan putusan pengadilan tinggi dan putusannya inkrah, kami ya akan segera mengeksekusi sesuai putusannya,” bebernya.
Sebelumnya, di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke PT Surabaya.
Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/