alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tiga Produk Lokal Tembus Maskapai Garuda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah produk lokal UMKM Bondowoso diminati maskapai Garuda Indonesia. Maskapai terbesar di Indonesia tersebut meminati produk lokal Bondowoso untuk dipasarkan di transportasi udara itu.

Beberapa waktu lalu, total ada lima produk UMKM di Jawa Timur yang lolos kurasi sales on board (SOB) salah satu maskapai pesawat Indonesia. SOB sendiri merupakan program penjualan merchandise pesawat. Baik itu nantinya dalam bentuk penjualan di ruang tunggu pesawat, maupun tampilan produknya bakal dipampang di dalam pesawat.

Dari lima produk UMKM Jatim itu, tiga di antaranya berasal dari Bondowoso. Yakni produk kopi Nine Coffee Roastery, Tape Crispy (Gehael Foods), dan Iendah Art & Craft, aksesori berbahan kulit kayu. Dua produk lainnya berasal dari luar Bondowoso, yaitu Jamur Crispy serta Abon Waty.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu dibenarkan oleh Sigit Purnomo, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. Produk UMKM itu mendapat kontrak eksklusif dari perusahaan maskapai selama enam bulan. “Sekarang rekan-rekan juga sedang mempersiapkan semua kelengkapannya,” ujarnya.

Tembusnya produk lokal di kancah transportasi udara Indonesia merupakan pencapaian bagus. Apalagi, di tengah krisis pandemi, masih ada saja produk UMKM lokal Bondowoso yang dapat bersaing. “Ini tentunya tidak hanya membawa nama UMKM saja. Tapi sekaligus nama Bondowoso. Kami pemerintah hanya memfasilitasi, agar semuanya bisa terakomodasi,” imbuh pria yang akrab disapa Sigit ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah produk lokal UMKM Bondowoso diminati maskapai Garuda Indonesia. Maskapai terbesar di Indonesia tersebut meminati produk lokal Bondowoso untuk dipasarkan di transportasi udara itu.

Beberapa waktu lalu, total ada lima produk UMKM di Jawa Timur yang lolos kurasi sales on board (SOB) salah satu maskapai pesawat Indonesia. SOB sendiri merupakan program penjualan merchandise pesawat. Baik itu nantinya dalam bentuk penjualan di ruang tunggu pesawat, maupun tampilan produknya bakal dipampang di dalam pesawat.

Dari lima produk UMKM Jatim itu, tiga di antaranya berasal dari Bondowoso. Yakni produk kopi Nine Coffee Roastery, Tape Crispy (Gehael Foods), dan Iendah Art & Craft, aksesori berbahan kulit kayu. Dua produk lainnya berasal dari luar Bondowoso, yaitu Jamur Crispy serta Abon Waty.

Hal itu dibenarkan oleh Sigit Purnomo, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. Produk UMKM itu mendapat kontrak eksklusif dari perusahaan maskapai selama enam bulan. “Sekarang rekan-rekan juga sedang mempersiapkan semua kelengkapannya,” ujarnya.

Tembusnya produk lokal di kancah transportasi udara Indonesia merupakan pencapaian bagus. Apalagi, di tengah krisis pandemi, masih ada saja produk UMKM lokal Bondowoso yang dapat bersaing. “Ini tentunya tidak hanya membawa nama UMKM saja. Tapi sekaligus nama Bondowoso. Kami pemerintah hanya memfasilitasi, agar semuanya bisa terakomodasi,” imbuh pria yang akrab disapa Sigit ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah produk lokal UMKM Bondowoso diminati maskapai Garuda Indonesia. Maskapai terbesar di Indonesia tersebut meminati produk lokal Bondowoso untuk dipasarkan di transportasi udara itu.

Beberapa waktu lalu, total ada lima produk UMKM di Jawa Timur yang lolos kurasi sales on board (SOB) salah satu maskapai pesawat Indonesia. SOB sendiri merupakan program penjualan merchandise pesawat. Baik itu nantinya dalam bentuk penjualan di ruang tunggu pesawat, maupun tampilan produknya bakal dipampang di dalam pesawat.

Dari lima produk UMKM Jatim itu, tiga di antaranya berasal dari Bondowoso. Yakni produk kopi Nine Coffee Roastery, Tape Crispy (Gehael Foods), dan Iendah Art & Craft, aksesori berbahan kulit kayu. Dua produk lainnya berasal dari luar Bondowoso, yaitu Jamur Crispy serta Abon Waty.

Hal itu dibenarkan oleh Sigit Purnomo, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. Produk UMKM itu mendapat kontrak eksklusif dari perusahaan maskapai selama enam bulan. “Sekarang rekan-rekan juga sedang mempersiapkan semua kelengkapannya,” ujarnya.

Tembusnya produk lokal di kancah transportasi udara Indonesia merupakan pencapaian bagus. Apalagi, di tengah krisis pandemi, masih ada saja produk UMKM lokal Bondowoso yang dapat bersaing. “Ini tentunya tidak hanya membawa nama UMKM saja. Tapi sekaligus nama Bondowoso. Kami pemerintah hanya memfasilitasi, agar semuanya bisa terakomodasi,” imbuh pria yang akrab disapa Sigit ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/