alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Open Bidding Masih Molor

Menunggu Rekom dari KASN

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso saat ini belum dijabat pejabat definitif. Alias masih banyak kursi pejabat Plt. Padahal sudah hampir triwulan pertama 2021. Beberapa OPD itu pun sedang menunggu proses open bidding (lelang jabatan).

Tetapi, sejak tahun lalu, lelang jabatan masih belum menemui titik terang. Apil Sukarwan, Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, menegaskan, pihaknya telah mengajukan 14 OPD kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sehingga, saat ini hanya tinggal menunggu rekomendasi turun, untuk kemudian direalisasikan. “Kami akan merencanakan open bidding. Jalinan komunikasi pun sudah kami lakukan dengan KASN. Kata kuncinya sederhana, kami butuh rekom,” terangnya, kemarin.

Menurut Apil, jika rekomendasi dari KASN tersebut tidak dikehendaki, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan tidak dapat memastikan kapan pelaksanaannya. “Tapi insyaallah saya tidak bisa memastikan apa pun, yang kami lakukan sama mekanismenya dengan pada saat melakukan mutasi,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika rekomendasi dari KASN sudah turun, pihaknya akan mengumpulkan semua tim panitia seleksi (pansel) untuk mempercepat realisasi open bidding. Selama ini, rencana open biding memang terkesan lambat. Apil menceritakan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu menerima surat bupati dari KASN mengenai tim pansel sebelumnya yang tidak disetujui. “Ya sudah kita bikin lagi, diajukan kembali,” tambahnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso saat ini belum dijabat pejabat definitif. Alias masih banyak kursi pejabat Plt. Padahal sudah hampir triwulan pertama 2021. Beberapa OPD itu pun sedang menunggu proses open bidding (lelang jabatan).

Tetapi, sejak tahun lalu, lelang jabatan masih belum menemui titik terang. Apil Sukarwan, Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, menegaskan, pihaknya telah mengajukan 14 OPD kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sehingga, saat ini hanya tinggal menunggu rekomendasi turun, untuk kemudian direalisasikan. “Kami akan merencanakan open bidding. Jalinan komunikasi pun sudah kami lakukan dengan KASN. Kata kuncinya sederhana, kami butuh rekom,” terangnya, kemarin.

Menurut Apil, jika rekomendasi dari KASN tersebut tidak dikehendaki, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan tidak dapat memastikan kapan pelaksanaannya. “Tapi insyaallah saya tidak bisa memastikan apa pun, yang kami lakukan sama mekanismenya dengan pada saat melakukan mutasi,” lanjutnya.

Jika rekomendasi dari KASN sudah turun, pihaknya akan mengumpulkan semua tim panitia seleksi (pansel) untuk mempercepat realisasi open bidding. Selama ini, rencana open biding memang terkesan lambat. Apil menceritakan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu menerima surat bupati dari KASN mengenai tim pansel sebelumnya yang tidak disetujui. “Ya sudah kita bikin lagi, diajukan kembali,” tambahnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso saat ini belum dijabat pejabat definitif. Alias masih banyak kursi pejabat Plt. Padahal sudah hampir triwulan pertama 2021. Beberapa OPD itu pun sedang menunggu proses open bidding (lelang jabatan).

Tetapi, sejak tahun lalu, lelang jabatan masih belum menemui titik terang. Apil Sukarwan, Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, menegaskan, pihaknya telah mengajukan 14 OPD kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sehingga, saat ini hanya tinggal menunggu rekomendasi turun, untuk kemudian direalisasikan. “Kami akan merencanakan open bidding. Jalinan komunikasi pun sudah kami lakukan dengan KASN. Kata kuncinya sederhana, kami butuh rekom,” terangnya, kemarin.

Menurut Apil, jika rekomendasi dari KASN tersebut tidak dikehendaki, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan tidak dapat memastikan kapan pelaksanaannya. “Tapi insyaallah saya tidak bisa memastikan apa pun, yang kami lakukan sama mekanismenya dengan pada saat melakukan mutasi,” lanjutnya.

Jika rekomendasi dari KASN sudah turun, pihaknya akan mengumpulkan semua tim panitia seleksi (pansel) untuk mempercepat realisasi open bidding. Selama ini, rencana open biding memang terkesan lambat. Apil menceritakan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu menerima surat bupati dari KASN mengenai tim pansel sebelumnya yang tidak disetujui. “Ya sudah kita bikin lagi, diajukan kembali,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/