22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Pertanian Organik Jangan Berhenti di Dua Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Salah satu potensi terbesar di Bondowoso adalah sektor pertanian. Mengingat kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Sayangnya, untuk pertanian organik, hanya dua desa yang menerapkan.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, lahan pertanian di Kota Tape pada 2023 mencapai 35.950 hektare. Hal itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Agar isu krisis pangan tidak sampai terjadi. Sebab, petani sudah dapat menghasilkan produk pertanian yang cukup melimpah. Baik berupa beras, sayur, maupun lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Irwan juga menuturkan, pertanian organik di Bondowoso perlu dikembangkan. Dia merasa pertanian organik masih stagnan dan berada di dua desa saja. Yaitu di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, dengan luas 105 hektare dan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, dengan luas 40 hektare. “Masih perlu kami kembangkan lagi untuk ke depan,” imbuhnya.

Menurutnya, mengembangkan pertanian organik saat ini setidaknya memiliki tiga keuntungan. Pertama, hasil pertanian organik akan menghasilkan produk lebih sehat. Artinya, bila petani mengonsumsi produknya sendiri akan lebih sehat juga.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Salah satu potensi terbesar di Bondowoso adalah sektor pertanian. Mengingat kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Sayangnya, untuk pertanian organik, hanya dua desa yang menerapkan.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, lahan pertanian di Kota Tape pada 2023 mencapai 35.950 hektare. Hal itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Agar isu krisis pangan tidak sampai terjadi. Sebab, petani sudah dapat menghasilkan produk pertanian yang cukup melimpah. Baik berupa beras, sayur, maupun lainnya.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, pertanian organik di Bondowoso perlu dikembangkan. Dia merasa pertanian organik masih stagnan dan berada di dua desa saja. Yaitu di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, dengan luas 105 hektare dan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, dengan luas 40 hektare. “Masih perlu kami kembangkan lagi untuk ke depan,” imbuhnya.

Menurutnya, mengembangkan pertanian organik saat ini setidaknya memiliki tiga keuntungan. Pertama, hasil pertanian organik akan menghasilkan produk lebih sehat. Artinya, bila petani mengonsumsi produknya sendiri akan lebih sehat juga.

DABASAH, Radar Ijen – Salah satu potensi terbesar di Bondowoso adalah sektor pertanian. Mengingat kabupaten yang terletak di sisi timur Jatim ini memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Sayangnya, untuk pertanian organik, hanya dua desa yang menerapkan.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, lahan pertanian di Kota Tape pada 2023 mencapai 35.950 hektare. Hal itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Agar isu krisis pangan tidak sampai terjadi. Sebab, petani sudah dapat menghasilkan produk pertanian yang cukup melimpah. Baik berupa beras, sayur, maupun lainnya.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, pertanian organik di Bondowoso perlu dikembangkan. Dia merasa pertanian organik masih stagnan dan berada di dua desa saja. Yaitu di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, dengan luas 105 hektare dan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, dengan luas 40 hektare. “Masih perlu kami kembangkan lagi untuk ke depan,” imbuhnya.

Menurutnya, mengembangkan pertanian organik saat ini setidaknya memiliki tiga keuntungan. Pertama, hasil pertanian organik akan menghasilkan produk lebih sehat. Artinya, bila petani mengonsumsi produknya sendiri akan lebih sehat juga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca