22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Alun-Alun Bondowoso Sempat Dianggarkan Rp 20 M

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Alun-alun menjadi objek pertama yang dilihat orang luar kota saat berkunjung ke sebuah daerah, termasuk di Bondowoso. Jantung kota tersebut tidak hanya menarik warga luar daerah, tapi juga masyarakat Bondowoso sendiri. Sayangnya, kondisi Alun-Alun Bondowoso atau RBA Ki Ronggo tidak baik-baik saja.  Bahkan, anggaran yang disiapkan harus tiada karena pandemi.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Rumput bagian tengah lapangan masih rusak. Hijaunya rumput sudah mulai terkikis. Diharapkan, kondisi rumput alun-alun kembali sehat. Hal itu bisa diselesaikan dengan baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), selaku instansi pengampu ruang terbuka hijau (RTH).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono menyebut, permasalahan yang terjadi di pusat kota, termasuk alun-alun, ini harus segera diselesaikan dengan baik. Termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga, sarana publik lainnya. Agar alun-alun fungsinya benar-benar terasa. Sebagai tempat rekreasi masyarakat dan RTH. “Alun-alun itu harus punya nilai estetika, karena ini wajah kota. Fungsinya harus benar-benar sesuai dengan RTH,” katanya.

Dia juga menilai alun-alun merupakan etalase dari daerah. Oleh karena itu, setiap tahun harus ada anggaran untuk terus melakukan perbaikan, agar mampu memanjakan masyarakat. Fasilitas penunjang lainnya tentu juga tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Alun-alun juga diminta untuk diintegrasikan dengan objek vital lain di sekitarnya. Seperti masjid jamik, gerbong maut yang kaya sejarah, hingga pendapa. Alun-alun harus dikonsep dengan matang, agar tidak menimbulkan pertentangan di masyarakat.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Alun-alun menjadi objek pertama yang dilihat orang luar kota saat berkunjung ke sebuah daerah, termasuk di Bondowoso. Jantung kota tersebut tidak hanya menarik warga luar daerah, tapi juga masyarakat Bondowoso sendiri. Sayangnya, kondisi Alun-Alun Bondowoso atau RBA Ki Ronggo tidak baik-baik saja.  Bahkan, anggaran yang disiapkan harus tiada karena pandemi.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Rumput bagian tengah lapangan masih rusak. Hijaunya rumput sudah mulai terkikis. Diharapkan, kondisi rumput alun-alun kembali sehat. Hal itu bisa diselesaikan dengan baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), selaku instansi pengampu ruang terbuka hijau (RTH).

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono menyebut, permasalahan yang terjadi di pusat kota, termasuk alun-alun, ini harus segera diselesaikan dengan baik. Termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga, sarana publik lainnya. Agar alun-alun fungsinya benar-benar terasa. Sebagai tempat rekreasi masyarakat dan RTH. “Alun-alun itu harus punya nilai estetika, karena ini wajah kota. Fungsinya harus benar-benar sesuai dengan RTH,” katanya.

Dia juga menilai alun-alun merupakan etalase dari daerah. Oleh karena itu, setiap tahun harus ada anggaran untuk terus melakukan perbaikan, agar mampu memanjakan masyarakat. Fasilitas penunjang lainnya tentu juga tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Alun-alun juga diminta untuk diintegrasikan dengan objek vital lain di sekitarnya. Seperti masjid jamik, gerbong maut yang kaya sejarah, hingga pendapa. Alun-alun harus dikonsep dengan matang, agar tidak menimbulkan pertentangan di masyarakat.

DABASAH, Radar Ijen – Alun-alun menjadi objek pertama yang dilihat orang luar kota saat berkunjung ke sebuah daerah, termasuk di Bondowoso. Jantung kota tersebut tidak hanya menarik warga luar daerah, tapi juga masyarakat Bondowoso sendiri. Sayangnya, kondisi Alun-Alun Bondowoso atau RBA Ki Ronggo tidak baik-baik saja.  Bahkan, anggaran yang disiapkan harus tiada karena pandemi.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Rumput bagian tengah lapangan masih rusak. Hijaunya rumput sudah mulai terkikis. Diharapkan, kondisi rumput alun-alun kembali sehat. Hal itu bisa diselesaikan dengan baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), selaku instansi pengampu ruang terbuka hijau (RTH).

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono menyebut, permasalahan yang terjadi di pusat kota, termasuk alun-alun, ini harus segera diselesaikan dengan baik. Termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga, sarana publik lainnya. Agar alun-alun fungsinya benar-benar terasa. Sebagai tempat rekreasi masyarakat dan RTH. “Alun-alun itu harus punya nilai estetika, karena ini wajah kota. Fungsinya harus benar-benar sesuai dengan RTH,” katanya.

Dia juga menilai alun-alun merupakan etalase dari daerah. Oleh karena itu, setiap tahun harus ada anggaran untuk terus melakukan perbaikan, agar mampu memanjakan masyarakat. Fasilitas penunjang lainnya tentu juga tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Alun-alun juga diminta untuk diintegrasikan dengan objek vital lain di sekitarnya. Seperti masjid jamik, gerbong maut yang kaya sejarah, hingga pendapa. Alun-alun harus dikonsep dengan matang, agar tidak menimbulkan pertentangan di masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca