alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Tak Boleh Jadikan Kios sebagai Gudang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik antarpedagang di Pasar Induk Bondowoso kian meruncing. Pedagang pasar sore dan pasar pagi pun masih berbeda keinginan. Sementara itu, DPRD Bondowoso dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) juga belum menemukan solusi kongkret.

Selain polemik antarpedagang, Komisi II menengarai ada praktik salah para pedagang. Yakni penggunaan kios di lantai dua. Ada kios yang hanya digunakan untuk menyimpan barang, alias dijadikan gudang. “Semua kios harus dibuka. Tidak ada kios yang hanya dijadikan tempat penyimpanan barang. Itu jadi bagian dari meramaikan pasar yang di atas (lantai dua, Red),” kata Ali Mansur, Wakil Ketua Komisi II, yang sempat melakukan sidak pasar induk.

Selain menemukan indikasi tersebut, pihaknya juga mendapat masukan agar sidak tidak dilakukan siang hari, namun malam hari. Untuk itu, pihaknya lain kali akan melakukan sidak di pasar pada malam hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sidak pada malam hari tersebut merupakan usulan pedagang yang tidak ingin menempati lantai dua, dan ingin tetap diperbolehkan berjualan di jalan depan pasar induk. Usulan tersebut datang dari pedagang bernama Endang. “Kalau bisa sidak waktu sore dan malam hari. Biar juga tahu kondisinya bagaimana. Kalau malam itu sepi,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik antarpedagang di Pasar Induk Bondowoso kian meruncing. Pedagang pasar sore dan pasar pagi pun masih berbeda keinginan. Sementara itu, DPRD Bondowoso dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) juga belum menemukan solusi kongkret.

Selain polemik antarpedagang, Komisi II menengarai ada praktik salah para pedagang. Yakni penggunaan kios di lantai dua. Ada kios yang hanya digunakan untuk menyimpan barang, alias dijadikan gudang. “Semua kios harus dibuka. Tidak ada kios yang hanya dijadikan tempat penyimpanan barang. Itu jadi bagian dari meramaikan pasar yang di atas (lantai dua, Red),” kata Ali Mansur, Wakil Ketua Komisi II, yang sempat melakukan sidak pasar induk.

Selain menemukan indikasi tersebut, pihaknya juga mendapat masukan agar sidak tidak dilakukan siang hari, namun malam hari. Untuk itu, pihaknya lain kali akan melakukan sidak di pasar pada malam hari.

Sidak pada malam hari tersebut merupakan usulan pedagang yang tidak ingin menempati lantai dua, dan ingin tetap diperbolehkan berjualan di jalan depan pasar induk. Usulan tersebut datang dari pedagang bernama Endang. “Kalau bisa sidak waktu sore dan malam hari. Biar juga tahu kondisinya bagaimana. Kalau malam itu sepi,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik antarpedagang di Pasar Induk Bondowoso kian meruncing. Pedagang pasar sore dan pasar pagi pun masih berbeda keinginan. Sementara itu, DPRD Bondowoso dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) juga belum menemukan solusi kongkret.

Selain polemik antarpedagang, Komisi II menengarai ada praktik salah para pedagang. Yakni penggunaan kios di lantai dua. Ada kios yang hanya digunakan untuk menyimpan barang, alias dijadikan gudang. “Semua kios harus dibuka. Tidak ada kios yang hanya dijadikan tempat penyimpanan barang. Itu jadi bagian dari meramaikan pasar yang di atas (lantai dua, Red),” kata Ali Mansur, Wakil Ketua Komisi II, yang sempat melakukan sidak pasar induk.

Selain menemukan indikasi tersebut, pihaknya juga mendapat masukan agar sidak tidak dilakukan siang hari, namun malam hari. Untuk itu, pihaknya lain kali akan melakukan sidak di pasar pada malam hari.

Sidak pada malam hari tersebut merupakan usulan pedagang yang tidak ingin menempati lantai dua, dan ingin tetap diperbolehkan berjualan di jalan depan pasar induk. Usulan tersebut datang dari pedagang bernama Endang. “Kalau bisa sidak waktu sore dan malam hari. Biar juga tahu kondisinya bagaimana. Kalau malam itu sepi,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/