alexametrics
26.8 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Refleksi Hari Santri, Diminta Terus Memberi Contoh

Bergerak Mengisi Kepercayaan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada peringatan Hari Santri, hari ini, para santri diharapkan dapat berperan penting dalam segala lini. Serta menjadi pemimpin dan memberi contoh bagi masyarakat sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh KH Abdul Qodir Syam, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bondowoso. Menurut dia, seorang santri harus bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Sebagaimana santri-santri sebelumnya berbuat untuk memerdekakan negara Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, peran santri seharusnya tidak hanya cukup sampai di situ. Melainkan, pascakemerdekaan para santri juga harus mengambil peran agar bermanfaat. “Para santri tentu juga harus bergerak mengisi kemerdekaan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih, pemerintah sudah memberikan penghormatan atau apresiasi setinggi-tingginya untuk kalangan santri. Dibuktikan dengan adanya peringatan Hari Santri yang diperingati secara nasional.

Dikonfirmasi terkait peran santri di tengah pandemi, dia menyebutkan, para santri seharusnya ikut mengawal apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi. Seperti ikut mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan (prokes). “Kalau harus ada upacara-upacara, tentu harus memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

Santri selama ini dinilai memiliki kekuatan, sehingga perlu untuk melakukan sesuatu dengan kekuatannya itu. Bahkan terus dikembangkan oleh kalangan pesantren. “Kalangan pesantren dan santri saat ini sudah banyak melakukan upaya-upaya agar santri bisa mengaktualisasikan dirinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, sudah waktunya para santri untuk berbenah diri. Sebab, selama ini para santri sudah memiliki peran penting untuk negara. Karena itu, baginya para santri juga harus bisa menjadi pemimpin.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada peringatan Hari Santri, hari ini, para santri diharapkan dapat berperan penting dalam segala lini. Serta menjadi pemimpin dan memberi contoh bagi masyarakat sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh KH Abdul Qodir Syam, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bondowoso. Menurut dia, seorang santri harus bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Sebagaimana santri-santri sebelumnya berbuat untuk memerdekakan negara Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, peran santri seharusnya tidak hanya cukup sampai di situ. Melainkan, pascakemerdekaan para santri juga harus mengambil peran agar bermanfaat. “Para santri tentu juga harus bergerak mengisi kemerdekaan,” paparnya.

Terlebih, pemerintah sudah memberikan penghormatan atau apresiasi setinggi-tingginya untuk kalangan santri. Dibuktikan dengan adanya peringatan Hari Santri yang diperingati secara nasional.

Dikonfirmasi terkait peran santri di tengah pandemi, dia menyebutkan, para santri seharusnya ikut mengawal apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi. Seperti ikut mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan (prokes). “Kalau harus ada upacara-upacara, tentu harus memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

Santri selama ini dinilai memiliki kekuatan, sehingga perlu untuk melakukan sesuatu dengan kekuatannya itu. Bahkan terus dikembangkan oleh kalangan pesantren. “Kalangan pesantren dan santri saat ini sudah banyak melakukan upaya-upaya agar santri bisa mengaktualisasikan dirinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, sudah waktunya para santri untuk berbenah diri. Sebab, selama ini para santri sudah memiliki peran penting untuk negara. Karena itu, baginya para santri juga harus bisa menjadi pemimpin.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pada peringatan Hari Santri, hari ini, para santri diharapkan dapat berperan penting dalam segala lini. Serta menjadi pemimpin dan memberi contoh bagi masyarakat sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh KH Abdul Qodir Syam, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bondowoso. Menurut dia, seorang santri harus bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Sebagaimana santri-santri sebelumnya berbuat untuk memerdekakan negara Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, peran santri seharusnya tidak hanya cukup sampai di situ. Melainkan, pascakemerdekaan para santri juga harus mengambil peran agar bermanfaat. “Para santri tentu juga harus bergerak mengisi kemerdekaan,” paparnya.

Terlebih, pemerintah sudah memberikan penghormatan atau apresiasi setinggi-tingginya untuk kalangan santri. Dibuktikan dengan adanya peringatan Hari Santri yang diperingati secara nasional.

Dikonfirmasi terkait peran santri di tengah pandemi, dia menyebutkan, para santri seharusnya ikut mengawal apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi. Seperti ikut mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan (prokes). “Kalau harus ada upacara-upacara, tentu harus memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

Santri selama ini dinilai memiliki kekuatan, sehingga perlu untuk melakukan sesuatu dengan kekuatannya itu. Bahkan terus dikembangkan oleh kalangan pesantren. “Kalangan pesantren dan santri saat ini sudah banyak melakukan upaya-upaya agar santri bisa mengaktualisasikan dirinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, sudah waktunya para santri untuk berbenah diri. Sebab, selama ini para santri sudah memiliki peran penting untuk negara. Karena itu, baginya para santri juga harus bisa menjadi pemimpin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca